Showing posts with label Sufi. Show all posts
Showing posts with label Sufi. Show all posts

Sunday, April 3, 2016

Sepotong Keju Penyebab Lupa

Ini kisah berdasarkan kitab dimana pada zama dahulu, ada seseorang yang bernama Abu Yazid Albustomi yang memang sejak kecil merupakan orang yang suka berbuat kebajikan. Beliau merupakan salah satu ulama sufi yang diakui akan ketinggian ilmu tasawufnya sehingga banyak yang berguru kepadanya.

Sejak kecil berbuat baik dan orangtuanya pun juga selalui menjaga diri untuk tidak makan kecuali dengan yang halal. Sejak dalam kandungan hingga disapi dari air susu ibunya, beliau tidak pernah berkenalan dengan barang yang subhat.

Namun ketika menginjak remaja, ia merasakan bahwa dirinya sudah mulai banyak lupanya. Terutama jika mendengarkan sesuatu hal yang mengandung kebenaran.

Dari situ, ia pergilah kepada ibunya untuk menanyakan sesuatu.

"Wahai ibu, apakah ibu ingat pernah memakan sesuatu yang haram atau subhat ketika mengandung atau menyusui aku? Karena jika aku mendengar kebaikan, aku mudah lupa," tanya Abu Yazid.


Ibu Meminta Maaaf


Akhirnya ibunya bercerita terus terang mengenai kejadian yang pernah dialaminya ketika mengandungnya dahulu.

"Anakku, pada suatu hari, ketika sedang mengandung atau menyusuimu, aku melihat sepotong keju tergeletak di tempat si fulan. Saat itu aku sedang mengidam dan benar-benar menginginkan keju itu. Lalu aku ambil secuil keju dan kumakan tanpa sepengetahuan pemiliknya," jelas ibunya.




Mendengar penjelasan ibunya, tanpa pikir panjang lagi, Abu Yazid langsung mengunjungi pemilik keju tersebut dan ia menceritakan tentang kekhilafan ibunya saat mengandung dirinya.

Kepada pemilik keju tersebut, Abu Yazid merengek untuk meminta maaf.





"Wahai Fulan, dahulu ketika mengandung, ibuku telah memakan secuil kejumu. Sekarang aku mohon agar engkau sudi memaafkannya atau tetapkan harga secuil keju tersebut dan aku akan membayarnya, "kata Abu Yazid.

"Ibumu telah aku maafkan dan apa yang telah ia mkan telah aku halalkan," kata pemilik keju tersebut.

Akhirnya di kemudian hari, Abu Yazid sudah tidak lupa lagi ketika mendengar suatu kebaikan.

Tuesday, February 5, 2013

Dialog Pohon Mangga dan Imam Syibli

Assalamu'alaikum wr. wrb.

Imam Syibli adaalah salah seorang yang mampu berdialog dengan tanaman, salah satu pohon tersebut adalah pohon mangga. Menunjukkan bahwa beliau bukan orang sembarangan di dunia para sufi.
Kisah yang penuh sarat dengan makna buat kita semua sahabat.
Bagaimana kisahnya...

Pohon Mangga

Kisahnya.
Pada suatu hari Imam Syibli sedang berada di kebunnya yang subur.
Ketika sedang asyik bekerja di kebun itu, tiba-tiba saja terdengar suara yang memanggilnya.
"Syibli...!!! Syibli...!!!"

Imam Syibli segera menghentikan pekerjaannya dan mencari-cari siapa gerangan yang memanggil-manggil namanya.
Ternyata, suara itu datang dari sebuah pohon mangga.
"Ada keperluan apa engkau memanggilku?" tanya Imam Syibli.
"Jadilah makhluk yang memiliki sifat sepertiku," jawab pohon mangga itu.
"Apa maksudmu..." tanya Imam Syibli yang tak mengerti.

"Jika aku dilempari orang dengan batu, aku balas melempari orang itu dengan buahku yang lezat," tutur phon mangga itu.
"Oh...engkau memang baik hati," sahut Imam Syibli.
"Tapi mengapa nasibmu tidak baik pada akhirnya?" tanya Iman Syibli.

Kini, ganti pohon mangga itu yang keheranan, dan tidak mengerti.
"Apa maksudny Syibli?" tanya pohon mangga.
"Kalau engkau sudha tidak ada gunanya lagi, sudah tua, batangmu akan ditebang. Daun-daunmu akan digunduli dan dirimu akan menjadi mangsa api sebagai kayu bakar," kata Imam Syibli.
"Itulah nasibku," kata pohon mangga.

"Jadi mana yang lebih baik, nasibmu atau nasib pohon cemara itu yang di sana?" tanya Imam Syibli.
"Inilah kebangganku, memang phon cemara di sana bisa selamat dengan cara begitu, akan tetapi kalau sudah tua nanti akan roboh begitu saja dan tidak ada yang mengambil batangnya untuk dibuat kayu bakar, apalagi arang. Sedangkan aku, meskipun pada akhirnya aku akan hancur dan dimakan api, tapi dengan cara terhormat. Karena manusia tidak akan sembarangan membakarku jika tidak untuk keperluan yang jelas seperti untuk memasak dan sebagainya," jawab pohon mangga.

Pohon mangga melanjutkan penuturannya.
"Jadi aku nini masi ada gunanya sampai pada akhir hidupku," kata pohon mangga.
"Abu bekas pembakaranku juga masih diperlukan orang untuk menggosok perabotan rumah tangga, dan abuku terkenal mahal serta dapat membuat barang-barang dari logam menjadi bersih dan mengkilap. Jadi nasibku lebih baik daripada pohon cemara," tutur pohon mangga.

Imam Syibli mengangguk-anggukkan kepalanya, ia menyetujui pendapat pohon mangga.
Lebih baik mati terhormat daripada menjual harga diri dengan bersikap munafik yang bersedia mengikuti arus, kemanapun angin bertiup dia pun mengikutinya.

Waasalam..

Thursday, October 4, 2012

Kisah Taubatnya Malik bin Dinar

Kisah seorang sufi Teladan untuk umat Islam.
Dialah Malik bin Dinar yang tersohor.

Malik bin Dinar adalah seorang laki-laki yang sangat tampan, gemar bersenang-senang dan memiliki harta kekayaan yang berlimpah-limpah. Ia tinggal di daerah Damaskus dimana golongan Mu'awiyah telah membangun sebuah masjid yang besar dan mewah.
Malik ingin sekali diangkat sebagai pengurus masjid tersebut. Pada waktu itu salah seorang yang menjadi pengurus masjid adalah jabatan yang terpandang.


Maka pergilah ia ke masjid itu.
Di pojok ruangan masjid dibentangkannya sajadah dan di situlah selama setahun penuh ia melakukan ibadah sambil berharap agar setiap orang yang melihatnya sedang melakukan shalat.

"Alangkah munafiknya aku ini," ia selalu mencerca dirinya sendiri.
Setahun telah berlalu.
Apabila hari telah malam, Malik keluar masjid itu dan pergi bersenang-senang.

Pada suatu malam, ktika ia sedang asyik menikmati musik sementara teman-temannya telah tertidur, tiba-tiba saja dari kecapi yang sedang i aminkan terdengar suara,
"Hai Malik, mengapakah engkau belum juga bertobat?"
Mendengar kata-kata yang sangat menggetarkan hati ini, Malik segera saja melemparkan kecapinya dan berlari menuju masjid.

Di dalam masjid ia berbicar kepada dirinya sendiri.
"Selama setahun penuh aku menyembah Allah secar munafik. Bukankah lebih baik ak menyembah Allah dengan sepenuh hati? Aku malu. Apa yang harus aku lakukan? Seandainya orang-orang hendak mengangkatku sebagai pengurus masjid aku tidak akan menerimanya. Akhirnya ie melakukan ibadah dengan khusyuk kepada Allah SWT. Pada malam itulah untuk pertama kalinya ia shalat dengan penuh keikhlasan.

Pada keesokan harinya, seperti biasa orang-orang berkumpul di depan masjid.
"Hai, lihatlah dinding masjid telah retak-retak," kata mereka.
"Kita harus mengangkat seorang pengawas untuk memperbaiki masjid ini."

Maka mereka sepakat yang paling tepat menjadi pengawas masjid adalah Malik.
Segera mereka mendatangi Malik yang ketika itu sedang shalat. Sementara Malik sendiri karena saking khusyuknya ia tidak tahu jika beberapa orang sedang menunggunya.
Begitu shalat Malik selesai, mereka berkata,
"Kami datang untuk memintamu agar sudi menerima pengangkatan kami ini."

"Ya Allah...." seru Malik karena terkejut.
"Selama setahun penuh aku menyembah-Mu secara munafik dan tak ada seorang pun yang memandang diriku. Kini setelah aku berikan jiwaku kepada-Mu dan bertekad bahwa aku tidak menginginkan pengangkatan atas diriku, Engkau malah menyuruh 20 orang menghadapku untuk mengalungkan tugas tersebut ke leherku. Demi Kebesaran-Mu, aku tidak menginginkan pengangkatan atas diriku ini."

Malik berlari meninggalkan masjid itu kemudian menyibukkan diri untuk beribadah kepada Allah SWT dan menjalani hidup prihatin serta penuh disiplin.
Ia menjadi seorang yang terhormat dan shalih.

Tuesday, July 24, 2012

Ulama akan Dipancung

Kisah Islamiah malam dengan kisah seorang ulama yang akan dipancung.
Karena keimanan dan kecerdikannya, sang pemancung tak bisa berbuat banyak dan akhirnya dibebaskan.

Asal mulanya adalah ketika sang ulama dinganggu oleh anak penguasa negeri itu, tapi si anak mengadu kepada ayanhnya.
Pemimpin ini berlaku sombong, namun akhirnya bertobat.

Setelah berakhirnya kisah Jenazah Rasulullah akan Dicuri Nasrani dan Setan Membuat Pikiran Manusia Bingung, dilanjutkan dengan kisah ulama yang akan dipancung, namun tak sampai terjadi.

Ulama

Kisahnya.
Dinukil dari kitan Mi'ah Qishshah diceritakan bahwa ada seorang ulama dari Bukhara yang sedang datang ke kota penguasa untuk mengunjungi saudaranya. Ulama tersebut adalah Abu Ghayyats.

Kebetulan di tengah jalan sang ulama bertemu dengan anak-anak penguasa yang bernama Amir Nashr bin Muhammad. Anak-anak tersebut sedang asyik bermain dengan para pengawalnya. Karena sudah saking asyiknya bermain, hingga mereka tak sengaja mengganggu perjalanan sang ulama.

Abu Ghayyats pun sudah memperingatkan kepada anak tersebut agar tidak mengganggunya lagi. Nasehatnya tak diindahkan bahkan mereka terus mengganggu.
Abu Ghayyats mengangkat kepalanya ke atas sembari berdoa kepada Allah SWT. Kemudian mengambil tongkat dan menggebuki anak-anak itu.

Mereka pun lari kocar-kacir menuju istana sang penguasa. Setibanya di kerajaan, si anak mengadukan Abu Ghayyats kepada ayahnya hingga jadi murkalah.
Abu Ghayyats pun dipanggil oleh sang penguasa akhirnya.



Pemimpin yang Suka Menghukum.
Setibanya di tempat, sang penguasa bertanya,
"Tidak tahukah engkau bahwa siapa saja yang membangkang terhadap penguasa, dia akan diberi makan siang di penjara?" kata Amir, sang penguasa.

Abu Ghayyats tidak takut sama sekali, bahkan dia malah membalas pernyataan penguasa.
"Tidak tahukah Anda siapa saja yang membangkang kepada Ar-Rahman (Allah SWT), dia akan diberi makan malam di neraka?" balas Abu Ghayyats.

Kontan saja pernyataan yang diberikan sang ulama membuat marah sang penguasa.
Akhirnya penguas memberikan hukuman pancung kepada Abu Ghayyats. Namun demikian sang penguasa memberikan kesempatan kepada sang ulama untuk mengucapkan kata-kata terakhirnya.

Sang Penguasa Tobat.
"Baiklah, sekarang mintalah apa keperluanmu, setelah itu aku akan menghukummu dengan penggal kepala," kata Amir.
"Kalau begitu, tulislah surat kepada Malikat Malik, penjaga neraka agar tidak menyiksaku kelak," kata Abu Ghayyats.

"Itu bukan wewenangku, maka mintalah yang lain saja," kata Amir.
"Kalau begitu, tulislah surat kepada Malikat Ridwan, penjaga surga, agar memasukkanku kelak di surga," kata Abu Ghayyats.
"Itu pun juga bukan wewenangku," kata Amir lagi.

"Kalau begitu, keperluanku hanya kepada Allah SWT saja yang merupakan Pemilik semua keperluan dan kebutuhan," tegas Abu Ghayyats.
Atas jawaban tegas dari Abu Ghayyats tersebut, akhirnya sang ulama dibebaskan bahkan dia malah dipuji karena keimanan yang dia miliki.
Sang pemimpin itu akhirnya bertobat kepada Allah SWT.

Friday, May 25, 2012

Ulama Menampar Wajah Setan

Kisah Islamiah sore dengan Kisah Jin bernama Setan.
Memang setan ini dikenal sebagai makhluk yang pantang menyerah dalam menjerumuskan manusia menuju kemaksiatan dan berpaling dari Allah SWT.

Akan tetapi tidak semua manusia bisa dibujuknya.
Buktinya adalah ketika setan mencoba membujuk ulama terkenal yang bernama Syeikh Abdul Qadir Jaelani, siasat setan tak berhasil sama sekali.
Malah setan tersebut ditampar oleh Sang Syeikh.


Berikut Kisahnya.
Pada suatu hari Syeikh Abdul Qadir didatangi setan yang menyamar sebagai manusia biasa. Sosok tubuhnya buruk menjijikkan, pakaiannya compang-camping dan bau badannya busuk.

Setan berkata,
"Saya datang jauh-jauh untuk menghadapmu semata dengan maksud menjadi pelayan Syeikh. Semoga saya dapat diterima."

Permintaan setan diacuhkan oleh Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani yang kemudian menampar wajah setan tersebut. Setelah ditampar, seketika itu juga setan tersebut menghilang tanpa bekas.

Setan Membawa Obor Menyala.
Setelah ditampar, tak berapa lama kemudian setan muncul lagi sambil membawa obor yang menyala. Obor tersebut hendak digunakan untuk membakar Sang Syeikh.

Begitu melihat kedatangan setan yang membawa obor yang menyala, Syeikh lalu mengambil sebilah pedang yang tergantung di tembok. Ketika pedang itu endak ditebaskan, setan langsung lari terbirit-birit.



Setan tak jera.
Seolah-olah taj jera, setan masih datang lagi tiada kapoknya.
Kali ini setan datang dengan berpura-pura menangis. Tapi ya karena yang digodanya adalah bukan orang yang sembarangan, setan kesulitan.

Setan tersebut menangis sambil meminta ampun kepada Sang Syeikh.
Setan berjanji tidak akan menggoda Syeikh lagi. Akan tetapi, diam-diam setan membawa peralatan untuk menggoda manusia.

"Saya datang untuk meminta maaf darimu wahai Syeikh," kata setan.
"Enyah engkau, berkali-kali kamu datang dan menggodaku dan aku tidak akan terperdaya dengan rayuanmu," bentak Syeikh.

Dengan cekatan Sang Syeikh merampas peralatan yang dibawa setan dan diredamnya.
Akibat dari kegagalan usahanya, setan itu akhirnya kabur dan tidak nongol lagi sambil berkata,
"Dengan ilmumu dan rahmat Allah, engkau selamay dari tipuan dan rayuanku, padahal aku telah menggoda dan menyesat sebanyak 70 orang yang sedang menuntut ilmu ketauhidan."

Thursday, April 12, 2012

Iblis Menyamar jadi Murid Waliyullah

Alhamdulilah, Kisah Islamiah bisa hadir kembali dan kali ini akan bercerita tentang Iblis dan bala tentaranya.
Iblis dan sekutunya akan tetap berupaya mengganggu dan menggiring manusia agar berpaling dari perintah Allah SWT. Seperti kisah ini, ada Waliyullah yang bernama Imam Juneid juga tak luput dari hasutannya.

Namun, karena Imam Juneid ini berilmu agama yang tinggi, Iblis pun akhirnya menyerah kalah dan lari dari hadapan Waliyullah tersebut.
Ingin tahu kisahnya kan.

Kisahnya.
Bukan hanya orang awam saja yang dijadikan sasaran oleh iblis dan sekutunya. Para waliyullah dan ulama pun bisa jadi target hasutan mereka. Salah satunya adalah Imam Juneid, yang merupakan seorang hamba Allah SWT yang terkenal dengan pemahaman ilmu Fiqihnya.

Imam Juneid ini memiliki kebiasaan beribadah di atas rata-rata umat islam lainnya. Bayangkan saja, dalam sehari Beliau bisa melakukan shalat sunnah sebanyak 400 raka'at. Selain itu juga istiqamah berpuasa dan berzikir di malam harinya.

Iblis Menyamar.
Pada suatu hari, iblis masuk ke rumah Imam Juneid dengan menyamar sebagai salah satu muridnya dan berkata,
"Wahai Waliyullah, aku ingin mengabdi kepadamu tanpa upah, bolehkah?"
(Sebenarnya Imam Juneid sudah tahu bahwa itu adalah iblis).
""Silahkan lakukan," jawab Imam Juneid sinkat.



Iblis pun akhirnya mengabdi kepada Imam Juneidseperti para murid lainnya. Ia berusaha melakukan apa saja yang diperintahkan oleh Imam Juneid, namun di balik ketaatannya itu, iblis memiliki siasat jahat, ada udang dibalik batu.
Ia berharap dapat memasuki hati dari Imam Juneid.

Tak tanggung-tanggung, Iblis ini mengabdi kepada Imam Juneid sepuluh tahun lamanya.
Selama sepuluh tahun lamanya iblis menyamar, siasatnya belum juga membuahkan hasil. Iblis merasa telah gagal menembus hati Imam Juneid yang tak pernah lupa sedikitpun untuk berzikir kepada Allah SWT.

Bukankah iblis tak kuasa menggoda anak Adam yang selalu ingat dan berzikir kepada Allah SWT. Itulah janji Allah SWT tatkala iblis akan dikeluarkan dari Surga dan dilaknat oleh Yang Maha Perkasa. (ingat Kisah Nabi Adam as).

Iblis Mengaku Menyerah.
Bukan main ketaatan Imam Juneid kepada Allah SWT. Akhirnya iblispun menyerah dalam penyamarannya dan memutuskan untuk berpamitan meninggalkan Imam Juneid.




"Wahai Waliyullah, sesungguhnya aku adalah iblis yang menyamar menjadi salah satu muridmu. Aku ingin memasuki hatimu, akan tetapi aku tidak bisa karena setiap kedip mata engkau tak pernah lupa berzikir kepada Allah SWT," keterusternagan iblis kepada Imam Juneid.
"Aku sudah tahu kalau engkau adalah iblis, makanya aku menjadikanmu pelayan untuk menyiksamu, dan kelak di akhirat nanti kamu tidak akan mendapat pahala dari Allah SWT," tutur Imam Juneid.

Iblis tersentak kaget, bagaimana mungkin Waliyullah seperti Imam Juneid ini mengetahui kalau dia adalah iblis. Iblispun berkata lebih lanjut,
"Aku tidak mel;ihat kesombongan dalam hatimu dan itu menjadi sumber kekuatanmu."

"Pergilah kamu wahai iblis laknatullah, kamu hanya bisa masuk ke dalam hati manusia yang telah diliputi takabbur dan sombong, keluar dan pergilah dengan hina engkau iblis," usir Imam Juneid.

Akhirnya iblispun mengaku kalah.
Ia menghilang dari hadapan Imam Juneid yang terbukti tak mampu digodanya sedikitpun.

Thursday, January 5, 2012

Asal Usul Nabi Khidir

Kisah Islamiah sore dengan cerita asal usul Nabi Khidir as.
Banyaknya tokoh-tokoh sufi serta hamba Allah yang bergelar Walisanga pun menurut riwayat pernah bertemu dengan Nabi Khidir as ini. Beliau seorang anak cucu Nabi Adam as yang ditangguhkan kematiannya.


Dalam blog kisah islami ini akan diceritakan pula pertemuan beberapa tokoh sufi dan para Nabi yang telah mendapatkan pelajaran berharga dari Nabi Khidir as.
Insya Alloh akan ditulis secara bertahap agar mudah dalam membacanya.

Keturunan Raja.
Dari sebuah riwayat dari Asabath, Ibnu Akatsir, dikisahkan oleh As-Sayyidi.
Nabi Kihidir adalah putera seorang raja yang sangat tekun melakukan ibadah kepadaAllah SWT. Ia melarikan diri dari keluarganya di istana karena tidak mau dikawinkan oleh ayahnya dengan seorang gadis yang disukai oleh semua sanak kerabatnya. Ia menolak perjodohan itu hingga selama kurang lebih satu tahun lamanya ia tidak pernah menjumpai calon istrinya.




Setelah raja mengetahui bahwa Khidir meninggalkan istana dan pergi ke suatu tempat, maka diperintahkanlah seluruh punggawa kerajaan untuk mencarinya.
Seluruh pelosok negeri yang menjadi kekuasaannya telah didatangi, namun pencarian itu sia-sia saja.
Khidir tidak pernah ditemukan lagi.

Nama Lain Nabi Khidir as.
Nabi Khidir memiliki nama lain, yaitu Khadir, Al-Khadir atau Al-Khidir.
Sebenarnya nama ini hanyalah gelar yang biasa disebut orang dan diidentikkan dengan nama Allah SWT yang menyerupai malaikat. Bisa diungkapkan sebagian orang kalau dia berkenan walaupun tidak semudah siapa yang menginginkan pertemuan dengannya.



IbnuAskir dan sahabat-sahabatnya meriwayatkan bahwa hamba Allah SWT ini digelari "Khidir" karena perubahan warna di sekitarnya menjadi kehijauan bila dia shalat di suatu tempat. Sementara itu, sahabat Nabi yang bernama Ikrimah meriwayatkan bahwa dia digelari Khidir karena bila dia duduk di suatu tempat maka cahaya di sekitar itu berubah menjadi kehijauan.
Sedangkan riwayat Imam Bukhari bahwa jika Nabi Khidir duduk di atas tumpukan jerami yang telah kering maka jerami tersebut akan menjadi hijau kembali.


Siapa Nabi Khidir as.
Dari beberapa sumber ulama yang menjelaskan nama-namanya ada yang memanggilnya Khidir.

Inilah beberapa pendapat tentang Asal usul Nabi Khidir.
1. Riwayat Ibnu Abbas.
Khidir adalah nama seorang cucu Nabi Adam as yang taat beribadah kepada ALlah SWT dan ditangguhkan ajalnya.
2. Kitab Fthul Bari, Al Bidayah wan Nihayah serta Ruhul Ma'ani.
Ibnu Khidir berasal dari Romawi sedangkan bapaknya keturunan bangsa Persi.
3. An-Nawawi.
Dari Al-Alusi menyebutkan bahwa Khidir adalah putera seorang raja.

Wallahu A'lam.

Saturday, October 8, 2011

Ongkos Mandi Akhirat

Pada suatu hari,Ibrahim bin Adham, seorang tokoh sufi besar mencoba memasuki sebuah tempat pemandian umum. Penjaganya meminta uang untuk membayar tiket masuk. Ibrahim menggeleng dan mengaku bahwa ia tidak punya uang untuk membeli karcis masuk.

Penjaga pemandian kemudian berkata,
"Jika engkau tidak punya uang, maka engkau tidak boleh masuk."
Seketika itu Ibrahim menjerit dan tersungkur di atas tanah. Dari mulutnya terdengar ratapan-ratapan kesedihan. Para pejalan kaki yang lewat berhenti dan berusaha menghiburnya.

Seseorang bahkan ada yang menawarinya uang agar ia dapat masuk ke tempat pemandian.
Ibrahim menjawab,
Aku menangis bukan karena ditolak masuk ke tempat pemandian ini atau karena aku tidak bisa masuk, ketika si penjaga meminta ongkos untuk membayar karcis masuk.

Melainkan aku langsung teringat pada sesuatu yang membuatku menangis. Jika aku tidak diizinkan masuk ke pemandian dunia ini karena tidak mampu membeli tiket masuk, lalu harapan apa yang dapat kumiliki agar aku diizinkan memasuki surga?

Apa yang akan terjadi kepadaku jika mereka menuntut, amal saleh apakah yang telah aku bawa?
Apa yang telah engkau kerjakan cukup berharga?

Sama seperti ketika aku diusir dari pemandian karena tidak mampu membayar, aku tentu tidak akan diperbolehkan memasuki surga jika aku tidak mempunyai amal saleh sedikitpun.
Itulah sebabnya aku menangis dan meratap.

Orang-orang yanga ada di sekitarnya begitu mendengar ucapan Ibrahim langsung terjatuh dan menangis bersama Ibrahim.