Thursday, August 18, 2011

Kisah Pemuda Sedekah Seluruh Harta

Subhanallah...
Sungguh luar biasa yang telah terjadi.
Karena mendengar lantunan ayat Al Qur'an, seorang pemuda akhirnya menyerahkan semua hartanya dan ia berjanji hidup di jalan Allah untuk meraih surga. Bidadari surga pun telah menantinya sebelum dia wafat.


Kisahnya.
Pada suatu hari, Al Yafi'i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, seorang ulama besar mengatakan kepada santri-santrinya ketika dirinya akan bersiap-siap hendak berangkat jihad. Ia meminta ke beberapa temannya untuk melantunkan ayat suci Al Qur'an,
"Wahai sahabat, tolonglah bacakan sebuah ayat suci Al Qur'an," pinta Abdul Wahid panggilan akrab ulama ini.

Permintaan sang ulama ini membuat orang-orang yang akan pergi menuju medan perang diam sejenak. Namun ada salah seorang laki-laki setengah baya tampil ke depan. Kemudian laki-laki yang berbaju putih itu membaca Surat At Taubah ayat 111,

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya:
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.

Setelah ayat tersebut dilantunkan, semua yang hadir tidak bisa bicara. Mereka merenungkan bunyi ayat suci tersebut. Kemudian, ada seorang anak muda berusia sekitar 15 tahun, bangkit dari tempat duduknya. Pemuda ini baru saja mendapat warisan yang cukup banyak dari orang tuanya, apalagi ia adalah anak tunggal.
Pemuda ini bernama Mahmud, yang mendapat wairsan karena beberapa hari yang lalu ayahnya baru saja meninggal dunia.

Setelah berdiri, pemuda iniberkata,
"Wahai Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan surga?"
Mendapat pertanyaan dari seorang pemuda yang muda belia ini, Wahid geleng-geleng kepala hampir tidak percaya. Lalu Wahid menjawab,
"Ya, benar, anak muda."
Jawaban dari Wahid ini membuat pemuda ini senang,
"Kalau begitu, saksikanlah, diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan surga."

Berperang.
Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan agama Islam. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak diberikan untuk diamalkan. Dalam perjalanan ke medan perang, pemuda ini diperhatikan oleh Wahid. Pada siang hari, ia rajin berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah.
"Pemuda ini selalu melakukan shalat malam, dia juga rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan, serta sering menjaga kami bila sedang tidur," tutur Wahid pelan.

Ketika sampai di daerah Romawi dan ketika Wahid sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba anak muda itu maju ke depan dan berteriak,
"Wahai, sahabatku, mari kita maju menghadapi musuh. Aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah."
Wahid menduga, pemuda ini mulai ragu dan pikirannya kacau. Ia kasihan sekali, karena itulah ia mendekatinya,
"Siapakah Ainul Mardiyah itu?" tanya Wahid.
Nampaknyta pemuda itu menjawab dengan tenangnya,
"Tadi ketika aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata,
"Pergilah kepada Ainul Mardiyah."

Kemudian ia meneruskan perkataannya,
"Ia juga mengajakku memasuki taman yang dibawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan di pinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah.

Manakala melihat kedatanganku, mereka bergembira seraya berkata,
"Inilah suami Ainul Mardiyah."

Bidadari cantik.
Bidarari-bidadari nampaknya senang sekali bertemu dengan Mahmud, ternyata bidadari itu adalah pembantu Ainul Mardiyah. Bidadari pembantu itu menyuruh Mahmud meneruskan langkahnya. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam,
"Hai Ainul Mardiyah, ini suamimu datang."

Perkataan bidadari itulah yang membuat hatiku berdebar-debar. Setelah itu, aku mendekati pintu yang di dalam ruangan itu ada wanita yang bernama Ainul Mardiyah. Lalu aku memberi salam kepadanya. Setelah menjawab salam, aku dipersilahkan masuk. Aku lihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut.

Kemudian aku dekati dia. Tapi Ainul Mardiyah itu menyuruh untuk tidak mendekat. Waktu mendekat, dia berkata,
"Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu."


Mahmud melanjutkankisah mimpinya,
"Lalu aku terbangun. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama."

Belum lagi percakapan mereka selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri dari sembilan orang menyerbu. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Anak muda ini bagaikan singa kelaparan. Ia menerjang musuh dengan gagah beraninya sambil mengucap takbir tiga kali,  
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar."

Selesai pertempuran, anak muda itu terlihat penuh luka di tubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia.

Sunday, August 14, 2011

Bapaknya Para Dokter

Jika Anda pelajar SMU, dan berkeinginan kelak untuk melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran di luar negeri, khususnya di Paris, niscaya akan Anda jumpai foto Avicenna terpampang dengan gagah di gedung Fakultas Kedokteran tersebut.
Tertulis di bawahnya,
"Bapak Para Dokter di Dunia."
Itulah Ibnu Sina.
Acicenna, begitu para pakar kedokteran Amerika dan Eropa menyebutnya. Ia adalah tokoh terkemuka di bidang kedokteran yang hidup pada abad ke 10. Nama lengkapnya adalah Abu Ali al Husain ibn Abdallah ibn Sina.

Ibnu Sina lahir pada tahun 981 di Afsana, kota kecil dekat Bukhara, tempat ahli hadits terkemuka bernama Bukhari.
Sejak kecil Ibnu Sina terkenal amat bersungguh-sungguh dalam belajar dan memang tak ada ilmuwan sukses yang tidak belajar dengan keras.
Bayangkan saja, Ibnu Sina kecil sudah mempelajari ilmu kedokteran sejak usia 10 tahun. Di usia itu pula ia telah hafal 666 keseluruhan ayat Al-Qur'an, dan bahkan sebelumnya Ibnu Sina telah menggeluti Matematika dan ilmu Logika dari seorang guru terkemuka, Abu Abdallah Natili, yang juga seorang filsuf terkenal.
Nah, inilah yang menarik.
Sweet Seventeen Ibnu Sina dilalui dengan teramat manis.
Manis bukan lantaran sang orang tua membuatkan pesta meriah, tapi justru di usia itulah Ibnu Sina dipercaya dan berhasil mengobati hingga sembuh penyakit Raja Bukhara saat itu, Nooh ibn Mansoor. Padahal banyak tabib dan ahli senior tak berhasil mengobatinya.




Raja begitu gembira, Ibnu SIna dimintanya agar sudi tinggal bersamanya di istana Raja. Namun ibnu Sina secara halus menolaknya.
"Bukan aku yang menyembuhkan, tapi Allah SWT."
Dan Ibnu SIna memohon diperbolehkan tinggal di perpustakaan kerajaan.
Ibnu Sina makin luas wawasannya, ia pun menjadi ahli matematika, filsuf dan astronomi. Selain itu, ia juga seorang pustyakawan dan psikiater yang handal.

Semangat belajar Ibnu Sina memang tak terkalahkan. Sepeninggal ayahandanya, Ibnu Sina makin sering berkelana, mencari ilmu dan mengajarkannya kemana saja. Ibnu Sina pernah kuliah di Jurjan, sebuah kota di Timur Tengan. Di sini ia berguru ke seorang sastrawan dan ulama besar Abu Raihan al Biruni.

Ibnu Sina masih melanjutkan kuliahnya ke Rayy dan Hamadan, kemudian ke Iran. Di sepanjang perjalanannya, ia banyak melahirkan karya besar. Paling tidak ada dua buku referensi dunia dari Ibnu SIna yang amat tersohor.
Kitab Al Qanun fi al Tibb, yang diterjemahkan menjadi The Canon, adalah buku rujukan ilmu kedokteran dunia hingga sekarang. Di dalamnya tertulis ensiklopedia jutaan item pengobatan dan jenis obat-obatan. Konsep penyembuhan sistematis dan berkelanjutan juga diperkenalkan Ibnu Sina. Bahkan ia pula yang mencatat dan memperkenalkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya.
Ibnu Sina adalah orang yang pertama kali memisah-misahkan serta merinci seluruh bagian tubuh, misalnya mata, telinga. Ketika itu, Ibnu SIna juga telah menyimpulkan bahwa setiap tubuh manusia dari ujung rambut hingga ujung kaki saling berhubungan.
Dirumuskannya pula, kesehatan fisik dan kesehatan jiwa saling terkait dan saling mendukung.

Ibnu Sina pula yang mengenalkan dunia kedokteran pada ilmu yang sekarang diberi nama patologi dan farmakologi.
Ada lagi satu kitab Ibnu SIna yang amat besar pengaruhnya pada dunia kedokteran.
Asy-Syifa' yang bahasa latin diterjemahkan menjadi Sanatio.

Itulah Ibnu Sina, karya-karya besarnya begitu berjasa dalam membuka cakrawala dunia kedokteran.
Ia meninggal dunia pada tahun 1073, di Hamadan.
Amal jariyahnya mengalir tiada henti hingga sekarang.
Sudah semestinya, jika generasi muslim cendekia saat ini harus belajar keras mengejar ketertinggalan yang ada.

BUKAN DONGENG BUKAN KHAYALAN. INILAH KISAH TELADAN YANG MULIA.
MARI CERITAKAN KEPADA PUTRA-PUTRI KITA AGAR ANAK MAKIN DEKAT DAN BANGGA DENGAN AGAMANYA

Saturday, August 13, 2011

Siasat Iblis Mengganggu Orang Puasa

Iblis pernah membuat pengakuan kepada Rasulullah SAW, bahwa ia merasa kesulitan dalam mengganggu seseorang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan ikhlas.


Kisahnya.
Allah SWT telah memerintahkan seorang malaikat untuk menemui Iblis agar dia menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya.
Maka malaikat pun menjumpai iblis dan berkata,
"Wahai iblis, Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah agar engkau menghadap Rasulullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu, engkau jawab dengan sebenar-benarnya dan apapun yang ditanya Rasulullah. Jika engkau berdusta walau hnaya satu perkataan, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras."

Mendengar ucapan malaikat yang dahsyat itu, iblis sangat ketakutan.
Maka segeralah dia menghadap Nabi Muhammad SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih sepuluh helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Pengakuan Iblis.
Iblis pun memberi salam.
Namun sampai tiga kali tidak juga dijawab oleh Nabi.
"Ya Rasulullah SAW, mengapa engkau tidak menjawab salamku, bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?" kata iblis.
"Hai seteru Allah, kenapa engkau menunjukkan kebaikanmu, janganlah engkau mencoba menipuku, sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s. Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah, hanya saja aku diharamkan Allah membalas salammu," ujar Rasulullah SAW dengan meyakinkan.
"Ya Rasulullah SAW, janganlah engkau marah. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu tipu dayaku terhadap umatmu," aku iblis kepada Nabi.

Beberapa saat kemudian Rasulullah SAW mengajukan beberapa pertanyaan.
Nabi berkata,
"Jika umatku berpuasa karena Allah SWT, bagaimana keadaanmu?"
Mendengar pertanyaan itu, tubuh iblis ketakutan.
Kemudian ia menjawab,
"Ya Rasulullah, inilah bencana yang paling besar bahayanya untukku," jawab iblis.
"Apa maksudmu?" tanya Rasulullah SAW.
"Apabila masuk bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy. Bagi orang yang berpuasa, Allah SWT akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar, serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa," jawab iblis.
"Lantas apa yang kau resahkan?" tanya Nabi SAW.
"Yang menghancurkan hatiku adalah malaikat dan semua isi alam yang siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa," jawab iblis lagi.

Sasaran Iblis dalam Bulan Puasa.
"Jika memang demikian, apa yang akan engkau lakukan kepada umatku?" tanya Rasulullah SAW.
"Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama adalah ulama yang memberi nasehat kepada manusia. Yang kedua, umat Anda yang sabar, syukur, dan ridha dengan karunia Allah SWT,"ujar iblis.
"Lalu siapakah yang ketiga dari umatku itu?" tanya Nabi SAW.
"Yang ketiga dari umatmu seperti Fir'aun. Terlampau sombong dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka aku pun bersuka cita. Kemudian aku masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke mana saja sesuai kehendakku. AKu membuat dia senang kepada dunia, umatmu yang ketiga itu akan melupakan ibadah, tidak mengeluarkan zakat," kata iblis.

"Lalu apa siasatmu dalam mengganggu golongan umatku yang ketiga itu?" tanya Nabi SAW.
"Aku menggodanya agar minta kaya dulu, setelah kaya ia akan sombong dan lupa beramal. Jika demikian, umatmu itu akan saling berebut harta, saling benci dan menghina kepada yang miskin. Jika demikian, tinggal menunggu kehancurannya," jelasiblis.

Setelah mengerti akan tipu daya iblis itu, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya agar menjalankan ibadah puasa dengan penuh harap dan ridha kepada Allah SWT. Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang benar-benar ikhlas dan tulus dalam berpuasa.

Terakhir,
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan Saudara Saudariku yang seiman

Tuesday, August 2, 2011

Sejarah Sihir

Ilmu sihir itu sudah ada sejak zaman dahulu. hingga kinipun ilmu tersebut tetap dipraktekkan oleh manusia baik untuk tujuan jahat maupun kebaikan.



Kisahnya.

Sihir dalam kaca mata mistik adalah sistem konsep yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam termasuk kejadian, obyek, orang dan fenomena fisik melalui mistik, paranormal atau supranatural. Oleh karena itulah dalam banyak kebudayaan, sihir berada di bawah tekanan dari dan dalam kompetisi dengan ilmu pengetahuan dan agama.


Sihir dalam bahas Arab berasal dari kata sharo atau sihrun yang berarti sihir atau tipu daya.
Menurut para ulama, sihir adalah perkara atau kejadian yang luar biasa dalam pandangan orang yang melihatnya. Sihir dapat dipelajari. Seseornag yang mempelajari, mengetahui dan mengerjakan sihir, tentu ia akan dapat melakukan perkara tersebut.

Sementara hakekatnya, sihir ini tidaklah dapat dikatakan sebagai sesuatu yang luar biasa karena sihir dapat dipelajari. Hnya orang-orang yang melihatnya tidak mengetahui hingga dapat dikatakan tertipu daya oleh si pelaku sihir itu.

Sejarah Sihir.
Ilmu sihir ini pertama kalai ada pada zaman Nabi Sulaimana a.s.
Dahulu para setan naik ke langit untuk mencuri kabar yang disampaikan oelh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka bumi berupa kematian, ilmu ghaib, dan perintah Allah SWT.
Allah memberitahukan kepada Nabi Sulaiman tentang tipu daya setan tersebut, lalu Nabi Sulaiman memendam seluruh catatan kalimat di bawah kursi kerajaan dan tidak ada satu setan pun yang mampu mendekatinya.




Setelah Nabi Sualiman wafat, setan berubah wujud seperti manusia dan berusaha mengeluarkan catatan tersebut dari bawah kursi Sulaiman, kemudian dia mengatakan kepada manusia,
"Apakah kalian ingin mendapatkan harta karun yang tidak pernah terbatang?"
Maka setan menunjukkan sihir yang dipendam oleh Nabi Sulaiman di bawah kursinya lalu dipelajari oleh manusia dari zaman ke zaman.

Zaman Nabi Muhammad.
Kemudian pada zaman Nabi Muhammad, tersebar tuduhan dikalangan orang-orang Yahudi bahwa Nabi Sulaiman mengejarkan sihir, begitu pula malaikat Jibril dan Mikail.
Lalu turun ayat sebagai bantahan terhadap tuduhan Yahudi tersebut.
Yang benar adalah bahwa Nabi Sulaiaman tidak pernah mengajarkan sihir apalagi sebagai tukang sihir, begitu pula kedua malaikat, Jibril dan Mikail.

Karena itulah dalam ajaran islam sihir tergolog syirik.
Itulah sedikit kisah asal mula ilmu sihir yang telah ada di dunia ini.
(Dicuplik dari kitab Ibnu Katsir).