Senin, 15 September 2014

Suka Duka Malaikat Maut saat Mencabut Nyawa

Assalamu'alaikum wr. wb.

Jumpa lagi dengan blog kesayangan kita ini dan pada kali ini bercerita mengenai kisah malaikat yang berjudul "Suka Duka Malaikat Maut Saat Mencabut Nyawa" seorang manusia. Ada kalanya Malaikat Izrail menangis, atau tertawa namun juga ada terkadang takjub, terkejut dengan lokasi pemandangan insan yang akan dicabut nyawanya tersebut.
Bagaimana kisahnya...

Berikut Kisahnya


Allah SWT pernah bertanya kepada Malaikat Maut,
"Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?"
Maka malaikat pun menjawab,
"Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget."
"Apa yang membuatmu tertawa?"
"Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun."
"Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu, dia sudah kucabut nyawanya."

Allah SWT bertanya, "Apa yang membuatmu menangis?"
Maka malaikat menjawab,
"Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus, dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir di gurun tersebut. Lantas kucabut nyawa wanita itu sambil menangis karena mendengar tangisan bayi tersebut yang tak seorangpun mengetahui hal itu."

"Lalu apa yang membuatmu terkejut dan kaget?"
Malaikat menjawab,
"Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari kamarnya. Setiap kali aku mendekati cahaya itu, semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku. Lalu aku cabut nyawanya disertai cahaya tersebut."

Allah SWT bertanya lagi,
"Apakah kamu tahu siapa lelaki itu?"
"Tidak tahu, ya Allah."
"Sesungguhnya lelaki itu adalah bayi dari ibu yang kau cabut nyawanya di gurun pasir gersang itu. Akulah yang menjaganya dan tidak membiarkannya."

Itulah kisah Malaikat Pencabut Nyawa yang dengan jujur mengatakan kepada kita semuanya melalui kitan Tadzkirah sebuah karya karangan Imam al-Qurthubi.

Wassalamu'alaikum wr wb

Rabu, 20 Agustus 2014

28 Nama Gelar Jin Dalam Istilah Orang Melayu

Assalamu'alaikum wr. wb.
Kisah teladan islami hadir kembali buat para pembaca sekalian. Kali ini akan dibahas istilah-istilah atau sebutan untuk jin bagi orang-orang melayu termasuk negara Indonesia ini.

Jin itu menurut orang-orang Melayu memiliki beberapa nama dan gelar menurut perwatakan dan bentuk penjelmaan mereka. Kebanyakan nama-nama jin itu dimulai dari hantu.

Hantu-hantu tersebut sebenarnya adalah dari golongan jin. Hanya saja orang-orang Melayu telah menggap bahwa hantu itu adalah makhluk yang berbeda dengan jin. Aneh bukan...hantu bukan jin jadinya, melainkan makhluk Allah SWT lainnya. Diantara jin-jin yang populer di kalangan masyarakat Melayu adalah sebagai berikut di bawah ini.

28 Nama Gelar Jin Dalam Istilah Orang Melayu

1. Hantu Rsya.
2. Hantu Toyol.
3. Hantu Pelesit.
4. Hantu Kubur.
5. Hantu Jerangkung.
6. Hantu Galah.
7. Hantu Bungkus.
8. Hantu Bidai.
9. Harimau Jadian.
10. Hantu Pontianak.
11. Hantu Langsuir.
12. Hantu Air.
13. Hantu Pari.
14. Hantu Laut.
15. Jin Tanah.
16. Hantu Pochong.
17. Hantu Pari-Pari.
18. Jembalang Tanah.
19. Hantu Polong.
20. Harimau Penanggal.
21. Hantu Bukit.
22. Hantu Punjut.
23. Hantu Bawah Tangga.
24. Hantu Kum-Kum.
25. Hantu Mati Dibunuh.
26. Hantu Kopek.
27. Hantu Tetek.
28. Hantu Tengelong.

Itulah 28 nama-nama atau gelar hantu menurut orang Melayu yang terkenal. Masih banyak nama-nama lainnya yang belum dikenali dan juga tida disebutkan di atas karena sebenarnya jumah jin itu sangatlah banyak sekali. Bahkan di tempat yang sempit pun bisa didiami oleh jutaan jin.

Mungkin dari sahabat-sahabat ada yang bisa menambahkan, silahkan berkomentar ya.
Dan untuk nama-nama gelar jin di negara Indonesia, Insya Allah akan menyusul dalam postingan berikutnya.

Senin, 04 Agustus 2014

6 Ciri Malaikat Maut

Nabi Ibrahim Melihat Raut Wajah Malaikat Izrail begitu menyeramkan ketika diperlihatkan rupa ketika mencabut orang-orang yang banyak dosanya. Langsung pingsan di tempat

Nabi Ibrahim as rupanya masih penasaran dengan cara Malaikat Izrail yang bertugas mencabut nyawa.
Oleh karena itu, sebelum nyawanya dicabut, ia lebih dulu minta ditunjukkan perbedaan wajah Malaikat Maut saat mencabut nyawa orang yang beriman dan orang yang banyak dosanya.

Kisahnya

Tentu dan pasti setiap orang akan mengalami kematian. Yang membedakan hanyalah cara mereka mati saja, apakah husnul khatimah atau su'ul khatimah. Semua itu bergantung dengan amal yang mereka lakukan selama hidup di dunia.

Bagi orang-orang yang selama hidupnya banyak beribadah kepada Allah SWT, malaijat maut akan mencabut nyawa mereka dengan cara yang baik, bahkan terbilang sangat sopan.
Lihat saja kematian para nabi, selaku orang yang selama hidupnya banyak menghabiskan waktunya hanya dengan menyemnbah Allah SWT dan meninggalkan semua laranganNya.

Bukti kalau malaikat memiliki cara tersendiri dalam mencabut nyawa seseorang dapat kita lihat dalam kisah Nabi Ibrahim as ketika beliau berdialog dengan malaikat maut sebelum meninggal dunia. Sebab Nabi Ibrahim as masih penasaran dengan cara malaikat maut mencabut nyawa seseorang yang satu dengan yang lain tidaklah sama amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Nabi Ibrahim as Pingsan

Dikisahkan bahwa sebelum malaikat mau mencabut nyawanya, Nabi Ibrahim sempat berdialog dengan makhluk Allah SWT yang ditugaskan untuk mencabut nyawa manusia itu.
Nabi Ibrahim as penasaran sekali tentang sakaratul maut dan cara mereka mencabut nyawa seseorang.

Oleh karena itu, pada saat bertemu malaikat mau, ia pun bertanya kepadanya,
"Wahai Malaikat Maut, dapatkah engkau memperlihatkan wajahmu saat engkau mencabut nyawa manusia yang gemar berbuat dosa?"
"Engkau tidak akan sanggup melihat rupaku saat aku mencabut nyawa manusia yang banyak berdosa," jawab malaikat maut.
"Aku pasti sanggup," tegas Nabi Ibrahim as dengan penuh percaya diri.
"Baiklah kalau begitu, berpalinglah dariku," pinta malaikat maut.

Pada saat Nabi Ibrahim as berpaling kembali, di hadapannya telah berdiri sosok yang menyeramkan, makhluk berkulit hitam legam, rambutnya berdiri, berbau busuk dan berpakaian serba hitam.
Dari hidung dan mulutnya tersembur jilatan api. Seketika itu pula Nabi Ibrahim as jatuh pingsan tak sadarkan diri karena tidak sanggup melihat rupa malaikat maut tersebut.

Ketika tersadar kembali, beluau pun berkata kepada malaikat maut,
"Wahai Malaikat Maut, seandainya para pendosa itu tidak menghadapi sesuatu yang lain dari wajahmu di saat kematiannya, niscaya cukuplah itu menjadi hukuman untuknya," terang Nabi Ibrahim as.

Jadi begitulah wujud, rupa dan penampakan Malaikat Maut yang sebenarnya. Menyeramkan.

6 Ciri rupanya adalah:

1. Berkulit hitam legam.
2. Rambutnya berdiri.
3. Berbau busuk.
4. Berpakaian hitam.
5. Dari hidungnya keluar api.
6. Dari mulutnya tersembur jilatan api.

Wallahu A'lam...

Kamis, 12 Juni 2014

Nabi Ilyasa Bisa Menghidupkan Orang Mati

Assalamu'alaikum wr. wb.

Selamat malam sahabat, kisah teladab Islami hadir kembali menemani kalian dengan kisah Nabi Ilyasa yang jarang ditulis oleh banyak orang. Kali ini kisahnya mengenai kemampuan Nabi Ilyasaa yang bisa menghidupkan kembali seseorang yang sudah mati. Sangat bagus untuk kita karena bisa dijadikan pelajaran untuk umat manusia bahwa lewat tangan utusanNya, apapun bisa terjadi dan dapat dilakukan dengan entengnya.

Salah satu nabi yang namanya disebut dalam Kitab Taurat dan Kitab Suci Al Qur'an adalah Nabi Ilyasaa. Salah satu mukjizat terbesarnya adalah kemampuannya menghidupkan mayat.

Berikut Kisahnya

Ilyasa atau yang disebut dengan Al Yasa adalah nabi selanjutnya untuk bangsa Israil. Beliau memiliki garis keturunan yang sama dengan Nabu Muhammad, Harun dan Ilyas. Dalam Al Qur'an namanya telah disebutkan Allah SWT sebagai orang yang mulia.

Allah SWT berfirman,

وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ وَكُلٌّ مِنَ الأخْيَارِ

Artinya:
"Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. semuanya Termasuk orang-orang yang paling baik."
(QS. Shaad: 48).

Nabi Ilyasa merupakan nabi terpilih sebagai penerus Nabi Ilyas yang namanya disebut juga dalan kisah Nabi Ilyas. Pada saat itu Nabi Ilyas sedang dikejar-kejar oleh kaumnya dan bersembunyi di rumah Al Yasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai Yordania.

Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit, yang kemudian Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Dan setelah sembuh, Ilyasa pun diangkat anak oleh Nabi Ilyas. Beliau selalu menemani Nabi Ilyas untuk menyerukan pada jalan kebaikan.

Ilyasa melanjutkan tugas kenabian tersebut begitu Nabi Ilyas meninggal dunia. Ilyasa melanjutkan misi ayah angkatnya agar kaumnya kembali taat kepada ajaran Allah SWT.

Namun Ilyasa baru mengerti bahwa manusia begitu mudah kembali ke jalan yang sesat. Hal itu terjadi tak lama setelah Nabi Ilyas wafat. Padahal masyarakat lembag sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Nabi Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan.

Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Ilyasa dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang sangat luar biasa.

Mampu Menghidupkan Mayat

Nabi Ilyasa juga menghadapi sikap penyangkalan Raja dan Ratu Israel terhadap agama sepeninggal Nabi Ilyas. Nani Ilyasa menunjukkan banyak mukjizat untuk menunjukkan kekuasaan Allah SWT, akan tetapi mereka malah menyebutnya tukang sihir. Sama persis ketika mereka menyebut Nabi Ilyas sebelumnya.

Mereka terus menerus membangkang sepanjang hidup Nabi Ilyasa.
Setelah selang beberapa lama, bangsa Israel ditaklukkan oleh bangsa Assyria hingga menyebabkan kerusakan yang cukup parah di Israel.

Namun setelah itu, Nabi Ilyasa tetap meneruskan dakwahnya hingga umatnya taat kepada Allah SWT. Dalam kepemimpinanya, bani israel hidup rukun, tentram dan makmur karena berbakti pada Allah SWT. Namun sepeninggal Nabi Ilyasa, mereka kembali kufur dengan menyembah berhala.

Dalam cerita dikisahkan pada saat segolongan Bani Israel membunuh seseorang dan dikuburkan di kuburan Nabi Ilyasa, tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan rombongan orang. Saat itu juga mereka melemparkan mayat itu dan tubuhnya mengenai tulang belulang Nabi Ilyasa.
Maka saat itu juga Allah SWT menghidupkan kembali mayat tersebut.
Subhanallah..

Demikian Kisah Mukjizat Nabi Ilyasa as, meskipun sudah meninggal dan tinggal tulang saja, namun ternyata tulang beliau mampu menghidupkan mayat.

Waasalamu'alaikum wr. wb.