Thursday, May 7, 2015

Raja Fir'aun dan Rakyatnya Diserang Kutu

Assalamu'alaikum...

Dahulu pernah ada kejadian bahwa Jawa Timur telah diserang oleh banyak ulat bulu. Namun ketahuilah bahwa pada zaman dahulu juga pernah terjadi hal yang serupa meskipun bukan ulat bulu yang melanda, melainkang diserang oleh berbagai macam belalang.


Kisah ini tertulis di dalam Al Qur'an Surat Al A'raf ayat 133.

Allah SWT berfirman,

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Artinya:
"Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah[558] sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa."

[558] Maksudnya: air minum mereka beubah menjadi darah.

Kisahnya

Telah dikisahkan bahwa Nabi Musa as yang selalu berdakwah kepada kaumnya, ditentang oleh Raja Fir'aun. Bahkan dengan angkuhnya Raja Fir'aun mengaku sebagai Tuhan dan menyuruh Mesir untuk menyembahnya.

"Wahai Musa, aku memiliki kerajaan besar" , akulah Tuhan itu, kata Fir'aun.






Akibat keangkuhannya itu, akhirnya Allah SWT mengazab negeri Fir'aun dengan didatangkannya banykak kutu-kutu. Kutu-kutu itu membanjiri seluruh negeri Fir'aun sehingga membuat rakyanya sakit gatal-gatal.

"Wahai Fir'aun, jika engkau adalah Tuhan, maka hilangkanlah kutu-kutu ini, "tukas salah seorang rakyatnya.

Banjir Kutu

Ternyata Fir'aun tidak bisa membasmi kutu-kutu itu, meskipun dia telah mengerahkan seluruh bala tentaranya. Malah kutu-kutu itu terus bertambah entah dari mana datangnya. Hal ini membuat rakyat Fir'aun stres dan akhirnya Fir'aun mendatangi Nabi Musa as meminta bantuannya.





"Wahai Musa, mohonkanlah untuk kami pada Tuhanmu dengan perantaraan kenabian yang diketahui Allah SWT ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab (banjir kutu) itu dari kami, maka pasti kami akan beriman kepadamu, "ucap Raja Fir'aun memohon.

Walhasil, Nabi Musa as menyanggupinya dan berdoa kepada Allah SWT. emudian atas perintah Allah SWT, Nabi Musa as memukulkan tongkatnya ke tanah. Di luar nalar manusia, seketika lenyaplah kutu-kutu itu dari negeri Fir'aun.

Nabi Musa as kemudian menagih janji Fir'aun dan ternyata Fir'aun mengingkari janjinya. Meski begitu, Nabi Musa as masih berikap sabar atas kelakuan Fir'aun ini.

Wassalamu'alaikum...

Wednesday, April 15, 2015

Kisah Kematian Nabi Yahya as

Nabi Yahya as adalah seorng Nabi yang tak pernah takut sedikitpun menyampaikan kebenaran kepada umatnya. Bahkan demi membela kebenaran, ia pun rela dibunuh oleh penguasa pada saat itu. Berdakwah tidak setengah hati dilakukan oleh Nabi Yahya as terhadap siapa pun termasuk kepada sanga penguasa.

Beliau tetap konsisten mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah tetaplah salah. Salah satu contohnya adalah pada saat ia menegaskan penolakan terhadap pernikahan Raja Herodus dan putri kandungnya sendiri yang bernama Hirodia. Sangatlah jelas kalau pernikahan dengan anak kandung itu adalah hal yang sangat dilaknat Allah SWT.

Bagaimana kisahnya.

Berikut Kisahnya

Nabi Yahya as hidup pada masa Raja Herodus. Dia adalah seorang raja yang bengis dan kejam. Namun begitu, Nabi Yahya as tak pernah kenal lelah berdakwah, tidak setengah-setengah. Pada waktu itu, Raja Herodus ingin memperistri anaknya sendiri yang bernama Hirodia, sebagai permaisurinya.
Kedua insan ini sudah sepakat, seia sekata dan hanya memerlukan persetujuan Nabi Yahya as, karena Nabi Yahya as saat itu adalahorang yang sangat dipercaya oleh rakyatnya. Namun Nabi Yahya as menolak menyetujui pernikahan antara ayah dan anak tersebut.

Calon permaisuri telah mendengar kabar berita tersebut, karena ia memang mencari tahu apa penyebab molornya acara pernikahan tersebut. Hirodia sangat marah mendengar keputusan Nabi Yahya as dan bermaksud membuat makar terhadap Nabi Yahya as.

Maka ditemuilah Raja Herodus untuk memuluskan rencanaya.
"Sekiranya engkau benar-benar cinta kepadaku, aku ingin bukti darimu, "Ucap Hirodia kepada Raja Herodus.
"Bukti apa yang engkau inginkan?" tanya Raja Herodus.
"Aku ingin Tuanku membunuh Nabi Yahya as agar tak ada lagi yang menghalangi rencana pernikahan kita, "jelas Hirodia.

Nabi Yahya as Wafat

Mendapatkan permintaan calon permaisurinya itu, Raja Herodus yang terkenal sangat kejam tak mau berpikir panjang lagi karena kecantikan Hirodia bagai bulan purnama, matanya yang jernih bagai bintang kejora dan tubuhnya ramping seksi dengan rambutnya yang panjang sehingga membuat makin indah dipandang.

Raja Herodus langsung memerintahkan para prajuritnya untuk segera menangkap Nabi Yahya as dan memasukkannya ke dalam penjara.






"Wahai Yahya, jelaskan padaku kenapa engkau melarang pernikahan kami, "tanya Raja Herodus.
"Ketahuilah bahwa Allah SWT melarang pernikahan antara ayah dan anak. Allah SWT juga melaknat siapa saja yang melakukan pernikahan seperti itu, "jawab Nabi Yahya as.
"Kami tidak peduli, sekarang akuilah dan umumkanlah kepada rakyatku bahwa engkau merestui rencana pernikahan kami, "ujar Raja Herodus.
"Demi Allah SWT, aku tidak akan mengatakan benar bila kenyataannya salah, "jawab Nabi Yahya as tidak gentar.

"Baiklah kalau kamu tidak mau merestui, maka engkau akan aku bunuh, "ancam Raja Herodus.
"Tak ada sesuatu yang aku takuti kecuali azab Allah SWT, "jawab Nabi Yahya as dengan tenangnya.




Akhirnya Raja Herodus menyuruh para prajuritnya untuk membunuh Nabi Yahya as. Darah segar pun mengucur dengan deras mengiringi kematiannya. Nabi Yahya as wafat dalam memegang teguh syariat agama Allah SWT. Oleh karena itu, Allah SWT melaknat dan mengutuk jekejaman Raja Herodus, sehingga ditegaskan dalam Al Qur’an Surat An Nisa’ ayat 93.

Allah SWT berfurman,

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Artinya:
"Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya."

Sunday, March 29, 2015

Sejarah Oasis Nabi Musa

Berkat izin Allah SWT, Nabi Musa as mempunyai banyak mukjizat dan salah satunya adalah melalui tongkatnya. Pada saat tongkat itu dipukulkan ke sebuah batu, maka keluarlah mata air yang berkembang menjadi oasis. Bagaimana kisah sebenarnya? Inilah kisah true story atau memang benar-benar terjadi karena tertulis di dalam Al Qur'an.

Oasis merupakan sumber mata air yang ditemukan di daerah gurun pasir yang gersang, tandus dan kering. Di tengah lautan gurun pasir memang tidak banyak sumber air, jadi oasis ini sangat berarti bagi mereka yang tinggal di gurun. Untuk makanan mereka, Allah SWT menurunkan Manna yaitu sejenis makanan yang sangat manis dan Salwa sejenis burung untuk santapan mereka.

Kisahnya

Dalam sejarah Islam mengakui bahwa Nabi Musa as pernah membuat oasis di Gurun Sinai yang kering dengan cara memukulkan tongkatnya ke sebuah batu.

Kisah tersebut menjadi penyebab turunnya Surat Al Baqarah ayat 60, Allah SWT berfirman,

وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ

Artinya:
"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan."
(QS. Al Baqarah : 60).





Rasa Haus dan Lapar

Dikisahkan bahwa setelah terlepas dari kejaran Fir'aun dan pengikutnya yang tertelan lautan merah, Nabi Musa as bersama pengikut setianya melanjutkan perjalanan hingga sampailah mereka di Gurun Sinai yang cukup teduh dan nyaman untuk beristirahat. Di gurun itu banyak pepohonan yang tumbuh tinggi dan rindang sehingga dapat terlindung dari sengatan matahari yang cukup terik.

Selain itu, buah-buahan pun tumbuh dengan subur dilengkapi mata air yang mengalir di tengah-tengahnya. Para kafilah yang sedang berada dalam perjalanan jauh sering beristirahat di sana untuk melepaskan lelah, rasa lapar dan dahaga.






Ketika rombongan Nabi Musa as tiba di sana, ternyata sumber mata air itu sudah kering. Adanya rasa haus karena telah menempuh perjalanan panjang terasa mencekik leher. Belum lagi sinar matahari yang begitu terik membuat mereka tak kuasa melanjutkan perjalanan, tak kuat lagi menahan rasa dahaga.

Tubuh mereka begitu lelah dan merasa tak sanggup lagi untuk meneruskan perjalanan.
Pengikut Nabi Musa as berkata,
"Wahai Nabiyullah, sesungguhnya kami teramat haus dan lapar. Kami tak sanggup lagi meneruskan perjalanan ini."

Nabi Musa as begitu iba melihat kondisi pengikutnya yang letih karena kehausan dan kelaparan. Beliau pun berdoa kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk dimana mendapatkan air dan makanan agar bisa mengembalikan kondisi pengikutnya menjadi sehat dan bugar kembali.

Memukul Batu

Kemudian Nabi Musa as menengadahkan tangannya ke atas, lalu berdoa kepada Allah SWT. Mendengar doanya, Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 60 seperti di atas. Dalam ayat tersebut Nabi Musa as diperintahkan untuk memukul sebuah batu besar dengan tongkatnya.


Setelah mendapatkan petunjuk dari Allah SWT, Nabi Musa as menatap tongkatnya dengan perasaan bahagia. Tanpa ada keraguan sedikitpun, dipukullah sebuah batu besar dengan tongkat yang dipegangnya.

Subhanallah...
Sungguh suatu mukjizat yang sangat mencengangkan bagi Nabi Musa as dan pengikutnya. Mereka melihat batu besar yang baru saja dipukul memancarkan 12 belas mata air yang mengalir jernih dan sejuk. Mereka segera berebut meminum air tersebut. Rasa dingin dan segar segera mengalir ke dalam tubuh mereka.

Tenggorokan kering dan dahaga yang sudah menyiksa mereka pun hilang sat itu juga.
Nabi Musa as berkata,
"Berimanlah kepada Allah SWT karena semua ini atas kehendak-Nya."

Allah SWT ternyata memiliki maksud lain dibalik pancaran 12 mata air tersebut. Kaum Bani Israil di kemudian hari terpecah menjadi 12 kelompok sehingga air itu mengalir terus pada masing-masing kelompok dari Bani Israil. Sungguh Allah SWT Maha Adil. Demikianlah sejarah dari oasis Nabi Musa as.

Saturday, March 7, 2015

3 Cara Setan Memperdaya Anak Adam

Kisah Islamiah hadir kembali dengan kisah setan dengan sang ahli ibadah. Setan sangat putus asa menggodanya sehingga ia menyerah bahkan setan dengan rela hati memberitahukan kepada sang ahli ibadah, perkara apa saja yang biasa dilakukannya untuk memperdayai manusia.

Berikut Kisahnya.
Berbagai upaya telah dilakukan setan agar manusia terjerumus ke dalam kesesatan. Bukan hanya kepada orang awam saja, namun juga kepada manusia yang rajin beribadah kepada Allah SWT. Berkat perlindungan Tuhan, setan takluk di tangan orang ahli ibadah.


Setan berkata,
“Apakah kamu tidak menanyakan keluargamu, apa yang menimpamu setelah kamu mati?”
“Mereka telah mati sebelumku, “ujarnya.

“Apakah kamu tidak ingin bertanya kepadaku perkara-perkara apa saja yang aku lakukan untuk menyesatkan Anak Adam?” tanya setan lagi.
“Ya, coba ceritakan kepadaku tentang perkara yang kamu perbuat untuk menyesatkan anak Adam.”






“Aku menyesatkan mereka dengan tiga perkara yaitu kikir, marah, dan mabuk. Sesungguhnya jika seseorang kikir, maka aku memperkecil hartanya dalam pandangan mereka, maka dia menahan hartanya hak-haknya, “ujar setan.

“Sedangkan apabila seseorang marah, aku mempermainkan dia seperti anak-anak mempermainkan bola dengan cara memutar-mutarkannya. Apabila dia mendakwahi orang-orang bodoh dalam suatu dakwah, aku tidak putus asa darinya, “jelas setan.





“Dan yang terakhir, apabila mereka mabuk, aku menuntunnya kepada segala kejelekan seperti seekor kambing betina yang dituntun telinganya, mereka akan ikut kemana saja yang aku kehendaki, “ujar setan lebih lanjut.

Nauzubillah minzalik.
Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT dari godaan dan perdaya setan.
Jadi, setan memperdaya manusia melalui tiga cara yaitu:
1. Kikir.
2. Marah.
3. Mabuk.