Showing posts with label Selayang Pandang. Show all posts
Showing posts with label Selayang Pandang. Show all posts

Friday, March 1, 2013

5 Tingkatan Manusia Dalam Shalat

Kelompok pertama akan disiksa. Kelompok kedua akan diperhitungkan amalnya. Kelompok ketiga akan dihapus dosanya. Kelompok keempat akan diberi balasan pahala.
Dan kelompok kelima akan mendapat tempat yang dekat dengan Tuhannya, kerana dia menjadi bagian dari orang yang ketenteraman hatinya ada di dalam shalat.


Barangsiapa yang tenteram hatinya dengan shalat di dunia, maka hatinya akan tenteram dengan kedekatannya kepada Tuhan di akhirat dan akan tenteram pula hatinya di dunia.

Barangsiapa yang hatinya merasa tenteram dengan Allah SWT ,maka semua orang akan merasa tenteram dengannya. Dan barangsiapa yang hatinya tidak bisa merasa tenteram dengan Allah ta’ala , maka jiwanya akan terpotong-potong karena penyesalan terhadap dunia. (Al-Wabil Ath-Thayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, hal 25-29)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa lima tingkatan manusia di dalam shalat:

1. Tingkatan orang yang zhalim kepada dirinya dan teledor.
yaitu, orang yang kurang sempurna dalam wudhunya, waktu shalatnya, batas-batasnya dan rukun-rukunnya.

2. Orang yang bisa menjaga waktu-waktunya, batas-batasnya, rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, dan juga wudhunya, tetapi tidak berupaya keras untuk menghilangkan bisikan jahat dari dalam dirinya. Maka dia pun terbang bersama bisikan jahat dan pikirannya.

3. Orang yang bisa menjaga batas-batasnya dan rukun-rukunnya.
Ia berupaya keras untuk mengusir bisikan jahat dan pikiran lain dari dalam dirinya, sehingga dia terus-menerus sibuk berjuang melawan musuhnya agar jangan sampai berhasil mencuri shalatnya.
Maka, dia sedang berada di dalam shalat, sekaligus jihad.

4. Orang yang melaksanakan shalat dengan menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya, dan batas-batasnya. Hatinya larut dalam upaya memelihara batas-batas dan hak-haknya, agar dia tidak menyia-nyiakan sedikitpun darinya.

Bahkan seluruh perhatiannya tercurah untuk melaksanakannya sebagaimana mestinya, dengan cara yang sesempurna dan selengkap mungkin. Jadi, hatinya dirasuki oleh urusan shalat dan penyembahan kepada Tuhan di dalamnya.

5. Orang yang melaksanakan shalat dengan sempurna. Dia mengambil hatinya dan meletakkannya di hadapan Tuhan.
Dia memandang dan memperhatikanNya dengan hatinya yang dipenuhi rasa cinta dan hormat kepadaNya. Dia melihatNya dan menyaksikanNya secara langsung.

Bisikan dan pikiran jahat tersebut telah melemah. Hijab antara dia dengan Tuhannya telah diangkat. Jarak antara shalat semacam ini dengan shalat yang lainnya lebih tinggi dan lebih besar daripada jarak antara langit dan bumi. Di dalam shalatnya, dia sibuk dengan Tuhannya. Dia merasa tenteram lewat shalat.

Wednesday, January 9, 2013

Perahu Penyelamat di Jembatan Neraka

Assalamu'alaikum wr. wb.

Sahabat yang seagama dan seiman, ketahuilah bahwa kelak di akhirat, ada sebuah jembatan yang terbentang antara neraka dan surga yang dikenal dengan Jembatan Shirath. Banyak manusia yang tak sanggup melewati jembatan itu hingga mereka terperosok masuk ke dalam neraka. Namun, ada pula segolongan umat yang justru selamat sampai surga hingga dengan mudah karena mengendarai perahu.
Lalu siapakah mereka itu...

Sumber kisah adalah Kitab Daqoiqul Akbar Fii Dzikril Jannati Wan Naar, sebuah karya agung seorang Imam Abdirrhim bin Ahmad Al-Qadhiy.

Jembatan Shirat

Kisahnya.
Disebutkan bahwa Allah SWT telah menciptakan jembatan yang berada di atas neraka, terletak di atas neraka, sebuah jembatan yang sangat licin dan dapat menggelincirkan. Jembatan ini memiliki 7 pos yang setiap posnya memiliki jarak 3000 tahun. 1000 tahun berupa tanjakan yang tinggi, 1000 tahun berupa daratan biasa, dan 1000 tahun berupa lereng yang curam.

Sedangkan lebar jembatan tersebut lebih kecil dan lebih lembut dari sehelai rambut, lebih tajam daripada pedang dan lebih malam daripada malam yang pekat. Di setiap gardu atau posnya memiliki 7 cabang, dimana setiap cabang bentuknya bagaikan panah yang ujungnya tajam.

Melihat ganbaran jembatan seperti itu, tak heran banyak orang yang tergelincir masuk neraka. Tapi ada sekelompok umat yang begitu mudahnya melewati jembatan itu bagaikan secepat kilat, namun ada pula yang begitu sulit dan lamban melewatinya.

Syafaat Rasul.
Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa sesungguhnya ketika manusia melewati jembatan, maka api neraka berada di bawah telapak kaki mereka, ada yang berada di atas kepala, ada yang berada di sebelah kanan atau kiri mereka dan di depan mereka.

Allah SWT berfirman,

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا ٧١
ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا ٧٢

Artinya:
71. dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
72. kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam Keadaan berlutut.

Sedangkan neraka itu selalu memakan tubuhnya mulai dari kulit sampai daging sehingga orang yang lewat di atas jembatan itu bagaikan arang hitam, kecuali orang-orang yang selamat dan diselamatkan, diselamatkan di sini dlam arti bahwa diselamatkan oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa nanti pada hari kiamat, datanglah sekelompok umat lalu mereka naik ke atas jembatan itu dan Rasulullah SAW pun menoleh kepada mereka seraya berkata,
"Siapakah kalian?"
"Kami adalah umatmu...," jawab mereka.

Rasulullah SAW bersabda,
"Apakah kalian telah melaksanakan perintah-perintahku?"
"Tidak," kata mereka.
Kemudian Rasulullah SAW pun pergi meninggalkan mereka, hingga terjerumuslah mereka ke dalam neraka Jahnnam.

Kemudian datang lagi sekelompok umat lain dan Rasulullah SAW bertanya,
"Apakah kalian berada pada syariat Nabi kalian? Dan adakah kalian berjalan di atas jalan-Nya yang benar?"
"Ya," kata mereka.
Maka dapatlah mereka melewati jembatan itu, dan apabila mereka menjawab "tidak", maka terejrumuslah mereka ke dalam api nereka. Bagi mereka yang tergelincir ke dalam nereka, mereka selalu mengharap syafaat Rasulullah SAW.

Masjid Bisa Menjadi Penolong.
Inilah yang menjadi topik dalam kisah Islam ini, dimana masjid bisa menolong siapa saja yang selalu aktif menjalankan ibadah di dalam masjid itu.

Dalam suatu hadits diterangkan bahwa ada suatu kaum yang datang dan berhenti di atas Shirat seraya berkata,
"Siapakah gerangan yang bakal menyelamatkan kita dari api neraka, padahal kita tidak kuasa melewati jembatan ini."
Mereka menangis sejadi-jadinya mengharap pertolongan dengan amat sangat.

Lalu muncullah Malaikat Jibril dan bertanya kepada meraka,
"Apakah yang menghalangi kalian untuk melewati jembatan Shirat ini?"
"Kami takut dengan api neraka," jawab umat itu.
"Apakah ketika di dunia kalian menemui lautan? Bagaimana kalian menyeberanginya?" tanya Malaikat Jibril.
"Kami mengendari perahu," jawab umat itu.

Kemudian Malaikat Jibril mendatangkan kepada meraka sebuah masjid dalam bentuk perahu yang mana mereka pernah shalat di dalamnya. Maka duduklah mereka di atas masjid itu, melewati jembatan maut dan dikatakan (Jibril) kepada meraka,
"Inilah masjid-masjid yang telah kalian pergunakan untuk shalat berjamaah."

Subhanallah...
Semoga kita bisa melanggengkan shalat berjamaah di masjid, karena masjid itu bisa menolong kita melewati jembatan Shirat nantinya.

Riwayat bisa dibaca dalam kitab Daqoiqul Akbar Fii Dzikril Jannati Wan Naar, sebuah karya agung seorang Imam Abdirrhim bin Ahmad Al-Qadhiy.

Sidik Jari Termuat dalam Al Quran

Sebuah mukjizat dari Al-Qur'an telah lama hadir meski belum banyak diketahui oleh orang, yaitu sidik jari sebagai Indentitas individu.

Sumber artikel berasal dari Bapak Harun Yahya yang sangat terkenal akan situsnya dengan berbagai macam bahasa. Sidik jari ini biasanya digunakan oleh aparat kepolisian untuk mengenali identitas seseorang. Meski tubuhnya hancur, selama masih ada sisik jari, maka orang itu akan dikenali.

Setiap orang, termasuk mereka yang lahir kembar, memiliki pola cap jari yang khas dan berbeda di antara satu sama lain. Itulah sebabnya, cap jadi menjadi tanda pengenal manusia untuk membedakan seseorang dengan orang lain.

Menurut Harun Yahya, sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan sekarang ini. Penekanan pada cap jari mempunyai makna sangat khusus.

Mengapa? Menurut Harun Yahya, hal itu disebabkan cap jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki seri atau tanda cap jari yang unik dan berbeda dari orang lain.




Itulah sebabnya mengapa cap jari digunakan sebagai kode identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan di seluruh dunia. Keunikan cap jari ini baru ditemui pada akhir abad ke-19 M.

Sebelumnya, orang menghargai cap jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al-Quran, Allah merujuk kepada cap jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting cap jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

Pada abad ke-7 M, Al-Quran telah menyebutkan bahwa cap jari menjadi tanda pengenal manusia. Dalam Al-Quran disebutkan mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang cap jari manusia secara khusus ditekankan dalam sebuah ayat.

Al Qur'an

Pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan dalam Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman,


أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ ٣
بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ ٤


artinya:
3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
4. bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

(Q.S, Al-Qiyamah 75:3-4).

Monday, January 7, 2013

Ada Kobaran Api di Dasar Laut

Asssalamu'alaikum wr. wrb.

Sebelumnya, admin cuma mengingatkan kepada para sahabat semuanya bahwa ada beberapa orang yang berkomentar miring terhadap postingan di blog kisah teladan islami ini dan mereka menyatakan penuh kebohongan dan tidak mendasar sama sekali.
Sebagai seorang muslim yang bauk, jangan hiraukan perkataan yang merendahkan atau mencemooh agama sepanjang zaman ini, ISLAM.
Tetaplah berpegang teguh pada ajaran Islam, Agama Islam memang benar dan agama yang diRIDHOI ALLAH SWT.

Laut Merah

Lanjut...
Baru-baru ini muncul sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava, dan lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat Celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-luah, ia tidak bisa memadamkan api.

Allah bersumpah dengan fenomena kosmik unik ini.
Firman-Nya:

وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ

Artinya:
"dan laut yang di dalam tanahnya ada api."
(Qs. Ath-Thur 6).

Nabi SAW bersabda: "Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan."

Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas.

Hadits ini sangat sesuai dg sumpah Allah SWT yang dilansir oleh Al-Qur’an pada permulaan Surah Ath-Thur, di mana Allah bersumpah (Maha Besar Allah yang tidak membutuhkan sumpah apapun demi lautan yang di dalam tanahnya ada api "al-bahrul masjur."

Sumpahnya:

وَالطُّورِ ١
وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ ٢
فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ ٣
وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ ٤
وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ ٥
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ ٦
إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ ٧
مَا لَهُ مِنْ دَافِعٍ ٨

Artinya:
1. demi bukit[a],
2. dan kitab yang ditulis,
3. pada lembaran yang terbuka,
4. dan demi Baitul Ma'mur[b],
5. dan atap yang ditinggikan (langit),
6. dan laut yang di dalam tanahnya ada api,
7. Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi,
8. tidak seorangpun yang dapat menolaknya,

Penjelasan:
[a] Yang dimaksud bukit di sini ialah bukit Thur.
[b] Baitul Ma'mur ialah ka'bah karena ka'bah selalu mendapat kunjungan haji, 'Umrah, tawaf dan lain-lain atau sebuah rumah di langit yang ketujuh yang saban hari dimasuki oleh 70.000 malaikat.
(Qs. Ath-Thur: 1-8)

FAKTA
Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut ini pun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.

Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorang pun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kontemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.

...terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi...

Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam pisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.

Dari sini tampaklah kehebatan hadits Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabdanya:

"Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan."

Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir.

Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadits Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahui oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى ٣
إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى ٤
عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى ٥
ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى ٦
وَهُوَ بِالأفُقِ الأعْلَى ٧
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى ٨
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى ٩
فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى ١٠

artinya:
3. dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
4. ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
5. yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.
6. yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) Menampakkan diri dengan rupa yang asli.
7. sedang Dia berada di ufuk yang tinggi.
8. kemudian Dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
9. Maka jadilah Dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
10. lalu Dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
(QS. An-Najm 3-10)

Tidak seorang pun di muka bumi ini yang mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada beberapa dekade terakhir. Sehingga lontaran fakta ini dalam hadis Rasulullah SAW benar-benar merupakan kemukjizatan dan saksi yang menegaskan kenabian Muhammad SAW dan kesempurnaan kerasulannya.

Sunday, December 23, 2012

18 Orang yang Dicintai Allah SWT

Inilah 18 orang yang beruntung karena telah dicintai Allah SWT.
Siapa saja mereka dan kenapa Allah SWT sangat sayang dan mencintai mereka.

Allah SWT

Orang-orang yang dicintai Allah SWT:
1. At-Tawwabin.
Orang-orang yang bertaubat

… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

2. Al-Mutathohirin.
Orang-orang yang suka bersuci /menjaga wudhu

… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

3. Al-Muqsithin.
Orang-orang yang adil

… sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maa’idah [5]: 42)

4. Al-Muttaqin.
Orang-orang yang taqwa

… maka sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Imran [3]: 76)




5. Al-Muhsinin.
Orang-orang yang suka berbuat kebaikan

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali ‘Imran [3]: 134)

6. Al-Mutawakilin.
Orang-orang yang bertawakal kepada ALLAH Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-NYA. (QS. Ali ‘Imran [3]: 159)

7. As-Shobirin.
Orang-orang yang sabar ALLAH menyukai orang-orang yang sabar.
(Ali ‘Imran [3]: 146)

8. Orang-orang yang mengikuti Rasul
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai ALLAH, ikutilah aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Ali ‘Imran[3]:31)

9. Orang-orang yang berperang di jalan ALLAH.
Sesungguhnya ALLAH menyukai orang yang berperang dijalan-NYA dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(QS. Ash-Shaff [61]: 4)

10. Orang-orang yang tidak suka mengeluarkan kata-kata yang keji, berpikir mandiri, sabar dan rajin melakukan sholat malam.
Imam al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yan (apabila) bersenda gurau tidak mengeluarkan kata-kata yang keji, yang berpikir mandiri, selalu bersabar (apabila) sendirian, dan suka melakukan shalat malam”

11. Orang-orang yang hatinya senantiasa sedih namun tetap bersyukur kepada ALLAH subhana wa Ta'ala .
Imam Ali Zainal ‘Abidin as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai setiap hati yang selalu merasa sedih, dan setiap hamba yang selalu bersyukur”



12. Orang-orang yang memiliki sifat malu (al-hayya’) dan santun (al-halim).
Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yang memiliki sifat malu, orang yang senantiasa santun, orang yang selalu menjaga kesucian dirinya (‘afif) , dan orang yang enggan berbuat keji (muta’afiffah)”

13. Orang-orang yang rajin sholat malam, bersedekah, dan tidak takut mati di jalan ALLAH. Rasulullah saw bersabda, ”Tiga macam orang yang ALLAH ‘Azza wa Jalla mencintai mereka yakni mereka yang senantiasa bangun di malam hari (untuk mengerjakan shalat malam) lalu membaca

Kitab ALLAH (Al-Qur’an), mereka yang senang bersedekah dengan tangan kanannya sambil menyembunyikannya dari tangan kirinya, dan mereka yang mengalahkan dan mengusir musuhnya dalam perang sementara kawan-kawannya menyerahkan diri kepada musuh”

14. Orang-orang yang saling mencintai di jalan ALLAH, bersilaturahiim dan bertawakkal kepada ALLAH.
Di dalam hadits Mi’raj diriwayatkan bahwa ALLAH ‘Azza wa Jalla telah berfirman, ”Wahai Muhammad! Wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling mencintai di jalan-KU, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling berkasih sayang di jalan-KU, dan wajib bagi-Ku mencintai orang-orang yang suka bersilatur-rahim di jalan-Ku, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang senantiasa bertawakkal kepada-KU…”

15. Orang-orang yang mencintai amal yang diwajibkan kepadanya.
ALLAH Tabaraka Ta’ala berfirman, ”Tiada yang lebih Aku cintai dari seorang hamba-KU daripada kecintaan sang hamba kepada apa yang telah Aku wajibkan baginya”

16. Orang-orang yang mampu meredam kemarahannya dengan santun.
Rasulullah saw bersabda, ”Wajiblah kecintaan ALLAH atas orang yang marah tetapi ia mampu meredam kemarahannya dengan santun”

17. Orang-orang yang banyak mengingat mati.
Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa yang banyak mengingat kematian niscaya ALLAH mencintainya”

18. Orang-orang yang mencintai apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan membenci apa yang dibenci ALLAH dan Rasul-NYA.
Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, ”Aku ingin sekali menjadi orang yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA”.

Rasulullah saw pun berkata, ”Cintailah apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan bencilah apa yang dibenci oleh ALLAH dan Rasul-NYA”

Adakah diantara kawan-kawan termasuk salah satunya?

Thursday, October 6, 2011

Dibalik Pahitnya Jambu Merah

Pada sebuah teras rumah, ada seorang gadis manis. Dia menggerutu lirih,
"Sepertinya aku selalu merepotkan kakak-kakakku saja," desahnya.
"Begitu juga aku sering merepotkan orang lain," sambungnya.

Kemudian gadis kecil ini membayangkan sederet artis idola yang pernah dilihatnya di televisi.
"Mereka manis-manis dan hebat, aku ingin seperti mereka."
"Seandainya bisa, aku ingin menjadi salah satu dari mereka," sambungnya lirih.

Tanpa disadari, kebetulan ada seorang kakaknya yang sedang berada di balik jendela mendengarnya.
Mendengar suara itu, sang kakak lalu menghampiri adiknya. Kemudian diberikannya sebuah jambu dan sebuah permen pada adiknya itu.
"Adikku, makanlah jambu merah ini," kata kakaknya.
Lalu jambu merah itu dimakan oleh sang adik.
"Gimana rasanya jambu itu dik?" tanya sang kakak.
"Rasanya sepet kak," jawab si adik.
"Walaupun sepet, tapi kamu suka kan?"
"Iya kak."

"Selain dirimu, di luar sana masih banyak puluhan bahkan ribuan orang yang suka dengan jambu merah ini. Ingat walaupun rasanya sepet," kata kakak.
"Nah, begitu pula perihal dirimu dik. Dirimu itu ibarat sebuah jambu merah kamu mungkin rasanya sepet. Walaupun engkau merasa dirimu merepotkan kakakmu, dia akan tetap menyukaimu, menyayangimu. Di luar sana masih ada puluhan orang atau bahkan ratusan orang yang kamu kenal akan tetap menyukaimu dengan rasamu yang sepet itu," jelas sang kakak.

"Jadilah dirimu sendiri, engkau tidak perlu menjadi permen agar terlihat manis," ujar kakanya sembari menunjuk permen yang dipegang adiknya.
"Walaupun permen ini rasanya manis, banyak ibu-ibu yang nggak suka anaknya makan permen. Kakak kira bukan ibu-ibu saja, banyak orang dewasa yang tidak suka makan permen," imbuh kakaknya.
"Tetaplah menjadi jambu merah bagi kakakmu ini, karena pasti orang tidak akan melarang kita menyukai sebuah jambu," ujar kakanya sambil memeluk adiknya.

"Aku yakin, suatu saat nanti, waktu dan pengalaman yang akan mematangkan pribadimu," nasehat sang kakak.
Si adik sangat terharu mendengar nasehat kakaknya. Mereka berdua saling tersenyum lirih.
Lalu, sambil tertawa riang, mereka berlari keluar halaman untuk bermain di lapangan dekat rumahnya.

NB:
Untuk adikku tersayang yang ada di kampung sana, tak apa andai kamu selalu merepotkanku, jangan pernah membebani pikiranmu ya, Luv You Forever.

Tuesday, August 23, 2011

Wanita Hamil Ular

Kisah Islamiah kali ini akan berkisah tentang seorang wanita berumur sekitar 50 tahun yang tengah hamil, dan anehnya bayinya adalah seekor ular besar. Cukup menghebohkan.
Sungguh suatu kebesaran Allah SWT.

Kisahnya.
Kejadian ini yang merupakan true story, dicuplik dari news Nation sebagai panduannya.


Pada tanggal 4 Agustus 2011 yang bersamaan dengan bulan suci Ramadhan 1432 H, warga Pakistan dihebohkan dengan apa yang terjadi pada diri Rasheedan Bibi.
Suatukejadian yang sulit dipercaya itu dialami oleh seorang wanita berumur 50 tahunan, penduduk kota kecil Chora Saggar, Pakistan.
Di usia yang sepauh baya itu, Rasheedan Bibi merasa tak mungkin lagi dapat mengadung seorang anak. Saat merasakan perutnya membuncit layaknya wanita hamil, ia tentu menyangka dirinya tengah mengandung bayi.




Benih Ular dari Air Minum.
Kira-kira berselang selama tujuh bulan kemudian, perutnya makin membesar. Tapi, dia makin merasa sakit seiring perutnya yang kian membuncit. Karena merasa ada kejanggalan di kehamilannya, Bibi pun merasa cemas.
Wanita sederhana ini akhirnya memutuskan untuk memeriksakan kandungannya ke rumah sakit terdekat, walupun sehari-hari dia hidup dalam kemiskinan. Dokter yang menanganinya lalu memutuskan untuk melakukan pindai USG.

Setelah USG dilaksanakan, hasil USG menunjukkan sesuatu yang sangat mencengangkan. Hasil USG menunjukkan bahwa selama tujuh bulan dia membesarkan seekor ular di dalam perutnya. Di duga, kejadian aneh ini bermula dari air yang dia minum. Ketika Bibi minum air lewat kendi di rumahnya.
Dia menduga, saat itu terdapat benih ular yang lalu menyusup masuk ke perutnya ketika menenggak air minum.

Terpaksa Harus Dioperasi.
Setelah tujuh bulan itulah, seluruh tubuhnya membengkak dan ia mengalami sakit keras. Perutnya makin membesar dan nafsu makannya banyak hingga 14 roti dalam satu hari.
Untuk mengelurakan ular dari dalam tubuhnya, dokter meminta dia untuk dibedah. Nah karena dia miskin dan tak punya unag untuk biaya, Bibi akhirnya meminta pertolongan kepada Perdana Menteri Pakistan. Punjab CM.

Untunglah, pemerintah Pakistan mengabulkan permintaannya dan ular yang kini berukuran besar itu pun berhasil dikeluarkan dari perempuan yang malang itu.

Maha suci Allah atas segala kehendak-Nya.
Tidak ada satu pun kejadian di bumi ini yang luput dari kehendak Allah SWT.
Subhanallah.

Bagi yang ingin melihat video dari Rasheedan Bibi ini, bisa menuju link di bawah ini:
Rasheedan Bibi

Friday, February 18, 2011

Berebut Warisan | Cerita Pendek

Kisah berikut ini diharapkan akan membuka mata kita tentang betapa mudahnya manusia dimanipulasi oleh konsep psikologi dan permainan otak sendiri.

Ceritanya...
Oh tidaak...pokoknya tidaak...
Serua anak pertama yang menduduki kepala bagian pada suatu perusahaan dimana perusahaan tersebut yang tadinya dipimpin oleh ayah mereka.

Tidaaak...
Semuanya penipu...
Teriak anak kedua yang juga ambil bagian dalam perusahaan itu.

Curaang...
Semua yang ada disini curang dan tidak berperikemanusiaan...
Sahut anak ketiga yang juga masih punya andil dalam perusahaan keluarga tersebut.

Dan ketika itu seorang penasehat perusahaan yang sudah cukup lama bekerja pada perusahaan yang ayah pimpin mencoba menjadi penengah karena perdebatan ini, tepatnya mengenai sebuah warisan yang ayah mereka titipkan dalam sebuah surat wasiat.

Berlanjut...

Saturday, February 5, 2011

Memaknai Pekerjaan

Kisah islamiah kali ini akan menceritakan tentang memaknai pekerjaan.
Cerita yang pantas dijadikan bahan renungan.
Uswah sekaligus teladan.

Hari itu merupakan kali pertama Wawan bersama ibunya naik bus trans surabaya rute bungur-wonokromo.
Awalnya tak ada keluh kesah yang ia perlihatkan kepada ibunya.
Namun sesampainya di halte bus, ia sempat dibuat bingung.

"Bu, kok suara dari bus ini tidak ada, sekarang tiba-tiba ada, tapi tidak sama dengan yang diteriakkan pak kondektur tadi ya...
Wawan jadi bingung, kita sudah sampai mana sih?" tanya wawan yang sudah kelas 3 SD itu.

"Oh, yang baru saja kita lewati tadi halte Polda, seperti yang diteriakkan pak kondektur.
Tadi pak sopir sempat lupa menekan tombol pengeras suara bus, sehingga yang kita dengar nama halte sebelumnya," jelas sang ibu.

"Jadi, yang benar pak kondektur ya Bu?" tanya wawan lagi.
"Iya sayang..," jawab ibunya dengan tersenyum.

Wawan terdiam sejenak.
Ia melihat sekelilingnya seolah menikmati perjalanan di dalam angkutan umun yang lumayan nyaman itu.
Namun rupanya masih ada yang mengganjal di benaknya.
Perbincangan dengan ibunya pun berlanjut lagi.

"Tapi Buk...kok pak sopir bisa lupa sih?
Padahal dia kan sudah biasa membawa bus ini kan?"
"Betul Nak, ia sudah terlatih mengemudikan bus umum ini.
Tapi, tak lama setelah kita masuk bus, ibu lihat pak sopir sedang menerima telepon dari seseorang, sehingga lupa memencet tombol."

Mereka pun tiba ditempat tujuan, dan keluar di halte paling akhir.
Selepas keluar dari bus, wawan ingin tanya lagi ke ibunya.
Perbincangan dilanjut lagi rupanya.
Huuh...mokong tenan wawan iki...wis turune mlungker...akeh takone ae haha..

"Kata Bapak, menurut aturan lalu lintas, kalau sedang menyetir tidak boleh menelepon kan Buk.
Betul kan Buk?"
"Iya...tujuan aturan tersebut agar tidak terjadi kecelakaan.
Beruntung tidak terjadi apa-apa, sehingga kita sampai di sini."

Uwis Wan Ojo men takon ae, engko tak jewer lo...
Cerita dan kisah diatas hanya fiktif belaka.
Maaf kalo ada kesamaan nama atau tempat yang menyalahi.

Contoh di atas adalah sebuah cerita betapa wawan yang masih kanak-kanak pun bisa merasakan dampak kalau seseorang bekerja dengan tidak profesional.
Bila seseorang bekerja tidak profesional, maka secara langsung atau tidak langsung orang lain akan dibuat tidak nyaman.

Ketidakprofesionalan itu merupakan buah dari ketidakmampuan ia dalam memaknai pekerjaan yang secara sadar ia pilih.

Apapun profesinya.
Jika sering kerja tak profesional, bekerja tidak dengan hasil terbaik dan bermutu standar tinggi.
Ia sering lupa akan kewajiban, tetapi selalu ingat pada hak sebagai pekerja.

Tapi...
Ada tapinya sob...
Kalau kerjamu profesional...apakah hak akan diberikan dengan ideal...
Tergantung bosnya aku kira.
Ironis...

Thanks to my friend, Didik.
Sori aku pinjam namamu untuk contoh.

Monday, January 3, 2011

Kisah Islamiah

Assalamu'alaikum.
Blog Kisah Islamiah merupakan blog yang tercipta untuk mencoba mengabadikan kisah-kisah teladan seputar dunia Islam. Sebagaian besar postingan yang ada di blog ini diambil dari Kitab Daqoiqul Akbar dengan teknik bahasa sendiri tapi tak mengurangi kandungan inti dari kitab tersebut.
Jadi penulis mohon maaf bila ada kekeliruan dalam menulis dan sebagainya.

Kisah-kisah yang dimuat ini merupakan saduran dari banyak buku yang telah dimiliki oleh si penulis agar tidak hilang nantinya.

Kisah Islamiah ini akan meliputi beberapa label yang antara lain adalah:
Kisah Nabi
Kisah Karomah
Kisah Abu Nawas
Kisah Alam Kubur
Kisah Sahabat Rasulullah
Kisah Jin
Kisah Nyata
Selayang Pandang


Kisah-kisah tersebut di atas akan ditulis secara bertahap.
Mohon dukungan agar blog ini akan tetap eksis di dunia maya meskipun pemiliknya sudah tiada atau meninggalkan jejak karena sesuatu hal yang terjadi.

Penulis harapkan Kisah Islami yang ada di blog ini akan menjadi teladan, bahan renungan agar kita selalu mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.
Dan akhirnya, selamat membaca bacaan rohani ini.

Wassalamu'alaikum.

Categories