Thursday, November 29, 2018

Kisah Malaikat Hadir di Majelis Zikir

Kisah Teladan Islami hadir lagi nih sahabat.
Ketahulah bahwa orang-orang yang gemar menghadiri majelis zikir, akan senantiasa disaksikan malaikat. Para malaikat tersebut akan mencatat orang-orang itu untuk dimintakan ampunan dosanya kepada Allah SWT.

Bagimana kisahnya?
Berikut kisahnya.

Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Allah Tabaraka Wa Taala mempunyai para malaikat yang ditugaskan mencari majelis zikir. Tiap kali mereka menjumpai majelis zikir, mereka akan duduk bersama orang-orang yang sedang zikir serta memanggil malaikat-malaikat yang lain. Mereka akan datang berkerumun mengelilingi orang-orang yang sedang zikir itu dengan sayap-sayap mereka sehingga memenuhi ruang antara mereka dan langit dunia."

Disebutkan bahwa, jika majelis zikir itu selesai, maka para malaikat akan naik kembali ke langit. Lalu Allah SWT bertanya kepada mereka,
"Wahai para malaikat-Ku, dari manakah kamu semua?"

Para malaikat berkata,
"Ya Tuhan kami, kami baru saja pulang dari memeriksa hamba-hambam-Mu di bumi, mereka bertasbih, takbir dan tahlil dan tahmid serta memohon kepadaMu."


Disampaikan Malaikat


Sebenarnya Allah SWT lebih mengetahui tentang perbuatan mereka dan semua makhluk ciptaan-Nya. Setelah Allah SWT mendengar kata-kata para malaikat-Nya, maka Allah SWT pun berfirman,
"Wahai para malaikatku, apakah yang mereka minta kepadaKu?"

Para malaikatpun kembali menjawab,
"Hamba-hambamu itu memohon surga dari-Mu."

Allah SWT bertanya lagi,
"Pernahkan mereka melihat akan surga itu?"
"Mereka tidak pernah melihat surga itu, "jawab para malaikat itu.

Kemudian Allah SWT berfirman,
"Hamba-hambaKu memohon surga padahal mereka tidak melihatnya, apalagi kalau mereka melihatnya."


Setelah itu para malaikat berkata lagi,
"Mereka juga memohon kebebasan."
Allah SWT bertanya, "Mohon kebebasan dari apa?"
Berkatalah malaikat," HambaMu itu memohon kepadaMu supaya mereka itu dibebaskan dari neraka Jahannam."

Allah SWT bertanya kepada malaikat,
"Pernahkan hambaKu itu melihat nerakaKu itu?"
Maka para malaikat berkata, "Tidak ya Allah."
Kemudian Allah SWT berfirman,
"Hamba-hambaKu tidak pernah melihat neraka Jahannam, tapi mereka memohon supaya dibebaskan darinya, apalagi kalau mereka melihatnya."

Kemudian para malaikat berkata lagi,
"Ya Allah, hambaMu itu memohon ampun kepadaMu."
Allah SWT berfirman,
"Dengarlah wahai para malaikatKu, Aku mengampuni mereka itu dan Aku akan memberi apa yang mereka minta dan membebaskan mereka dari api neraka yang mereka takuti itu."

Diampuni Allah SWT


Berkata malaikat lagi,
"Ya Allah, diantara mereka itu terdapat seorang hamba yang penuh dosa, dan dia duduk di majelis itu bersama mereka yang sedang zikir."

Allah SWT berfirman,
"Orang itu pun Aku ampuni, begitun juga dengan setiap orang yang terlibat dalam majelis zikir itu, tidak ada yang celaka."

Keutamaan Menghadiri Majelis Zikir


Menghadiri majelis zikir memang memiliki keutamaan tersendiri.

Sahabat Abu Lais ra berkata,
"Barang siapa yang duduk dengan orang alim dan dia tidak mampu untuk menghafal (mengerti) satu ilmu pun darinya (orang alim), maka dia akan mendapatkan tujuh keutamaan."

Apa saja keutamaan menghadiri majelis zikir?
Berikit fadhilahnya.

1. Dia mendapat keutamaan sebagai orang yang belajar.

2. Dia dijaga dari perbuatan dosa.

3. Turun kepadanya rahmat Allah SWT sejak dia keluar dari rumahnya.

4. Jika turun suatu rahmat kepada orang-orang yang hadir (majelis zikir), maka dia juga akan mendapat rahmat tersebut.

5. Dia tertulis sebagai orang-orang yang taat selama dia mendengarkan (pengajian).

6. Jika dia bosan karena tidak paham atas apa yang disampaikan mubaligh, maka kebosanannya akan menjadienghubung antara dia dengan Allah SWT.

7. Hatinya akan dijauhkan dari perbuatan fasik dan diisi dengan cinta terhadap ilmu.

Itulah ketujuh keutamaannya.

Sunday, November 11, 2018

Kisah Nabi Ya'qub as - Memiliki Keturunan yang Banyak

Sebagai putra dari Nabi Ishaq as, Nabi Ya'qub as mengikuti jejak ayahnya untuk mengajak rakyat Kan'an untuk beriman kepada Allah SWT.

Dan sebelum ayahnya wafat, beliau mendapat wasiat untuk menemui pamannya di negeri Babilonia.

Karena tingkah lakunya yang terpuji, sepanjang perjalanan banyak orang yang menyapanya.

Krtika Nabi Ya'qub as sedang beristirahat melepas lelah, ia bermimpi didatangi banyak malaikat.


Para malaikat itu menyampaikan pesan dari Allah SWT, bahwa kelak dirinya akan dikarunia banyak keturunan, yang nantinya akan menguasai bumi.

Ketika zaman Nabi Ya'qub as, menikahi dua orang istri yang bersaudara tidaklah dilarang.




Sehingga Nabi Ya'qub as memiliki dua orang istri kakak beradik yaitu Layya dan Rahiel.

Dua orang istri lainnya adalah Balha dan Zulfa.

Keempat istrinya tersebut, melahirkan 12 orang putra yang nantinya akan menjadi kabilah-kabilah bangsa Israel.

Nabi Ya'qub as merasa lega hatinya.

Sebelum beliau wafat, Nabi Ya'qub as memanggil semua anak-anaknya agar berjanji akan tetap beriman kepada Allah SWT.

Thursday, September 6, 2018

Kisah Nabi Ishaq as - yang Membuat Tertawa - Pendakwah Negeri Kan'an dan Sam

Sahabat penggemnar setia Kisah Islamiah blog yang sederhana ini, semoga kalian diberi kesehatan dan rezeki yang terus mengalir laksana aliran air sungai.

Kali ini admin ingin mengisahkan kisahnya Nabi Ishaq as.

Dahulu kala ketika perkawinan antara Nabi Ibrahim as dan Siti Sarah tak kunjung juga dikarunia keturunan, tibalah saatnya yang dinanti tiba, yaitu kabar gembira.

Malaikat datang memberi kabar kalau Siti Sarah akan memiliki seorang putra. Kabar tersebut tentu saja membuat Siti Hajar hepi dan riang gembira, karena pada waktu itu, usianya sudah sangat tua sekali.

Meskipun demikian, kabar yang dibawa oleh malaikat itu disambut dengan bahagia karena sudah cukup lama Siti Sarah ini mendambakan seorang putra. Siti Sarah ini merupakan istri solehah, dimadu pun tetap sabar dan mengiyakan.

Tak lama kemudian, Siti Sarah hamil, kemudian melahirkan seorang putra yang diberi nama "Ishaq", yang dalam bahasa Ibrani artinya adalah "yang membuat tertawa".

Hari-haripun mereka lalui dengan penuh kebahagiaan sambil mengajari Nabi Ishaq kecil yang terus tumbuh dengan nilai-nilai Ketunanan.






Nabi Ishaq as ini merupakan bocah yang cerdas, pintar, rajin dan patuh sehingga semua ajaran orangtuanya dengan mudah diterimanya dengan cepat.

Karena ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah SWT, Nabi Ishaq as tumbuh menjadi pemuda yang berbeda dengan pemuda lainnya. Terlebih karena ia juga pintar berdakwah seperti ayahnya.

Nabi Ibrahim as kemudian meminta Nabi Ishaq as untuk berdakwah di daerah Kan'an dan Sam.

"Ajaklah semua rakyat yang ada di sana untuk menyembah Allah SWT," pesan Nabi Ibrahim as kepada putranya.
Dengan patuh Nabi Ishaq as menjalankan pesan tersebut.

Nabi Ishaq as menikah dengan Rifqah, seorang gadis sholehah, putri dari Bitauel bin Nahur, saudara kandung Nabi Ibrahim as. Nabi Ishaq as tak henti-hentinya berdakwah hingga sebagian besar penduduk Palestina beriman kepada Allah SWT. Dan Nabi Ishaq as menjadi orang yang terpandang di kaumnya.

Pada suatu hari, malaikat datang kepada Nabi Ishaq as untuk menjemputnya.Manusia yang selalu berjuang di jalan Allah SWT tersebut menyambut kedatangan malaikat maut dengan hati gembira.

Beliau merasa sudah siap untuk menghadap kepada Allah SWT karena telah melaksanakan tugasnya di dunia. Saat itu, usia Nabi Ishaq as adalah 180 tahun.

Wednesday, July 4, 2018

Kisah Nabi Ismail as - Rela Disembelih Karena Allah SWT

Nabi Ismail as adalah putra dari Nabi Ibrahim as dengan istrinya yang bernama Siti Hajar.

Nabi Ibrahim as membawa mereka berdua ke negeri Mekah, yang pada waktu itu masih padang pasir kosong tak berpenghuni.

Kemudian Nabi Ibrahim as meninggalkan Siti Hajar dan Ismail kecil untuk menemui istrinya yang kedua yaitu Siti Sarah.

Pada suatu hari Siti Hajar dan Ismail putranya sangat kehausan karena persediaan air minum mereka telah habis.

Air susu sang ibu pun tidak keluar karena tak ada seteguk airpun yang bisa diminum Siti Hajar.

Dalam usahanya mencari air, Siti Hajar berlari-lari dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa.

Tapi semua usaha itu sia-sia saja.




Namun telah terjadi suatu keajaiban yang terjadi, Ismail kecil yang menangis menahan rasa haus, menghentak-hentakkan kakinya ke tanah sehingga memancarkan sebuah mata air.

Dengan air itu, Siti Hajar dan Ismail memuaskan dahaganya. Sumber air yang tak pernah kering itu bernama air Zam-zam.

Sepulang Nabi Ibrahim ke Mekah, ia mendapati padang pasir yang dulu kering dan tandus, sudah berubah menjadi daerah yang sangat subur. Banyak orang dari berbagai negeri ikut tinggal di sana.

Siti Hajar dan Ismail hidup dalam kecukupan.

Pada suatu hari Nabi Ibrahim as selalu saja bermimpi menyembelih putranya tercinta, yaitu Nabi Ismail as.

Kemudian ia menceritakan mimpinya tersebut kepada putran, Ismail yang pada waktu itu sudah demikian kuatnya keimanannya kepada Allah SWT.

Nabi Ismail as menyuruh ayahnya untuk melaksanakan apa yang ada di dalam mimpinya itu, karena ia yakin itu adalah perintah Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim as hendak melaksanakan perintah Allah SWT dalam mimpi itu, Iblis berkali-kali menggoda.

Mereka kemudian mengusir Iblis dengan melemparinya batu.



Dan sebelum pedang Nabi Ibrahim as menyentuh leher Nabi Ismail as, malaikat menggantikannya dengan seekor domba yang gemuk dan sehat.

Kurang dari 1 detik, tubuh Nabi Ismail as telah berpindah dan diganti domba yang terisis pedang lehernya. Subhanallah.

Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk membangun Ka'bah.

Ka'bah inilah yang nantinya menjadi kiblat bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Kakbah kemudian dibangun bersama-sama dengan Nabi Ismail as.

Selesai.