Selasa, 31 Juli 2012

Mencoba Melihat Dzat Allah SWT

Kisah Islamiah pendamping berbuka puasa kalian pada malam hari ini tentang kisah Nabi Musa as yang ingin melihat Dzat Allah SWT.
Beliau diharus berpuasa selama 40 hari terlebih dahulu sebelumnya.
Bisakah beliau melihat Dzat Allah SWT.

Bukit Thursina



Kisahnya.
Pada waktu Nabi Musa as memohon kepada Allah SWT agar diberi pedoman untuk membawa kaumnya ke jalan yang diridhai Allah SWT, maka ia pun diperintahkan untuk berpuasa selama 30 hari dan berdiam diri di bukit Thursina.

Setelah berpuasa selama 30 hari, kemudian Nabi Musa as diperintahkan lagi untuk menambah puasa selama 10 hari sehingga genap menjadi 40 hari. Kemudian Allah SWT berbicara langsung kepada Nabi Musa as.

Namun dalam kesempatan itu, Nabi Musa as memohon agar diperkenankan untuk melihat Dzat Allah SWT. Jika bukit itu masih berdiri tegak, berarti Nabi Musa as dapat melihat Dzat Allah SWT. Namun jika bukit itu hancur, berarti dia tak dapat melihat Dzat Allah SWT.

Dan ternyata bukit itu hancur dan Nabi Musa as sendiri jatuh pingsan.
Setelah sadar kembali, Nabi Musa as bertasbih dan bertahmid serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Kemudian Allah SWT memberikan kitab Taurat sebagai kitab suci yang di dalamnya tertulis pedoman hidup dan penuntun untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah SWT tidak dapat dilihat dengan mata manusia yang lemah, bahkan gunung oun tidak kuat menerima cahaya Dzat Allah SWT.

Hal ini membuktikan pada kita semua bahwa Allah SWT itu adalah Dzat Yang Maha Gaib, yang tidak dapat dilihat kecuali dengan mata hati yang bersih.

Dialog Semut dan Nabi Sulaiman di Pantai

Kisah Islamiah pendamping sahur Anda dengan kisah Nabi Sulaiman as dengan seekor semut di tepi pantai. Kalau bicara semut, biasanya kisah yang terkenal adalah ketika tentara Nabi Sulaiman as melewati kerajaan semut, dan menyuruh semut-semut tadi untuk menyingkir terlebih dahuku agar tidak terinjak pasukan Nabi Sulaiman.

Namun,
Kali ini kisahnya adalah semut yang lain. Semut yang ada di tepi pantai yang memiliki tugas untuk mengantarkan makanan kepada seekor ulat yang berada di dasar lautan.
Subhanalloh ...Sungguh Allah SWT Pemberi Rezeki Yang Adil.


Kisahnya.
Pada suatu hari, Nabi Sulaiman as sedang mengerjakan shalat di tepi pantai. Dan setelah selesai mengerjakan shalat, pandangan beliau tertuju pada pasir-pasir yang ada di pantai tersebut.

Di saat itu pula, beliau melihat kawanan semut yang menyeret selembar daun hijau.
Setelah sampai di dekat air, semut tiba-tiba saja menjerit karena ada seekor katak yang menghampirinya.
Dengan selembar daun hijau itu, semut naik ke punggung katak dan di bawanya ke dasar laut.

Beberapa saat kemudian, semut muncul kembali dan terapung di permukaan air, tempat dimana katak tadi membawanya menyelam ke dasar lautan.
Melihat kejadian itu, Nabi Sulaiman as bertanya kepada semut,
"Wahai semut, apa yang engkau lakukan di sini?"



Dialog Semut dan Nabi Sulaiman.
Semut pun menjawab dan mengisahkan pengalamannya di dasar laut.
"Di dasar lautan sana ada sebongkah batu besar yang tuli. Di tengah batu tersebut ada seekor ulat yang mendapatkan rezeki dari Allah SWT lewat aku," jelas semut.
"Berapa kali sehari engkau mengantarkan makanan?" tanya Nabi Sulaiman as.

"Setiap hari aku melaksanakan tugas ini sebanyak 2 kali. Katak tadi punya tugas yang sama denganku, ia membawaku menyelam sampai dasar lautan dan menuju ke batu tadi dimana ulat itu berada," jelas semut lebih lanjut.

"Lalu bagaimana engkau memberikan daun itu ke ulat?" tanya nabi Sulaiman as.
"Setiap kali aku sampai di sana, batu pun membelah diri sehingga aku dapat memasukkan daun yang aku bawa sebagai rezeki Allah SWT baginya," jawab semut.

"Setelah memakannya, ulat tersebut selalu bersyukur dan bertasbih kepada Allah SWT, yang tidak menelantarkannya," lanjut semut.
"Subhanallah...Allah SWT adalah Dzat yang memiliki Kebesaran dan tak ada satu pun yang dapat menandinginya," Nabi Sulaiman as Memuji Kebesaran Allah SWT.

Begitulah Dialognya.
Dan akhrinya selamat santap SAHUR.

Senin, 30 Juli 2012

Murka Allah Reda Berkat Tangisan Bayi

Kisah Islamiah menyuguhkan kisah rohani dan islami dengan kisah Tangis Bayi sebagai santapan berbuka Puasa saudaraku semuanya.
Murka Allah SWT akhirnya reda setelah terdengar tangis bayi di malam hari.

Bayi Menangis

Kisahnya.
Pada suatu malam, Allah SWT memerintahkan kepada malaikat Jibril untuk turun ke suatu negeri dan menghancurkannya. Lalu Malaikat Jibril bertanya,
"Maha Suci Engkau, Wahai Allah SWT, dosa apakah yang telah mereka lakukan sehingga Engkau menjatuhkan azab kepada mereka?"

Akhirnya malaikat Jibril pergi untuk melaksanakan perintah Allah SWT dengan mengangkat negeri itu bersama 7 buah kotanya. Pada saat itu, ada seorang ibu yang sedang memasak adonan tepung, dan ketika ibu itu mengaduk adonan tepungnya, tiba-tiba bayinya yang sedang tidur itu terbangun dengan menangis serta menjerit.

Si ibu kerepotan dibuatnya.
Ia bingung apa yang harus dilakukan sedangkan tangannya penuh dengan adonan.
Maka ia berkata,
"Anakku, Sesungguhnya Allah SWT dengan kemuliannya adalah Maha Santun dan Sayang. Dia tidak akan menyiksa hambaNya yang berbuat maksiat dengan segera."

Diriwayatkan bahwa ketika wanita itu berkata demikian, maka kebencian Allah SWT menjadi reda dan memerintahkan kepada malaikat Jibril agar mengurungkan niatnya dan kembali meletakkan negeri itu.

Subhanallah...
Ternyata, bayu yang menangis pada malam itu telah menjadi syafa'at bagi orang-orang yang akan ditimpa azab.
Padahal semuanya itu tidak mereka sadari bahwa dengan tangis bayi yang tidak berdosa itu, murka Allah SWT menjadi reda.

Sungguh Allah SWT Dzat Yang Maha Melindungi dan perlindunganNya meliputi segala sesuatu tanpa kita sadari sepenuhnya, terutama terhadap hamba-hambaNya yang beriman dan mau berdoa kepadaNya.

Selamat berbuka puasa saudara-saudaraku...

Asal Mula Kendaraan Angin Nabi Sulaiman

Kisah Islamiah sahur dengan kisah asal mulanya kendaraan angin yang didapat oleh Nabi Sulaiman as.
Langsung saja, ini Kisahnya.




Kisahnya.
Al Kisah Nabi Sulaiman as adalah seorang nabi sekaligus raja yang sangat kaya raya.
Bahkan, untuk membantunya berdakwah menyiarkan agama Allah SWT, beliau mempunyai kuda bersayap tidak kurang dari 20 ribu ekor kuda.

Nabi Sulaiman as sangat mencintai dan menyanyangi kuda-kudanya tersebut.
Saking cintanya kepada kuda-kuda itu, suatu ketika beliau memeriksa dan mengatur kudanya sehingga ia lupa beribadah kepada Allah SWT.

Ketika beliau menyadari kelalaiannya tersebut, beliau pun bersumpah,
"Tidak, demi Allah, janganlah kalian (kuda-kudaku) membuatku lalai dari menyembah Tuhanku."

Hal ini tidak lain adalah agar beliau terlindung dari sifat lalai beribadah kepada Allah SWT karena sibuk mengurus kuda-kudanya. Akhirnya Allah SWT memerintahkan agar semua kudanya disembelih, dan Nabi Sulaiman as pun memenuhinya.

Nah,
Karena ketulusan Nabi Sulaiman as dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk menyebelih kudan-kudanya tersebut, maka Allah SWT pun menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik.
Yaitu dengan memberikan angin yang bisa dikendarainya, diperintahkan angin untuk membawa Nabi Sulaiman as kemana saja yang beliau kehendaki.

Itulah asal mula kendaraan angin yang dimiliki oleh nabi Sulaiman as.
Selamat sahur saudara-saudarku.

Minggu, 29 Juli 2012

Bayi akan Dibelah Dua

Kisah Islamiah mengucapkan selamat berbuka puasa.
Kali ini akan mengiringi buka puasa sobat-sobat semua dengan Kisah Bayi yang akan dibelah Dua.

Allah SWT memiliki sifat Ar-Rahim, terbukti dengan kasih sayang dan rahmat Allah SWT yang meliputi RahmatNya bagi orang-orang yang beriman. Sedangkan orang-orang yang mengingkariNya tidak mendapatkan kasih sayangNya.

Nah, Apabila kita ingin selalu disayangi oleh Allah SWT, maka kita harus selalu beriman dan bertakwa kepadaNya. Kita harus mematuhi dan menunaikan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Seperti kisah berikut ini.

Bayi

Kisahnya.
Pada zaman Nabi Sulaiman as, ada seorang bayi yang diperebutkan oleh dua orang wanita. Keduanya sama-sama mengakui sebagai ibu dari bayi tersebut.
Akhirnya mereka membawa permasalahan ini kepada Nabi Sulaiman as selaku raja di negeri itu.

Setelah kedua ibu tersebut dimintai keterangan tentang siapakah pemilik bayi itu, keduanya masih tetap bersikukuh bahwa bayi itu adalah anaknya. Kemudian Nabi Sulaiman as memutuskan dengan berpura-pura akan membelah bayi itu supaya dapat dibagi dua.

Ibu yang satu menyetujuinya keputusan Nabi Sulaiman as tersebut, sedangkan yang satunya lagi menolaknya dengan tegas.
Ibu yang menolak keputusan itu akan merelakan bayinya untuk diberikan kepada ibu yang menyetujui keputusan itu karena ia tidak tega melihat bayinya akan dibelah menjadi dua.

Pada akhirnya Nabi Sulaiman dapat mengetahui siapa sebenarnya ibu bayi tersebut hingga beliau memberikan bayi itu kepada wanita itu. Karena seorang ibu pasti tak rela anaknya dibelah menjadi dua. Sedangkan wanita yang setuju keputusan itu dihukum karena ia telah berdusta.

Hikmah
Dari kisah itu kita bisa mengambil pelajaran bahwa bagaimanapun keadaan kita, kita harus selalu menerapkan sikap kasih sayang terhadap sesama. Kita harus mau merelakan apa saja yang kita sayangi selala hal itu demi membawa kebaikan terhadap yang kita sayangi tersebut. Sekalipun harus mengirbankan nyawa.

Kisah ini juga bermakna bahwa kasih sayang Allah SWT tiada duanya, senantiasa mencurahkan kasih sayang kepada makhluk-makhlukNya terutama bagi mereka yang juga memiki rasa kasih sayang terhadap sesama.

Akhirnya,
Selamat Berbuka puasa saudara-saudaraku.

Kerikil Dapat Bertasbih

Kisah Islamiah hadir kembali pada pagi hari ini, menghidangakn santapan sahur rohani kepada para pembaca yang budiman. Kali ini berkisah tentang benda mati yang mampu bertasbih di hadapan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Sungguh mukjizat tiada tara dan di luar nalar, namun inilah kenyataan.
Bagi orang lain, hal ini pastilah dianggap tidak masuk akal, namun bagi kita, Umat Islam, patilah percaya bahwa Rasulullah SAW sebenarnya memiliki banyak sekali mukjizat yang belum kita ketahui.

Salah satu diantaranya adalah kerikil yang ada pada telapak tangan beliau bertasih.
Orang yang mendengarnya pastilah seorang Nabi atau Rasul, kalau tidak, bagaimana mungkin dia bisa mendengar tasbihnya, kecuali atas izin Allah SWT.

Batu kerikil

Kisahnya.
Diriwayatkan oleh Abu Dzar.
Beliau berkata,
Sesungguhnya aku menyaksikan Rasulullah SAW dalam suatu tempat. Di tangannya ada batu kerikil, lalu batu kerikil tersebut bertasbih di telapak tangannya.

Saat itu, ada para sahabat beliau, Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra, serta Ali bin Abi Thalib ra.
Semua yang ada di tempat itu mendengarnya tasbihnya dengan jelas sekali.
Subhanalloh...


Kerikil Bertasbih.
Sesaat kemudian, kerikil tersebut diberikan kepada Abu Bakar ra, lalu batu tersebut pun bertasbih di tangannya. Dan semua yang hadir telah mendengar tasbihnya.

Kemudian diberikan kepada Rasulullah SAW kembali, kerikil tersebut bertasbih lagi di tangannya. Kemudian diberikan kepada Umar bin Khattab ra, lalu bertasbih di telapak tangannya dan semua yang ada di tempat itu mendengarnya.

Kemudian diberikan kepada Utsman bin Affan ra, lalu kerikil tersebut bertasbih lagi dan semua yang hadir mendengarnya.
Dan yang terakhir diberikan kepada Ali bin Abi Thalib, hasilnya sama saja bertasbih lagi.

Tidak bertasbih di tangan Orang Biasa.
Selanjutnya, kerikil tersebut diberikan kepada kami, akan tetapi kerikil tersebut tidak bertasbih ketika berada di tangan salah seorang dari kami.
Subhanalloh...

Itulah salah satu mukjizat lain yang diberikan kepada Rasulullah SAW.
(HR. Ath-Thabrani).

Sabtu, 28 Juli 2012

Detik-Detik Wafatnya Nabi Adam as

Kisah Islamiah hadir sebagai pendamping saat berbuka puasa.
Kali ini dengan kisah Nabi Adam as.
Sebuah kisah mengenang detik-detik akhir wafatnya Nabi Adam asa.

Nabi Adam as sebelum meninggal dunia terlebih dahulu beliau menderita sakit.
Pada hari jumat sebelum beliau wafat, beliau memberikan wasiat kepada ahli warisnya,
Bagaimana kisahnya.

Nabi Adam as dan Siti Hawa

Kisahnya.
Sebagai pedoman dari kisah ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Ibnu Katsir, Al Qur'an, Ubay bin Ka'ab.
Setelah terbunuhnya putra Adam as yang bernama Habil, bukan main rasa sedih yang dialami oleh Nabi Adam as. Isak tangis pun terdengar bertahun-tahun mengiringi kepergiannya.




Pada akhirnya, Allah SWT memberikan pengganti, seorang anak yang bernama Syits.
Syits artinya adalah pemberian Allah SWT untuk menggantikan Habil.
Setelah Syits beranjak dewasa, Nabi Adam pun memberikan kepercayaan kepada Syits serta memberikan semua ilmunya kepadanya.
Bahkan ketika akan wafatpun Nabi Adam as memberikan wasiat kepada Syits untuk menggantikan dalam memimpin anak keturunannya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Usia 960 tahun.
Setelah hidup selama 960 tahun dan sudah pula memiliki banyak keturunan, tibalah saatnya Nabi Adam as untuk bertemu Allah SWT.

Ibnu Katsir berkata,
"Para ahli sejarah telah menceritakan bahwa Adam as tidak akan meninggal kecuali ia sudah meliaht keturunannya, dari anak, cucu, cicit terus ke bawah yang jumlah mencapai 400 ribu jiwa."

Dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Artinya:
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[1] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[2], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Penjelasan ayat:
[1] Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa Yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.

[2] Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

Konon,
Nabi Adam as jatuh sakit beberapa hari hingga pada hari Jumat datanglah malaikat untuk mencabut nyawanya sekalian bertakziah mengungkapkan bela sungkawa kepada pemegang wasiatnya yaitu Syits.

Nabi Adam as Dishalati Malaikat.
Ubay bin Ka'ab meriwayatkan.
Sesungguhnya ketika akan datang wafat, Nabi Adam as berkata kepada anak-anaknya,
"Wahai anak-anakku, sesungguhnya aku menginginkan buah dari surga."

Maka, pergilah anak-anak beliau untuk mencari buah dari surga.
Ketika dalam perjalanan, mereka bertemu dengan para malaikat yang membawa kain kafan, ramuan minyak wangi untuk mayat, kapak, cangkul dan keranda.

Para malikat itu berkata kepada anak-anak Adam as,
"Wahai anak-anak Nabi Adam as, apa yang kalian kehendaki dan apa yang kalian cari?"
"Bapak kami sedang sakit, ia menginkan buah dari surga," kata salah satu anak Adam as.
"Kembalilah kalian, sungguh saat ini telah datang keputusan kematian bagi bapakmu," kata malaikat.

Sesaat kemudian, malaikat sudah mendatangi nabi Adam as.
Ketika mereka tiba di rumah, Siti Hawa kaget sesaat sebelum akhirnya mengerti maksud kedatangan malaikat tersebut.
"Wahai Adam, minta tangguhlah kematianmu," kata Ibu Hawa.
"Pergilah engkau dariku, sungguh aku diciptakan sebelummu. Biarkan nyawaku dicabut oelh para malaikat Rabbku," kata Nabi Adam as.

Akhirnya,
Para malikat mencabut nyawa Nabi Adam as pada hari Jumat. Para malaikat memandikannya, mengkafani, mengoleskan ramuan minyak wangi serta menggali liang kubur untuk Adam as.
Selanjutnya mereka menyalatinya lalu memasukkannya ke liang kubur dan menempatkannya di liang lahat.

Para malaikat juga meratakan tanah kuburnya.
Lalu para malaikat berkata,
"Wahai anak Adam, inilah tuntunan bagi kalian pada orang mati di antara kalian."

Wassalam...
Selamat berbuka puasa.

Jumat, 27 Juli 2012

Raja Namrud Dikalahkan Seekor Nyamuk

Kisah Islamiah hadir sebagai santapan religi saat sahur Anda semua.
Kali ini dengan kisah yang tak kalah menarik, tentang Raja Namrud dan seekor nyamuk.
Sebenarnya seluruh kerajaan yang ada di alam semesta ini, baik yang dipimpin oleh manusia, jin atau yang lainnya adalah di bawah kekuasaan Allah SWT.
Karena kerajaan Allah SWT tidak terbatas luasnya.

Hal ini seperti terlihat dalam Al Qur'an, Surat Ali Imran ayat 26 berikut ini.
Allah SWT berfirman,

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya:
Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Seperti kisah berikut ini, rasanya tak pantaslah sifat sombong itu tumbuh di antara kita semuanya.


Kisahnya.
Raja Namrud adalah seorang raja yang hidup pada masa Nabi Ibrahim as. Karena kekuasaan yang ia miliki, Raja Namrud menjadi seorang raja yang zalim dan sombong.

Bersamaan dengan itu, Allah SWT mengirimkan seorang malaikat dalam wujud burung.
Namun, Raja Namrud akhirnya membunuh burung tersebut dengan anak panahnya hingga berdarah kemana-mana.
Setelah mengetahui bahwa panahnya itu berhasil, Raja Namrud menjadi bersuka cita dan berpaling dengan berkata sombong.
"Akulah raja segalanya, aku telah berhasil membunuh Tuhan di surga," ucap Raja Namrud.

Walhasil,
Raja Namrud pun menjadi semakin sombong dan kezalimannya menjadi-jadi, bahkan tak berperikemanusiaan lagi. Maka, untuk menunjukkan kekuasaanNya, Allah SWT kemudian mengirimkan seekor makhluk yang lemah kepada Namrud.



Nyamuk.
Seekor hewan yang sangat lemah telah turun.
Allah SWT akan menunjukkan bahwa meskipun nyamuk itu adalah makhluk yang lemah, akan tetapi dia lebih kuat daripada Raja Namrud.

Akhirnya, Namrud pun jatuh sakit dan sakitnya semakin bertambah parah.
Bahkan ia tidak dapat tidur jika kepalanya belum dipukuli oleh para pelayannya.
Ketika nyamuk itu selesai memakan otaknya, bagian depan kepala raja namrud menjadi terbuka, dan keluarlah seekor binatang besar dari dalam kepalanya.
Raja Namrud pun menjadi binasa.

Itulah sedikit kisah dari seekor nyamuk.
Sebagai renungan saja, tak patut manusia menyombongkan dirinya.
Masa lalu, tak pantas seorang insan melupakan masa lalu. Kalau tidak diingatkan dengan masa lalu seperti kisah ini, tentulah manusia akan semakin sombong.

Kamis, 26 Juli 2012

Pohon Bersujud kepada Rasulullah

Kisah islamiah malam hadir setelah shalat tarawih. Kali ini berkisah tentang salah satu mukjizat Rasulullah SAW. Memang selain Rasulullah SAW mampu membelah bulan, Beliau juga memiliki mukjiza yang tak banyak diketahui orang.

Pohonpun bersujud dan bershalawat kepadanya.
Sungguh keajaiban, sungguh mukjizat tiada bandingnya.
Subhanalloh.....


Kisahnya.
Sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul terakhir, beliau ini dulunya sering diajak berdagang oleh pamannya, Abu Thalib. Pada suatu hari Abu Thalib pergi ke Syam untuk berdagang, diajak pulalah Muhammad yang masih berusia muda dan beberapa pemuka Quraisy lain.

Dalam perjalanan, pada saat di suatu tempat, mereka singgah di sebuah rumah rahib untuk beristirahat. Sang rahib menerima tamunya dengan suka cita. Setelah meletakkan perbekalan, rahib keluar untuk menemui mereka.

Sang rahib menuju tamunya, diamati satu persatu dan tepat di hadapan Muhammad SAW rahib tersebut berhenti sejenak lalu memegang tangannya sambil berkata,
"Inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Rabb alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta."
"Apa yang Anda ketahui tentang hal ini?" tanya Abu Thalib.

Pengakuan Sang Rahib.
Sang rahib menjawab,
"Sesungguhnya ketika kalian muncul dan naik bebukitan, tidak ada satupun dari bebatuan dan pohon-pohon melainkan bersujud kepadanya dan mereka tidak akan bersujud kecuali kepada seorang Nabi. Dialah Nabi yang lama dinanti."

"Apa artinya semua itu?" tanya orang Quraisy yang ada di dalam pendapa.
"Sesungguhnya aku dapat mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian bawah tulang rawan di pundaknya yang mirip buah apel," kata sang Rahib.

Sang rahib pun membuatkan makanan buat perbekalan mereka.
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW pun dipanggil untuk menemui si rahib,
Saat itu pula, ketika Rasulullah SAW berjalan, tiba-tiba saja awan menaungi beliau.
Rahib pun semakin yakin dengan kenabian Muhammad SAW.

Lebih mencengangkan lagi.
Ketika Muhammad berjalan selain dinaungi awan, pohon yang sebelumnya menaungi orang Quraisy di tempat duduknya, tiba-tiba saja pohon-pohon itu beralih menaungi Muhammad.
Semua dibuat takjub dengan apa yang terjadi.

"Lihatlah, naungan pohon ini pinda kepadanya," kata si rahib.
"Bukankah ini suatu mukjizat dan bukan sihir?" kata rahib lebih lanjut.

Bukti Bahwa Allah Tidak Tidur

Kisah Islamiah hadir dengan santapan rohani di saat sahur ini, kisah Nabi kali ini.
Ada kisah yang dapat membuktikan bahwa Allah SWT itu tidak tidur. Kisahnya terjadi pada Zaman Nabi Musa as.


Kisahnya.
Pada jaman dahulu ada seorang dari Bani Israil yang merupakan umat nabi Musa as bertanya,
"Wahai Musa, apakah Tuhanmu tidur?"
"Takutlah kalian semua kepada Allah SWT," jawab Nabi Musa as.

Karena yang bertanya tak mendapatkan jawaban yang diinginkan, akhirnya si penanya ini mendesak kepada nabi Musa as untuk membuktikannya.
Tak lama kemudian Nabi Musa as mendapatkan sebuah wahyu,
"Wahai Musa, mereka telah bertanya kepadamu apakah Tuhanmu tidur? Maka ambillah dua botol kaca, lalu peganglah dia pada waktu malam hari."

Malam Menjelang.
Ketika malam tiba, Nabi Musa as kemudian mengambil dua botol kaca dan memegang dengan kedua tangannya. Dalam beberapa saat, nabi Musa as masih tetap mampu memegang botol-botol tersebut. Hingga pada akhirnya kantuk pun menyerang Nabi Musa as, sehingga botol yang dipegangnya hampir saja jatuh mengenai kedua kakinya.

Ditahannya kantuk itu sehingga Nabi Musa as masih dapat menyelamatkan kedua botol tadi agar tak jatuh. Kemudian nabi Musa as memegangnya kembali hingga pagi menjelang.
Saat pagi hari, tiba-tiba saja beliau diserang kantuk yang teramat sangat, dan kali ini beliau tak dapat menahan kantuknya hingga tertidur.

TIDUR

Tertidur.
Karena tertidur, otomatis botol yang dipegangnya terjatuh ke lantai dan pecah berantakan.
Kemudian Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as,
"Wahai Musa, seandainya aku tidur, niscaya langit akan jatuh menimpa bumi dan akan terjadi kehancuran seperti hancurnya kedua botol itu."

Nah, itu dia hal yang membuktikan bahwa Allah SWT selalu terjaga.
Selamat sahur sahabat, selamat menjalankan ibadah puasa.
Gambar hanya ilustrasi saja.

Rabu, 25 Juli 2012

7 Butir Batu Penghalang Pintu Neraka

Kisah Islamiah malam dengan kisah sahabat dan 7 buah batu.
Sungguh Allah SWT itu Maha Meninggikan (Ar-Raafi') kepada tiap hamba-hambaNya.
Seperti kisah berikut ini, lantara seorang laki-laki yang telah bersumpah Syahadat kepada batu-batu, akhirnya bisa masuk surga.


Kisahnya.
Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang sedang berdiri di bukit Arafah dengan menggenggam erat 7 buah batu di tangannya. Kemudian dia berkata,
"Wahai 7 butir batu, saksikanlah bahwa aku bersaksi Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah."

Tak beberapa lama kemudian laki-laki itu pun tertidur dengan pulasnya.
Dalam tidurnya, ia bermimpi bahwa seolah-olah hari kiamat telah tiba. Ia pun terkena hisab pula sehingga nampaklah amal kejelekannya.

"Wahai hamba Allah, engkau telah banyak melakukan kejahatan, banyak maksiat sehingga timbangan amal burukmu lebih berat ketimbang amal baikmu. Sekarang akan aku seret engkau ke dasar jurang neraka," kata malaikat.



Laki-Laki Diseret ke Neraka.
Malaikat pun akhirnya menyeret laki-laki itu hingga ke depan pintu neraka.
Namun, apa yang terjadi?
Pintu neraka ke satu itu telah tertutup oleh sebuah batu sehingga tidak bisa dimasuki.
Begitu pula dengan pintu neraka kedua, mereka terhalang oleh sebongkah batu lagi.

Para malaikat berusaha menyingkirkan batu itu, tetapi lagi-lagi mereka tidak mampu mengangkatnya. Kemudian malaikat menyeret laki-laki itu ke pintu neraka yang ketiga, keempat hingga ke tujuh, namun hasil yang didapatkan sama saja, tertutup sebongkah batu.

Allah SWT Maha Meninggikan.
Akhirnya, dibawalah laki-laki itu ke bawah 'Arsy dan terdengarlah firman Allah SWT,
"Wahai hambaKu. Telah engkau jadikan batu-batu itu sebagai saksi. Maka batu-batu itu pun tidak menyia-nyiakan hakmu. Sedangkan aku menyaksikan persaksianmu yang mengEsakan Aku, maka sekarang masuklah kamu ke dalam surgaKu."

Sungguh Maha Benar Allah dengan Segala FirmanNya.
Coba sikapi ayat Al Qur'an berikut ini.

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ الأرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya:
"Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Al-An'am: 165)

Selasa, 24 Juli 2012

Ulama akan Dipancung

Kisah Islamiah malam dengan kisah seorang ulama yang akan dipancung.
Karena keimanan dan kecerdikannya, sang pemancung tak bisa berbuat banyak dan akhirnya dibebaskan.

Asal mulanya adalah ketika sang ulama dinganggu oleh anak penguasa negeri itu, tapi si anak mengadu kepada ayanhnya.
Pemimpin ini berlaku sombong, namun akhirnya bertobat.

Setelah berakhirnya kisah Jenazah Rasulullah akan Dicuri Nasrani dan Setan Membuat Pikiran Manusia Bingung, dilanjutkan dengan kisah ulama yang akan dipancung, namun tak sampai terjadi.

Ulama

Kisahnya.
Dinukil dari kitan Mi'ah Qishshah diceritakan bahwa ada seorang ulama dari Bukhara yang sedang datang ke kota penguasa untuk mengunjungi saudaranya. Ulama tersebut adalah Abu Ghayyats.

Kebetulan di tengah jalan sang ulama bertemu dengan anak-anak penguasa yang bernama Amir Nashr bin Muhammad. Anak-anak tersebut sedang asyik bermain dengan para pengawalnya. Karena sudah saking asyiknya bermain, hingga mereka tak sengaja mengganggu perjalanan sang ulama.

Abu Ghayyats pun sudah memperingatkan kepada anak tersebut agar tidak mengganggunya lagi. Nasehatnya tak diindahkan bahkan mereka terus mengganggu.
Abu Ghayyats mengangkat kepalanya ke atas sembari berdoa kepada Allah SWT. Kemudian mengambil tongkat dan menggebuki anak-anak itu.

Mereka pun lari kocar-kacir menuju istana sang penguasa. Setibanya di kerajaan, si anak mengadukan Abu Ghayyats kepada ayahnya hingga jadi murkalah.
Abu Ghayyats pun dipanggil oleh sang penguasa akhirnya.



Pemimpin yang Suka Menghukum.
Setibanya di tempat, sang penguasa bertanya,
"Tidak tahukah engkau bahwa siapa saja yang membangkang terhadap penguasa, dia akan diberi makan siang di penjara?" kata Amir, sang penguasa.

Abu Ghayyats tidak takut sama sekali, bahkan dia malah membalas pernyataan penguasa.
"Tidak tahukah Anda siapa saja yang membangkang kepada Ar-Rahman (Allah SWT), dia akan diberi makan malam di neraka?" balas Abu Ghayyats.

Kontan saja pernyataan yang diberikan sang ulama membuat marah sang penguasa.
Akhirnya penguas memberikan hukuman pancung kepada Abu Ghayyats. Namun demikian sang penguasa memberikan kesempatan kepada sang ulama untuk mengucapkan kata-kata terakhirnya.

Sang Penguasa Tobat.
"Baiklah, sekarang mintalah apa keperluanmu, setelah itu aku akan menghukummu dengan penggal kepala," kata Amir.
"Kalau begitu, tulislah surat kepada Malikat Malik, penjaga neraka agar tidak menyiksaku kelak," kata Abu Ghayyats.

"Itu bukan wewenangku, maka mintalah yang lain saja," kata Amir.
"Kalau begitu, tulislah surat kepada Malikat Ridwan, penjaga surga, agar memasukkanku kelak di surga," kata Abu Ghayyats.
"Itu pun juga bukan wewenangku," kata Amir lagi.

"Kalau begitu, keperluanku hanya kepada Allah SWT saja yang merupakan Pemilik semua keperluan dan kebutuhan," tegas Abu Ghayyats.
Atas jawaban tegas dari Abu Ghayyats tersebut, akhirnya sang ulama dibebaskan bahkan dia malah dipuji karena keimanan yang dia miliki.
Sang pemimpin itu akhirnya bertobat kepada Allah SWT.

Sabtu, 21 Juli 2012

Setan Membuat Pikiran Manusia Bingung

Kisah islamiah di malam hari ini hadir dengan kisah setan dan iblis, setelah sebelumnya postingan tentang Jenazah Rasulullah akan Dicuri Nasrani, yang sangat menarik sekali untuk disimak.

Eiit...namun kisah baru ini juga tak kalah menariknya loh.
Setan yang menyamar menjadi manusia, menghadap Rasulullah SAW untuk membuat bingung pikiran manusia.

Memang sih setelah iblis diturunkan dari surga ke bumi, ia bersumpah akan terus menjerumuskan orang untuk berbuat maksiat dan melupakan perintah Allah SWT.
Gimana kisahnya.


Kisahnya.

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra.
Pada suatu hari para sahabat sedang duduk di hadapan Rasulullah SAW, dan tiba-tiba saja ada seseorang yang tak dikenal datang dan bergabung dalam acara itu.

Orang asing tersebut berwajah buruk, pakaiannya jelek dan kumal serta aromanya tak sedap.
Dengan pedenya orang tersebut melontarkan pertanyaan kepada Rasulullah SAW tanpa terlebih dulu uluk salam.

"Siapakah yang menciptakan Anda?" tanya orang itu.
"Wahai orang asing, aku dan kamu serta semua makhluk di bumi dan di langit ini merupakan ciptaan Allah SWT," ujar Rasulullah SAW.
"Lalu siapa yang menciptakan langit dan bumi?" tanya orang asing itu lagi.
"Langit dan bumi jua merupakan ciptaan Allah SWT," jelas Rasulullah SAW.

Setan Tumbuhkan Keraguan.
Orang asing itu menganggukkan kepalanya seakan setuju dan paham maksud yang diutarakan oleh Rasulullah SAW. Namun apa yang terjadi.
Orang asing itu kemudian melayangkan pertanyaan kembali, dengan pertanyaan yang tidak umum sama sekali.

"Jika demikian, siapakah yang menciptakan Allah SWT," tanya orang asing itu.
"Subhanallah...Maha Suci Allah," ujar Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW terdiam sejenak dan mengamati orang asing itu yang berkata aneh itu. Bukankah Allah SWT memiliki sifat Wujud, Qidam, Baqa dan seterusnya.
Setelah diamati dalam-dalam, Rasulullah SAW mengetahui bahwa orang asing itu adalah jelmaan setan.

Karena merasa Rasulullah sudah mengetahui jati dirinya, akhirnya orang itu segera pergi meninggalkan tempat itu. Rasulullah SAW menyuruh kepada para sahabatnya untuk mengejar dan menangkap orang asing itu.
"Panggillah laki-laki itu," perintah Rasulullah SAW.
Para sahabat kemudian mencari laki-laki asing itu, tapi mereka tak menemukannya.

Orang asing itu lenyap seketika bak ditelan bumi saja.
Lantas salah seorang sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah SAW, siapakah laki-laki itu."
"Ketahuilah, ia adalah setan, ia datang untuk membuat kalian ragu-ragu dalam agama kalian," jelas Rasulullah SAW,

Kamis, 12 Juli 2012

Jenazah Rasulullah akan Dicuri Nasrani

Kisah Islamiah dengan Kisah Nabi Muhammad SAW.
Sungguh Rasulullah ini dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, semasa hidup maupun sesudah meninggalnya.
Terbukti, meski ada orang yang akan menggali makan beliau, namun tetap dilindungi.


Kisahnya.
Sumber cerita adalah dari Ali Hafidz yang merupakan sejarawan islam dalam kitabnya Fusul min Tarikhi Al Madinah Al Munawarah. Peristiwanya terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H.
Secara diam-diam, pemerintah Eropa Kristiani telah menyusun rencana untuk mencuri jenazah Nabi Muhammad SAW.

Mereka kemudian mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan aksi keji mereka.
Bertepatan pada musim haji, orang-orang tersenut menyamar sebagai jamaah haji.

Keduanya ditugaskan untuk melakukan pengintaian terlebih dahulu, mencari kesempatan yang baik untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW. Setelah melakukan pengintaian, keduanya memberanikan dirinya untuk menyewa sebuah penginapan di dekat makam Nabi Muhammad SAW.

Mereka membuat lubang dari kamar dalam kamar penginapan tersebut menuju ke makam Rasulullah SAW. Belum sampai pada akhir penggalian, rencana tersebut digagalkan.

Petunjuk Mimpi.
Pada suatu hari, Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki yang merupakan penguasa Islam saat itu telah mendapat petunjuk melalui mimpi. Sang Sultan bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW sambil menunjuk dua orang lelaki bermambut pirang dan berjambang.

"Wahai Mahmud, selamatkanlah jasadku dari maksud jahat kedua orang ini," tutur Rasulullah SAW.

Sultan Mahmud lantas terbangun dalam keadaan gelisah tiada tara. Ia kemudian melaksanakan shalat malam dan kemudian kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW dengan maksud sama sebanyak tiga kali dalam semalam.

Pada malam itu juga Sultan melakukan perjalanan dari Damsyik ke kota Madinah. Sesampainya di Madinah, Sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah ke makam Nabi SAW.

Pagi harinya Sultan berkoordinasi dengan penguasa Madinah.
Saat yang tepatpun datang, ketika Menteri jamaluddin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah untuk menerima sembako.
Kesempatan itu digunakan Sultan untuk mencermati, mencari orang yang ada di lihatnya dalam mimpi. Namun Sultan tak menemukan orang yang ada dalam mimpinya itu.

Menteri Jamaluddin bertanya kepada penduduk,
"Apakah di antara kalian ada yang belum mendapatkan sembako dan hadiah dari Sultan?"
"Ada dua orang dari Maghribi yang belum mendapatkan jatah, keduanya selalu berjamah di Masjid Nabawi," ujar salah seorang penduduk.



Dihukum Mati.
Kemudian Sultan memrintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Alangkah terkejutnya Sultan ini begitu melihat kedua orang tadi, ternyata merekalah yang dilihatnya dalam mimpi.
Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia, Spanyol. Mesli Sultan mendesak bertanya tentang kegiatan meraka di Madinah, namun mereka tetak mau mengaku.

Kemudian Sultan bersama menteri dan pengawal pergi menuju ke penginapan dua orang jamaah dari Andalusia itu. Sesampainya di rumah, mereka menemukan sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf Al Qur'an. Pada saat itulah Allah SWT memberi ilham, Sultan Mahmud tiba-tiba membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut.

Masya Allah...
Sultan menemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang yang menuju ke makam Nabi SAW. Seketika itu juga Sultan menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya.

Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus Raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, pada keesokan harinya mereka berdua dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi Muhammad saw kemudian mayatnya di bakar.