Monday, August 3, 2015

Kisah Sang Raja Menantang Mukjizat

Sahabat kisah, Nabi Muhammad SAW adalah Rasul terakhir yang diutus ke dunia. Begitu banyaknya mukjizat yang ada pada diri Rasulullah SAW ini.

Mukjizat yang diberikan kepada Beliau bukanlah ajang pamer, melainkan ada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Al Qur'an Al Karim adalah mukjizat yang terbesar Nabi.

Kisahnya

Pada zaman Rasulullah SAW dahulu, ada seorang raja yang sangat bengis dan zalim, raja tersebut bernama Raja Habib. Entah kenapa sang raja ini ingin bertemu langsung dengan nabi.

Maka diundanglah Rasul ke istana Raja Habib. Beliau memakai jubah warna merah dan surban yang hitam. Tak tahu juga entah kenapa ketika bertemu Rasulullah, Raja Habib hatinya lemah lembut, padahal dia ini terkenal sangat keras perangainya.


Nabi pun dipersilahkan duduk di sebelah raja, lalu mereka mengobrol sejenak. Rupanya raja ingin mengetahui kebenaran akan desas desus soal Nabi Muhammad yang mengaku Utusan Tuhan.

Raja Habib bertanya,
"Wahai Muhammad, benarkah berita yang aku dengar bahwa kamu mengaku sebagai utusan Tuhan?"
"Benar, " jawab Nabi SAW.

"Sekiranya kamu memang benar utusan Tuhan, tentu kamu juga memiliki mukjizat seperti nabi-nabi lain sebelummu, "ujar Raja Habib.
"Apa yang Raja inginkan?" tanya Rasulullah SAW.
"Saya ingin melihat kejadian yang belum pernah terkadi sebelumnya, yaitu melihat matahari terbenam sebelum waktunya, kemudian bulan terbit, lalu turun ke bumi. Setelah itu bulan terbelah menjadi dua, lalu masuk pakaianmu, selanjutnya bulan itu akan keluar dari lengan bajumu yang kanan dan kiri. Kemudian bulan itu kembali utuh di atas kepalamu dan bulan itu membenarkan kenabianmu, "kata Raja Habib.





"Sekiranya aku bisa melakukannya, apakah Anda akan beriman kepada Allah SWT? "tanya Rasulullah SAW.
"Iya..., saya akan percaya bahwa kamu adalah utusan Tuhan, "jawab Raja Habib.

Untuk meyakinkan kepada sang raja, Rasulullah SAW pun mendaki bukit yang bermana "KUBAI" , kemudia berdoa kepada Tuhan.

Kemudian di luar penglihatan sanga raja, Malaikat Jibril turun ke bumi untuk menyampaikan jawaban dari doa Nabi. Setelah malaikat membaca ayat-ayat Allah SWT, maka terjadilah suatu peristiwa yang tidak masuk akal dan saksi hingga sekarang ini yang masih adalah bukit Kubai.

Fenomena Ganjil.

Matahari perlahan bergerak menuju barat sebelum waktunya, siang bergantu malam dengan cepat. Lalu bulan pun terbit dan terbelah menjadi dua. Bulan kemudian turun menghampiri Nabi SAW dan masuk jke dalam jubah beliau.




Kemudian bulan perlahan keluar dari lengan baju Nabi yang kanan dan yang kiri, setelah itu bulan tersebut menyatu kembali tepat di atas Rasulullah SAW sambil mengucapkan syahadat. Kemudian bulan kembali ke tempatnya, dan matahari muncul kembali.

Subhanallah...

Sang raja saja tertegun dan hanya bisa bengong saja melihat pemandangan tersebut. Bagaimana bisa hal itu terjadi, padahal secara nalar hal itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh siapapun termasuk tukang sihit. Hanya Tuhan saja yang mampu memperlihatkan kejadian yang sangat menakjubkan ini pikirnya.

Begitu tersadar dari terpananya, sang raja langsung mengakui kenabian Nabi dan membaca syahadat.

Tentu ada yang bertanya-tanya, bagaimana bisa membelah bulan, bagaimana bisa matahari bergeser tenggelam sebelum waktunya, bagaimana bulan bisa masuk ke dalam jubah? Bukankah bulan itu besar bentuknya? Apa bulannya mengecil?

Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang tak mampu manusia menjawabnya. Itulah kekuatan Allah SWT, tak ada satu pun yang menandinginya. Allah Sungguh Maha Besar.

Saksinya adalah Bukit Kubai....

Subhanallah..
Allah Maha Besar.

Friday, July 3, 2015

Berkelahi dengan Setan

Namanya setan atau iblis itu bisa menjelma seperti apa saja ketika akan mengganggu manusia.

Seperti pada kisah berikut ini dimana salah satu sahabat Rasulullah SAW digoda setan yang berwujud sebagai seorang manusia.

Adalah sahabat Nabi SAW berhasil mengalahkan setan yang berwujud manusia berkat Allah SWT dan setianya kepada Nabi Muhammad SAW yang disayanginya.

Bagaimana sahabat ini bisa menang saat berkelahi dengan setan? Bagaimana kisahnya?


Berikut Kisahnya


Pada suatu waktu, Ali bin Abi Thalib ra bersama Rasulullah SAW dan beberapa sahabat lainnya dalam sebuah perjalanan.

Setelah berjalan beberapa lama, Rasulullah SAW merasa haus. Kemudian menyuruh sahabat Ammar bin Yasir untuk mencari air.

"Pergi dan ambillah air minum dari mata air, "perintah Rasulullah SAW kepada Ammar.




Kemudian Ammar pergi untuk mencari air minum di mata air terdekat. Namun tak disangka Ammar, tiba-tiba saja ada seseorang dalam bentuk budak berkulit hitam muncul di hadapan Ammar.

Budak berkulit hitam itu bermaksud menghalangi Ammar mengambil air dari mata air tersebut.

"Jangan hiraukan aku, maka aku akan membiarkan Anda mengambil air dari mata air itu."

Namun ketika Ammar mengambil air untuk yang ketiga kalinya, budak itu menghalanginya. Tanpa pikir panjang lagi, Ammar langsung menghajar budak itu serta membanting tubuhnya ke tanah.

Setelah melapor kepada Rasulullah SAW, para sahabat diberitahu oleh Nabi SAW,
"Sesungguhnya dia adalah setan yang telah menghalangi antara Ammar dan sumber air itu. Bentuknya seperti seorang budak berkulit hitam, dan Allah memenangkan Ammar berkelahi dengan dia."





Berkelahi dengan Setan


Selanjutnya, Ali ra bercerita,
Kami lalu menemui Ammar dan memberitahu dia tentang apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Ammar mengatakan, "Demi Allah, seandainya aku tadi tahu kalau dia adalah setan, niscaya sudah kubunuh dia."
(HR. Al-Hakim dan Baihaqi).

Thursday, June 4, 2015

Iblis Tewas Ditombak Malaikat

Suatu hari nanti, Iblis juga akan dimatikan oleh Allah SWT. Pada saat malaikat maut akan membinasakannya, iblis lari ketakukan dan menjerit laksana orang yang sangat kesakitan.
Karena saking sakitnya, membuat iblis jatuh pingsa tak sadarkan diri.


Dalam kitab karya Imam Abdirrahim bin Ahmad Al Qadhiy telah diceritakan bahwa pada saat sangkakala kematian ditiup, maka terkejutlah semua penghuni langit dan bumi.

Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

Artinya:
" Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)."
(QS. Al Hajj : 1).

Keadaan Pada Hari Kiamat


Pada saat itu, gunung-gunung bisa berjalan, langit menjadi terbalik dan bumi bergoncang hebat, orang hamil akan melahirkan bayinya, lalu orang yang sedang menyusui akan lupa pada anak yang disusuinya. Anak-anak kecil jadi beruban, matahari mengalami gerhana, manusia lupa diri dan setan pun menjadi bingung karenanya.






Disebutkan, bahwa pada waktu itu iblis berlarian ke sana ke mari karena takut serta bingung.

Kemudian malaikat maut memanggil para malaikat untuk membuka pintu-pintu neraka. Maka, turunlah malaikat maut dengan rupa yang sangat menakutkan.

Setelah sampai di hadapan iblis, malaikat maut menangkapnya hingga pingsan. Iblis menjerit dengan jeritan yang seandainya seluruh penghuni langit dan bumi mendngarnya, maka akan pingsanlah mereka karena jeritan iblis yang sangat keras dan hebat tersebut.

Iblis Tewas Ditombak Malaikat


Malaikat maut berkata kepada iblis,
"Hai iblis, rasakanlah olehmu kematian pada hari ini, berapakah umur yang telah engkau habiskan dan berapakah lamanya engkau telah menyesatkan (manusia).





Maka larilah iblis ke arah timur, namun setelah sampai di timur, malaikat maut sudah berada di sana. Iblis pun kemudian berlari ke arah barat dan malaikat maut sudah berada di sana. Kemanapun iblis berlari, malaikat maut selalu ditemuinya.

Iblis berkata, "Hai malaikat maut, dengan gelas apa engkau memberiku minum?"
Malaikat maut menjawab, "Dengan gelas dari neraka Lazha dan neraka Sa'ir".

Iblis kemudian terjatuh ke bumi berkali-kali sehingga ia berada di tempat yang sangat hina dan dilaknati.

Lalu, malaikat Zabaniyah menarik dan menikamnya dengan tombak, maka iblis pun mengalami sakaratul maut yang amat menyakitkan.

Thursday, May 7, 2015

Raja Fir'aun dan Rakyatnya Diserang Kutu

Assalamu'alaikum...

Dahulu pernah ada kejadian bahwa Jawa Timur telah diserang oleh banyak ulat bulu. Namun ketahuilah bahwa pada zaman dahulu juga pernah terjadi hal yang serupa meskipun bukan ulat bulu yang melanda, melainkang diserang oleh berbagai macam belalang.


Kisah ini tertulis di dalam Al Qur'an Surat Al A'raf ayat 133.

Allah SWT berfirman,

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Artinya:
"Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah[558] sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa."

[558] Maksudnya: air minum mereka beubah menjadi darah.

Kisahnya

Telah dikisahkan bahwa Nabi Musa as yang selalu berdakwah kepada kaumnya, ditentang oleh Raja Fir'aun. Bahkan dengan angkuhnya Raja Fir'aun mengaku sebagai Tuhan dan menyuruh Mesir untuk menyembahnya.

"Wahai Musa, aku memiliki kerajaan besar" , akulah Tuhan itu, kata Fir'aun.






Akibat keangkuhannya itu, akhirnya Allah SWT mengazab negeri Fir'aun dengan didatangkannya banykak kutu-kutu. Kutu-kutu itu membanjiri seluruh negeri Fir'aun sehingga membuat rakyanya sakit gatal-gatal.

"Wahai Fir'aun, jika engkau adalah Tuhan, maka hilangkanlah kutu-kutu ini, "tukas salah seorang rakyatnya.

Banjir Kutu

Ternyata Fir'aun tidak bisa membasmi kutu-kutu itu, meskipun dia telah mengerahkan seluruh bala tentaranya. Malah kutu-kutu itu terus bertambah entah dari mana datangnya. Hal ini membuat rakyat Fir'aun stres dan akhirnya Fir'aun mendatangi Nabi Musa as meminta bantuannya.





"Wahai Musa, mohonkanlah untuk kami pada Tuhanmu dengan perantaraan kenabian yang diketahui Allah SWT ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab (banjir kutu) itu dari kami, maka pasti kami akan beriman kepadamu, "ucap Raja Fir'aun memohon.

Walhasil, Nabi Musa as menyanggupinya dan berdoa kepada Allah SWT. emudian atas perintah Allah SWT, Nabi Musa as memukulkan tongkatnya ke tanah. Di luar nalar manusia, seketika lenyaplah kutu-kutu itu dari negeri Fir'aun.

Nabi Musa as kemudian menagih janji Fir'aun dan ternyata Fir'aun mengingkari janjinya. Meski begitu, Nabi Musa as masih berikap sabar atas kelakuan Fir'aun ini.

Wassalamu'alaikum...