Thursday, May 7, 2020

Sekaratnya Iblis Disaksikan Nabi Adam dan Hawa

Kala kiamat tiba, iblis dan bala tentaranya akan menghadapi sakaratul maut dengan penuh siksaan.

Pada saat itu, tak ada satu tempat pun bagi Iblis untuk bersembunyi dan Si Iblis akan menjerit dengan sekeras-keranya karena kesakitan dari mendapat siksaan dari Malaikat Maut. Dan tak hanya itu, Bapak Adam dan Ibu Hawa ternyata juga dihadirkan di hadapan Sekaratnya Iblis.

Bagaimana kisahnya...
Berikut Kisahnya

Pada Kitab karya agung dari Imam Abdirrahim bin Ahmad Al-Qadhiy, ketika hari kiamat tiba, semua makhluk yang hidup akan mengalami mati, tak terkecuali Iblis Laknatullah dan bala tentaranya.

Saat itulah Iblis mengalami saat-saat yang begitu menyakitkan kala Malaikat Maut mendatanginya dan mancabut nyawanya dengan sangat kasar sekali.


Di hari kiamat kelak, Malaikat Maut akan membentak kepada Iblis,

"Berhentilah kamu Iblis Laknatullah. Rasakanlah kepedihan kematian sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang yang engkau sesatkan dalam beberapa abad selama engkau hidup dan inilah hari yang ditentukan oleh Allah SWT terhadap kamu, maka kemanakah kamu hendak lari?"

Rasa Takut Iblis

Ia mencoba berlari menghindari Malaikat Maut itu, akan tetapi kemanapun Iblis menghindar, Mlaikat Maut selalu saja menemukannya. Lebih ringan Cahaya daripada Api (antara bahan pembuatan malaikat dan iblis), sehingga malaikat selalu lebih cepat daripada kecepatan iblis.

Tak ada satu tempat pun untuk bersembunyi pada saat hari kiamat. Kemudian iblis mencoba berlari menuju makam Nabi Adam as dan berkata,

"Karena kamulah aku mendapat laknat."

Dalam sekejap, Malaikat Maut telah sampai terlebih dulu di hadapan iblis. Kemudian Iblis bertanya,

"Minuman dan siksaan apakah yang akan ditimpakan terhadapku?"
"Kamu akan diberi minum dari Neraka Ladha, siksa yang kamu terima seupa dengan siksa ahli neraka tapi berlipat ganda."

Jetit Tangis Iblis

Mendengar hal itu, Iblis pun jatuh berguling-guling di atas tanah sambil menjerit sekuat-kuatnya. Kemudian ia berlari dari arah barat ke timur dan akhirnya sampai ke sebuah tempat dimana dia pertama kali diturunkan. Di tempat itu, iblis sudah dihadang oleh Malaikat Zabaniah dengan rantai di tangannya.

Tatkala bumi bagaikan bola api karena dikerumuni oleh Malaikat Zabaniah yang menikam dengan bebatuan dari neraka sehingga iblis meraakan siksa sakaratul maut yang amat sangat pedih.

Disaksikan Nabi Adam dan Hawa


Pada saat itu dipanggillah Nabi Adam as dan istrinya Siti Hawa agar melihat iblis yang sekarat.
Nabi Adam as berdoa,

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menyempurnakan Nikmat-Mu kepada kami."

itulah sedikit kisah yang membuat Iblis merasakan putus asa yang mendalam.

Thursday, February 6, 2020

Kekuatan Jin Melebihi Kekuatan Manusia

Jin memang memiliki kekuatan lebih jika dibandingkan dengan manusia. Seperti kisah jin Ifrit yang perkasa, bahkan Iblis sangat enggan menghormat kepada Nabi Adam as.

Allah SWT menciptakan jin dan akhirnya pada kesempatan yang dulu telah diberi kepercayaan untuk menjadi wali di muka bumi ini. Namun pada akhirnya jin justru malah merusak isi bumi.

Maka dari itu, Allah SWT kemudian menyerahkan amanat menjaga bumi kepada Nabi Adam as dan Nabi Adam as menyanggupinya.

Memang diantara jin-jin, ada yang mampu mendatangkan benda-benda berat dari tempat yang jauh dalam waktu yang super singkat. Jin tersebut bernama Ifrit yang mampu memindahkan singgasana Ratu Balqis dari negeri Saba' ke Baitul Maqdis dalam waktu super singkat yaitu sebelum seseorang berdiri dalam hal ini adalah Nabi Sulaiman as.


Bisa dibayangkan, padahal perjalanan normal bolak-balik antara negeri Saba' dan Syam membutuhkan waktu selama empat bulan. Kekuatan inilah yang membuat Iblis enggan hormat kepada manusia.

Kisah ini terdapat dalam surat An-Naml yaitu surat yang ke 27 dari Al Qur'an, ayat 39.

Allah SWT Berfirman,
"Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin.
"Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
(QS. an-Naml(27)-39).

Sungguh sangat kuat sekali golongan jin Ifrit yang cerdik ini. Kecepatannya bukan main diatas rata-rata kekuatan jin golongan lainnya. Namun ada kisah lagi, bahwa Jin Ifrit yang cerdik ini masih kalah kekuatannya dengan manusia yang taat kepada Allah SWT. Dalam Al Qur'an, ketika Jin Ifrit berkata demikian, ada seorang manusia yang tampil berdiri dan berkata bahwa dia sanggup membawa singgasana Ratu Balqis sebelum Nabi Sulaiman as berkedip.

Dan benar juga, ketika Nabi Sulaiman as berkedip, telah hadir di depannya singgasana Ratu Balqis. Sangat hebat dan kuat sekali kekuatan orang tersebut hingga Nabi Sulaiman as mengucapkan Puji Syukur kepada Allah SWT.
Subhanallah...

Thursday, July 11, 2019

Ramalan Pendeta Nasrani I - Tentang Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Abu Thalib pergi ke Syam bersama beberapa pemuda pemuka Quraisy dan Nabi Muhammad SAW.

Ketika di Syam, mereka bertemu dengan seorang pendeta yang meminta dengan sungguh-sungguh agar mereka tidak membawa Muhammad ke daerah orang-orang Romawi.

Pendeta itu berkata,
"Jika orang-orang Romawi melihat dan mengenal ciri-ciri yang dimiliki Muhammad, maka mereka akan menyiksanya."

Ketika pendeta itu menyarankan hal tersebut, Abu Thalib menoleh dan tiba-tiba muncul sembilan orang Romawi dari arah belakang.

Pendeta itu menyambut mereka dan berkata,
"Apa yang mendorong kalian datang?"
Mereka menjawab,
"Pendeta kami memberitahukan bahwa ada seorang nabi dari bangsa Arab menuju negeri kami di bulan ini, maka semua jalan dijaga oleh orang-orang untuk menangkapnya, dan kami ditugaskan ke jalan ini."


Pendeta itu berkata,
"Jika Allah telah menghendaki suatu perkara, maka apakah menurut kalian ada yang bisa menolaknya?"
Mereka menjawab,
"Tidak."

Pendeta itu berkata,
"Berbaitlah kepada nabi ini, sesungguhnya ia benar."
Mereka berbaiat bersama pendeta itu, kemudian mendatangi rombongan Abu Thalib.

Pendeta itu bertanya,
"Aku harap kalian menjaganya, siapa yang menjadi walinya?
Orang-orang Quraisy menjawab,
"Ini."
Sambil menunjuk ke arah Abu Thalib.

Pendeta itu terus menerus meminta Abu Thalib untuk menjaga Muhammad, sehingga Abu Thalib memulangkannya bersama beberapa orang termasuk Bilal.

Pendeta itu membekali Muhammad dengan roti dan minyak zaitun.

HR. Razin dari Ali bin Abu Thalib r.a

Saturday, July 6, 2019

Pidato Nabi Musa as - Penyebab Beliau Berguru kepada Nabi Khidir as

Menurut suatu riwayat (Fathul Baari, juz VI, hal 309), pada suatu hari Nabi Musa as berpidato dihadapan kaumnya dari Bani Israil. Nabi Musa as berdakwah kepada mereka untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT.

Mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Ungkapan-ungkapan kalimat yang disampaikan Nabi Musa as begitu memukau hati mereka sehingga mereka merasakan kesejukan siraman rohani, di tengah-tengah jalan hidup masyarakat Bani Israil yang sesat itu.

Ada yang Tanya Siapa Hamba Terpintar di Bumi

Sehabis pidato itu, Nabi Musa as ditanya oleh salah seorang dari kaumnya yang turut berkumpul bersama hadirin.

Dia berkata,
"Wahai Musa, siapakah yang lebih pintar diantara hamba-hamba-Ya di muka bumi ini?"

Nabi Musa as menjawab,
"Akulah orangnya."

Jawaban itu wajar saja.
Karena pada zaman itu hanya Nabi Musa as yang berhasil membawa Bani Israil kepada hidayah Ilahi.

Dialah yang telah menaklukkan Raja Fir'aun dengan segala kekuasaan dan kesombongannya. Dia juga yang telah menaklukkan para tukang sihir istana sehingga mereka mengikuti agama Nabi Musa as.

Nabi Musa as juga telah dikaruniai nikmat terbesar sebagai Rasul-Nya, yaitu nikmat dapatnya Beliau bercakap-cakap secara langsung dengan Allah SWT.

Bahkan Beliau juga telah berhasil membongkar rahasia tentang pembunuhan yang kejam. Berasal dari awal mula pidato Beliau ini, maka Allah SWT menegur Nabi Musa as, hingga beliau berguru kepada hamba Allah SWT yang bernama Khidir.


Wallahu A'lam...