Senin, 12 September 2011

Pentingnya Kebaikan bagi Orang Lain

Kisah Islamiah malam ini admin akan mencoba bercerita tentang arti sebuah kebaikan yang telah diberikan kepada orang lain. Kebaikan yang telah kita berikan pada orang lain pastilah bermanfaat bagi yang menerima kebaikan itu. Bukan saja hanya seorang tapi bisa untuk banyak orang.


Assalamu'alaikum.
Kisahnya.
Pada suatu pagi yang cerah ada seorang karyawan swasta yang pergi ke kantor, sebut saja namanya Mamat (maaf kalau ada kesamaan nama).
Mamat ini setiap hari berangkat kerja dengan menumpang tukang ojek yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.
Setelah bangun tidur, Mamat kemudian shalat shubuh kemudian mandi. Ada yang lain dari biasanya hari itu, oh ternyata Mamat baru mendapat rejeki tambahan dari atasannya kemarin sore. Betapa senangnya hati Mamat waktu itu.

Setelah diantar oleh tukang ojek, Mamat memberi lebih ongkos untuk tukang ojeknya, ya hitung-hitung dia baru saja mendapatkan rejeki dari atasannya.
Ongkosnya dilebihkan 10 ribu rupiah dari biasanya.
"Ini bang, aku lebihkan hari ini ongkosnya ya," kata Mamat.
"Oh iya bang, terima kasih banyak," jawab si tukang ojek.
Setelah itu, si tukang ojek berlalu dan meninggalkan langganannya itu setelah mengucapkan terima kasih dan memberi salam.
"Assalamu'alaikum bang, aku akan melanjutkan kerja dulu ya," kata si tukang ojek.
"Wa'alaikum Salam bang," jawab Mamat.

Hati Gembira.
Betapa gembiranya hati si tukang ojek ini karena mendapatkan rejeki lebih pada hari itu.
Mamat memang tergolong orang yang rajin memberi, bersedekah untuk orang lain meskipun hidupnya hanya pas-pasan saja.. Bahkan setiap pagi hari, banyak para tukang ojek yang berebut untuk mengantarkan Mamat ke kantornya.
Setelah itu, si tukang ojek yang tadi ternyata mampir dulu ke warung makan Mbok Nah. Tak biasanya si tukang ojek ini mampir sarapan sepagi itu. Karena biasanya tukang ojek itu mampir makan menjelang siang ketika akan shalat dhuhur.

Setelah sampai di warung Mbok Nah, si tukang ojek ini langsung memesan makanan untuk sarapan.
"Mbok, tolong buatkan nasi ditambah sayur, sekalian ditambah ayam goreng sepotong ya," kata si tukang ojek.
Setelah menikmati sarapan, si tukang ojek membayar biaya nasi sarapannya. Tak biasanya juga hari itu, si tukang ojek melebihkan ongkos biayanya sebesar 3 ribu rupiah kepada Mbok Nah.
"Alhamdulillah...terima kasih ya bang," kata Mbok Nah.
"Sama-sama Mbok Nah," kata si tukang ojek.
Setelah selesai, si tukang ojek segera berpamitan dan mangkal kembali di tempat biasanya untuk mencari penumpang.




Bukan main senangnya Mbok Nah waktu itu, dia telah mendapatkan rejeki sebesar 3 ribu rupiah, betapa baiknya si tukang ojek itu, gumannya dalam hati.
Ketika sedang dalam lamunan, Mbok Nah dikejutkan oleh sapaan anak semata wayangnya.
"Mbok aku berangkat sekolah dulu ya, doakan aku agar bisa mengikuti pelajaran dengan baik."
"Iya Nak, Mbok akan doakan, dan ini uang sakunya, hati-hati selama di jalan," kata Mbok Nah.
Anaknya ini berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda kayuh yang jaraknya sekitar 2 kilometer.
Uang saku pun diterima anaknya, dan tak sempat melihat uang yang diberikan ibunya, uangnya langsung dimasukkan ke dalam saku atas seragam sekolahnya.
Setelah jam istirahat, anaknya Mbok Nah ini seperti biasanya membeli sebuah roti untuk mengisi perutnya.
Setelah mengambil uang di sakunya, betapa terkejutnya si anak ini karena uang yang diberikan ibunya ternyata 2 kali lipat dari biasanya, yaitu 2 ribu rupiah.
"Alhamdulillah, terima kasih ibu ya," kata anaknya dalam hati.

Membantu Sahabat.
Anaknya Mbok Nah ini akhirnya membeli roti di kantin sekolahnya sebanyak 2 buah.
Ketika akan melahap roti yang baru saja dibelinya, si anak ini melihat temannya yang sedang duduk menyendiri, terlihat sedih terlihat dari raut wajahnya.
Segera saja anaknya Mbok Nah mendekati temannya itu dan bertanya,
"Man, kenapa kamu terlihat sedih?" kata si anak yang ternyata temannya bernama Maman.
"Iya kawanku, aku lupa memabwa uang saku yang diberikan oleh ibuku tadi pagi, uang sakuku masih ada di atas meja kamarku, sekarang aku tidak bisa membeli makanan karena aku tidak punya uang, betapa laparnya hari ini" jawab temannya.
Melihat keadaan yang demikian, segera saja dia menawari temannya roti yang ada di tangan kanannya.
"Maukah kamu aku beri roti ini, kebetulan tadi aku membeli dua," jawab si anak.

Betapa senang hati kawannya itu, ucapan terima kasih dengan diiringi canda tawa riang terlihat jelas dari kedua orang sahabat itu.

Itulah sahabat, sedikit cerita tentang indahnya memberi, indahnya bersedekah, indahnya kebaikan yang telah kita berikan untuk orang lain. Orang yang kita beri meskipun hanya sedikit saja, bisa membahagiakan. Bahagia dan bahagia. Kebaikan yang kita berikan ternyata bisa membahagiakan orang lain nun jauh di sana tanpa kita sadari.
Jangan pandang rupiahnya, yang terpenting adalah sifat kedermawanan dan sifat kebaikan yang dimiliki.
(Sekali lagi mohon maaf kalau ada kesamaan nama).
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum.