Saturday, January 15, 2011

Janji Pemabuk

Al kisah...
Seorang pemabuk berjalan sempoyongan pulang ke rumah di malam hari.
Di tengah jalan, ia dicegat oleh 2 orang begal.

"Serahkan semua uangmu!" kata salah satu dari perampok.
Si pemabuk dengan gemetar meraba-raba kantung bajunya untuk mencari sisa uang yang barangkali masih ada.

Dengan setengah sadar, ia masih ingat sepertinya masih punya uang di kantung bajunya.
Tapi ia heran karena tangannya tak menemukan apa-apa.

"Kalau kamu tidak menyerahkan uangmu, kamu akan kami bunuh!" perampok kedua mengancam sambil menempelkan ujung pisaunya di leher si pemabuk.

Dengan gemetar, si pemabuk menjawab,
"Beri aku waktu sebentar."
Perampok itu menarik kembali pisaunya.


Pemabuk itu lalu berlutut di tanah, kedua telapak tangannya menengadah ke langit.
Ia berdoa di dalam hati,
"Tuhan, tolonglah aku. Jika Engkau selamatkan aku dari perampok ini, aku berjanji tidak akan mabuk-mabukan lagi."

Begitu si pemabuk selesai berdoa, ia merasa ada sesuatu yang jatuh dari dalam bajunya.
Ternyata sekeping uang perak.
Menyadari bahwa ia sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan, ia segera melanjutkan,
"Tuhan, lupakan doaku."

Ini hanya sebuah contoh cerita, kisah yang sering kita jumpai.
Kisah islamiah ini mari kita renungkan.

Pemabuk itu menganggap bahwa uang yang jatuh dari dalam bajunya tadi bukan pemberian Tuhan atas doanya, sehingga ia punya alasan untuk tetap mabuk-mabukan lagi.

Kita begitu mudah berjanji, sering kali atas nama Tuhan, dan begitu mudah pula melupakannya.

Betapa mudahnya kita melanggar janji yang sudah kita sepakati.
Lebih buruk lagi, kita tidak pernah mau mengakui bahwa kita telah melanggar janji.

Wallahu A'lam..

Tuesday, January 4, 2011

Jin Qarin Pembisik Kejahatan | Kisah Jin

Kisah Jin Qarin
Qarin menurut bahasa artinya pendamping atau teman.

Pada diri manusia ada 2 Qarin yang selalu mengikut, yaitu dari bangsa Jin dan Malaikat.
Jika Qarin dari malaikat jelas keislamannya.
Namun jika jin Qarin, mereka selalu membisikkan kejahatan pada diri manusia.

Ini Kisah Jin Qarin
Qarin dari jenis Jin hanya bertugas membisiki manusia untuk berbuat kejahatan dan kemaksiatan.

Sedangkan Qarin dari malaikat hanya bertugas untuk membisiki manusia untuk berbuat kebajikan dan ketaatan.

Al-Qadhi 'Iyadh r.a berkata,
"Sesungguhnya malaikat dan syetan (yang menjadi Qarin) senantiasa menyelimuti hati kita, seperti malam dan siang yang menyelimuti bumi.
Diantara manusia ada yang malamnya lebih panjang dari siangnya, dan yang lain malah sebaliknya.
Ada juga manusia yang hatinya terang terus menerus dan ada pula yang gelap terus menerus."


Dia melanjutkan,
"Hadits tersebut memberitahu kepada kita, barangsiapa yang mendapati hatinya cenderung berbuat baik, hendaklah ia memuji Allah, berterima kasih kepada-Nya.
Tapi apabila ia mendapati hatinya cenderung berbuat maksiat, maka mohonlah perlindungan kepada-Nya."

PERUSAK KEHIDUPAN
Ibnu Katsir r.a menafsirkan surat An-Nar,
"Bahwa yang di maksud dengan al-waswasul Khannas dalam surat tersebut adalah syetan yang disertakan ke manusia.
Karena tidak seorang pun dari keturunan Nabi Adam, kecuali ia mempunyai Qarin.

Qarin itulah yang menghiasi keburukan dan kekejian, tidak seorang pun yang selamat darinya kecuali berlindung kepada Allah."

Monday, January 3, 2011

Mata Rasulullah Tembus Pandang | Kisah Nabi

Mata Rasulullah Tembus Pandang | Kisah Nabi

Setelah pulang dari perjalanan Isr' Mi'raj, banyak hal yang serba tidak masuk akal ditanyakan oleh orang kafir.
Sampai bentuk bangunan Masijidil al Aqsha, keadaan sekitarnya, jumlah pintu pun mereka tanyakan.
Maka turunlah mu'jizat, sehingga jarak pandang Beliau tembus sampai ke Masjid Al Aqsha.

Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Abbas dan Aisyah ra ( istri Rasulullah SAW) bahwa suatu pagi yang cerah tanggal 27 Rajab tahun ke 11 kerasulan Muhammad SAW, Rasulullah duduk merenung sedih seraya bersabda,
"Perjalanan Isra' Mi'rajku semalam dan waktu subuh aku telah tiba di Makkah, kurasakan benar akan menimbulkan banyak orang yang tidak mempercayaiku."

Secara kebetulan, Abu Jahal lewat di depan Rasulullah SAW.
Melihat kemenakannya yang tampak sedang sedih, ia kemudian menghampirinya.
"Hai Muhammad, sepertinya ada hal penting yang Engkau pikirkan," katanya.
"Benar paman, semalam aku baru menempuh perjalanan jauh,"
jawab Rasulullah.
"Perjalanan jauh kemanakah sehingga membuat Engkau meratapinya,"
ujar ABu Jahal lagi.

Isra' Mi'raj

Rasulullah pun lantas menjelaskan tentang peristiwa yang luar biasa yang baru saja Beliau alami tersebut kepada pamannya, bahwa semalam Beliau telah melakukan sebuah perjalanan jauh yakni ke Sidratul Muntaha melalui Baitul Maqdis.

Setelah menyimak cerita Rasulullah, ABu Jahal pun lantas bertanya kepada kemenakannya tersebut seraya mengekspesikan ketidakpercayaannya akan semua apa yang baru saja dialami oleh Rasulullah.

"Kalau pun memang engkau semalam telah melakukan perjalanan ke Sidratul Muntaha, apakah mungkin sekarang engkau sudah berada di sini dan apakah engkau berani mengabarkan peristiwa gila ini kepada kaummu?" ucap Abu Jahal.

Melihat Abu Jahal yang sepertinya sangat tidak percaya akan semua yang Beliau alami, maka ketika ABu Jahal menantang Beliau untuk mengabarkan peristiwa luar biasa kepada penduduk Makkah.


Setelah banyak orang yang berkumpul, Rasulullah SAW pun menyampaikan kepada kaumnya seraya bersabda,
"Wahai kaumku, ketahuilah bahwa semalam aku baru menempuh perjalanan jauh."
Salah seorang dari kaum itu bertanya.
"Kemana?"

Rasulullah SAW pun menjawab dengan tegas,
"Ke Sidratul Muntaha melalui Baitul Maqdis," sabda Rasulullah.
"Dan pagi ini kamu sudah berada di sini, hai Muhammad?" tanya seorang kaum itu yang keheranan.
"Benar, dan inilah kekuasaan Allah SWT, wahai kaumku!" sabda Rasulullah SAW menjelaskan.

Mata Rasulullah SAW Tembus Pandang

Tiba-tiba seorang dari Bani 'Adi bernama Muth'im bin 'Adi menerobos kerumunan orang dan maju ke depan dan berkata lantang,
"Hai Muhammad, sebelum hari ini, aku membenarkan ucapanmu.
Tetapi sejak detik ini aku mendustakanmu, sebab aku biasa ke Baitul Maqdis dengan berkendara unta membutuhkan waktu sebulan penuh untuk sampai kesana.
Demikian juga pulangnya ke Makkah.
Kalau engkau memang benar semalam telah ke Baitul Maqdis aku mempunyai pertanyaan untukmu, Berapakah jumlah pintu Masjid al-Aqsha/Baitul Maqdis?"

Mendengar pertanyaan dari Muth'in bin 'Adi tersebut Beliau tampak sangat bersedih.
Sebab waktu disana, Beliau memang tidak memperhatikan masalah pintu, apalagi menghitungnya.

Dalam kesedihan yang amat sangat itu, tiba-tiba turunlah Mukjizat.
Rasulullah SAW dapat melihat dengan jelas seluruh ruangan Masjid al-Aqsha yang berada nun jauh di Palestina.
Sehingga Beliau langsung dapat menghitung jumlah pintunya dan memberikan jawaban yang tepat kepada penduduk Makkah.

Kisah Islamiah

Assalamu'alaikum.
Blog Kisah Islamiah merupakan blog yang tercipta untuk mencoba mengabadikan kisah-kisah teladan seputar dunia Islam. Sebagaian besar postingan yang ada di blog ini diambil dari Kitab Daqoiqul Akbar dengan teknik bahasa sendiri tapi tak mengurangi kandungan inti dari kitab tersebut.
Jadi penulis mohon maaf bila ada kekeliruan dalam menulis dan sebagainya.

Kisah-kisah yang dimuat ini merupakan saduran dari banyak buku yang telah dimiliki oleh si penulis agar tidak hilang nantinya.

Kisah Islamiah ini akan meliputi beberapa label yang antara lain adalah:
Kisah Nabi
Kisah Karomah
Kisah Abu Nawas
Kisah Alam Kubur
Kisah Sahabat Rasulullah
Kisah Jin
Kisah Nyata
Selayang Pandang


Kisah-kisah tersebut di atas akan ditulis secara bertahap.
Mohon dukungan agar blog ini akan tetap eksis di dunia maya meskipun pemiliknya sudah tiada atau meninggalkan jejak karena sesuatu hal yang terjadi.

Penulis harapkan Kisah Islami yang ada di blog ini akan menjadi teladan, bahan renungan agar kita selalu mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.
Dan akhirnya, selamat membaca bacaan rohani ini.

Wassalamu'alaikum.

Popular Posts