Sunday, April 15, 2012

Bagaimana Wujud Malaikat Maut

Kisah Islamiah malam dengan kisah Malaikat Maut, Malaikat Izroil.
Sebelum tiba waktunya, rasanya sangat sulit untuk mengetahui wujud malaikat maut ini. Namun, Rasulullah SAW telah memberikan bocoran kepada umat Islam semuanya agar mereka emnjadi makin bertakwa kepada Allah SWT.

Kisahnya.
Nantinya, pada saat Malaikat Maut menjumpai manusia, dia menampakkan diri dengan wujud yang berbeda-beda tergantung dari amal perbuatan manusia itu selama hidup di dunia. Bagi mereka yang banyak mengerjakan amal shaleh, maka malaikat maut akan datang denagn wujud yang bagus.
Sedangkan sebaliknya, bagi orang kafir, malaikat maut akan datang dengan wujud yang sangat menyeramkan.

Untuk mengetahui wujud dari malaikat maut,kita tengok hadits yang telah diriwayatkan oleh paman Nabi sendiri, Ibnu Abbas ra.



Malaikat Maut berwujud Buruk Rupa.
Dikisahkan ketika Nabi Ibrahim as meminta kepada Malaikat maut untuk memperlihatkan caranya mencabut nyawa seorang mukmin.
Nabi Ibrahim berkata,
"Dapatkah engkau memperlihatkan rupamu saat engkau mencabut nyawa manusia yang gemar berbuat dosa?"

Malaikat maut hanya menjwab pendek saja,
"Wahai Nabiyullah, engkau pasti tak akan sanggup melihatnya."
""Aku pasti sanggup," tegas Nabi Ibrahim as.
"Baiklah jika demikian, sekarang berpalinglah dariku sebentar," pinta malaikat maut.

Nabi Ibrahim as Pingsan di tempat.
Sesaat kemudian Nabi Ibrahim as berpaling dengan membelakangi Malaikat Maut. Setelah itu Nabi Ibrahim as kemudian menghadap kembali ke Malaikat Maut yang sudah mengganti wujudnya.

Alngkah kagetnya Nabi Ibrahim as setelah melihat sosok makhluk di hadapannya. Di hadapannya telah berdiri sesosok makhluk besar, berkulit hitam legam dengan rambut berdiri menyemburkan api, berbau busuk dan berpakaian serba hitam.
Dari mulut dan hidungnya juga tersembur jilatan api.

Seketika itu juga Nabi Ibrahim as langsung pingsan di tempat.
Ketika tersadar, Nabi Ibrahim as pun berkata kepada Malaikat Maut yang sudah berwujud bagus lagi itu.
"Wahai Malaikat Maut, seandainya para pendosa itu tak menghadapi sesuatu yang lain dari wajahnmu di saat kematiannya, niscaya cukuplah itu menjadi hukuman untuknya."

Malaikat Maut berwujud Bagus Rupa.
Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas juga.
Suatu saat Nabi Ibrahim as meminta kepada malaikat maut agar mengubah wujudnya saat mencabut nyawa orang-orang yang beriman.

Malikat maut menyuruh Nabi Ibrahim as untuk membelakanginya terlebih dahulu.
Sesaat kemudian Nabi Ibrahim as kembali berpaling menghadap malaikat maut.
Setelah membalikkan badannya kembali, di hadapan Nabi Ibrahim as telah berdiri seorang pemuda tampan, gagah, berpakaian indah dan beraroma wangi, sangat harum menyengat hidung.

Nabi Ibrahim as berkata,
"Demi Allah SWT, seandainya orang beriman melihat rupamu di saat kematiannya, niscaya cukuplah itu sebagai imbalan amal baiknya."

Nah,itulah wujud malaikat maut saat akan mencabut nyawa manusia.
Bisa disimpulkan sebagai berikut.

Bagi orang yang beriman, Malaikat maut akan datang dengan rupa:
1. Seorang pemuda tampan.
2. Gagah.
3. Berpakaian indah.
4. Beraroma wangi.

Bagi yang kafir, Malaikat Maut akan datang dengan rupa:
1. Sesosok makhluk yang besar.
2. Kulitnya hitam legam.
3. Rambutnya berdiri menyemburkan api.
4. Hidung dan mulutnya mengeluarkan api.
5. Berbau busuk.

Kisah islamiah selanjutnya Insya Alloh akan menceritakan tentang bagaimana Malaikat Maut bisa mencabut 2 atau lebih nyawa manusia di waktu bersamaan.
Jadi tetap hadirlah di sini semoga makin menambah keimanan kita semua.

NB:
Gambar hanya ilustrasi saja di semua postingan blog ini.

Thursday, April 12, 2012

Iblis Menyamar jadi Murid Waliyullah

Alhamdulilah, Kisah Islamiah bisa hadir kembali dan kali ini akan bercerita tentang Iblis dan bala tentaranya.
Iblis dan sekutunya akan tetap berupaya mengganggu dan menggiring manusia agar berpaling dari perintah Allah SWT. Seperti kisah ini, ada Waliyullah yang bernama Imam Juneid juga tak luput dari hasutannya.

Namun, karena Imam Juneid ini berilmu agama yang tinggi, Iblis pun akhirnya menyerah kalah dan lari dari hadapan Waliyullah tersebut.
Ingin tahu kisahnya kan.

Kisahnya.
Bukan hanya orang awam saja yang dijadikan sasaran oleh iblis dan sekutunya. Para waliyullah dan ulama pun bisa jadi target hasutan mereka. Salah satunya adalah Imam Juneid, yang merupakan seorang hamba Allah SWT yang terkenal dengan pemahaman ilmu Fiqihnya.

Imam Juneid ini memiliki kebiasaan beribadah di atas rata-rata umat islam lainnya. Bayangkan saja, dalam sehari Beliau bisa melakukan shalat sunnah sebanyak 400 raka'at. Selain itu juga istiqamah berpuasa dan berzikir di malam harinya.

Iblis Menyamar.
Pada suatu hari, iblis masuk ke rumah Imam Juneid dengan menyamar sebagai salah satu muridnya dan berkata,
"Wahai Waliyullah, aku ingin mengabdi kepadamu tanpa upah, bolehkah?"
(Sebenarnya Imam Juneid sudah tahu bahwa itu adalah iblis).
""Silahkan lakukan," jawab Imam Juneid sinkat.



Iblis pun akhirnya mengabdi kepada Imam Juneidseperti para murid lainnya. Ia berusaha melakukan apa saja yang diperintahkan oleh Imam Juneid, namun di balik ketaatannya itu, iblis memiliki siasat jahat, ada udang dibalik batu.
Ia berharap dapat memasuki hati dari Imam Juneid.

Tak tanggung-tanggung, Iblis ini mengabdi kepada Imam Juneid sepuluh tahun lamanya.
Selama sepuluh tahun lamanya iblis menyamar, siasatnya belum juga membuahkan hasil. Iblis merasa telah gagal menembus hati Imam Juneid yang tak pernah lupa sedikitpun untuk berzikir kepada Allah SWT.

Bukankah iblis tak kuasa menggoda anak Adam yang selalu ingat dan berzikir kepada Allah SWT. Itulah janji Allah SWT tatkala iblis akan dikeluarkan dari Surga dan dilaknat oleh Yang Maha Perkasa. (ingat Kisah Nabi Adam as).

Iblis Mengaku Menyerah.
Bukan main ketaatan Imam Juneid kepada Allah SWT. Akhirnya iblispun menyerah dalam penyamarannya dan memutuskan untuk berpamitan meninggalkan Imam Juneid.




"Wahai Waliyullah, sesungguhnya aku adalah iblis yang menyamar menjadi salah satu muridmu. Aku ingin memasuki hatimu, akan tetapi aku tidak bisa karena setiap kedip mata engkau tak pernah lupa berzikir kepada Allah SWT," keterusternagan iblis kepada Imam Juneid.
"Aku sudah tahu kalau engkau adalah iblis, makanya aku menjadikanmu pelayan untuk menyiksamu, dan kelak di akhirat nanti kamu tidak akan mendapat pahala dari Allah SWT," tutur Imam Juneid.

Iblis tersentak kaget, bagaimana mungkin Waliyullah seperti Imam Juneid ini mengetahui kalau dia adalah iblis. Iblispun berkata lebih lanjut,
"Aku tidak mel;ihat kesombongan dalam hatimu dan itu menjadi sumber kekuatanmu."

"Pergilah kamu wahai iblis laknatullah, kamu hanya bisa masuk ke dalam hati manusia yang telah diliputi takabbur dan sombong, keluar dan pergilah dengan hina engkau iblis," usir Imam Juneid.

Akhirnya iblispun mengaku kalah.
Ia menghilang dari hadapan Imam Juneid yang terbukti tak mampu digodanya sedikitpun.

Thursday, April 5, 2012

Burung Mati bisa Hidup Lagi | Kisah Nabi Ibrahim

Nah, sekarang Kisah Islamiah akan mengisahkan kisah Qur'ani sekaligus kisah Nabi.
Kisah ini berpedmonan akan Kitab Suci Al Qur'an, Surat Al-Baqarah ayat 260.

Adalah Nabi Ibrahim as yang merasa sangat penasaran siapakah sebenarnya Tuhan yang wajib disembah itu. Dalam pencarian Tuhan tersebut, Nabi Ibrahim as meminta kepada Allah SWT bagaimana menghidupkan orang yang telah mati.
Dan pada kesempatn tersebut, dicontohkanlah empat burung yang mati kemudian dipotong-potong tubuhnya, kmeudian dicampur tiap potongan yang satu dengan yang lain.

Setelah dipotong kecil-kecil dan dicampur, keempat daging burung diletakkan di tempat yang berbeda. Sungguh keajaiban, burung-burung tersebut bisa hidup kembali seperti sedia kala.
Subhanallah...

Kisahnya.
Kisah ini sebagai asbabul nuzul, sebab turunnya ayat 260 Surat Al-Baqarah dan terjadi pada zaman Nabi Ibrahim as.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتَى قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ قَالَ بَلَى وَلَكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya:
dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu ?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Nabi Ibrahim as dihadapkan dengan suatu kaum yang rusak yang dipimpin oleh Raja Namrud, seorang raja yang sangat ditakuti oleh rakyatnya dan menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Nabi Ibrahim as dilahrikan di Babylonia bagian selatan Mesoptamia, sekarang bernama negara Irak.
Sejak kecil, Nabi Ibrahim as sudah tertarik dengan memikirkan kejadian-kejadian alam, hingga ia menyimpulkan bahwa keajaiban alam tersebut pastilah diatur oleh sesuatu Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Hari demi hari dilalauinya dan Nabi Ibrahim as semakin beranjak dewasa. Nabi Ibrahim as pun mulai berbaur dengan masyarakat luas. Beliau melihat keganjilan di masyarakat tempatnya tinggal, dimana masyarakat menyembah patung-patunng yang terbuat dari batu.

Nabi Ibrahim as minta Petunjuk Allah SWT.
Kembali pada pokok kisahnya, setelah Nabi Ibrahim lama mencari siapa Tuhan yang berhak disembah, akhirnya beliau berketapan hati untuk menyembah Allah SWT dan menjauhi berhala.

Pada suatu saat, Nabi Ibrahim as memohon kepada Allah SWT agar diperlihatkan kemampuanNya untuk menghidupkan makhluk yang telah mati. Hal itu untuk menambah ketetapan hatinya atas kekuasaan Allah SWT, bukan ada maksud yang lain.

Doa dan permohonan Nabi Ibrahim as terkabul.
Nabi Ibrahim as mendapat petunjuk Allah SWT untuk memilih empat jenis burung, dan beliau memilih burung:
1. Merpati
2. Ayam jago
3. Burung merak
4. Burung gagak.
Keempat burung tersebut disembelih kemudian dagingnya dipotong kecil-kecil.

Belum cukup sampai disitu, Nabi Ibrahim as mencampurkan daging kecil-kecil tersebut secara silang dan meletakkannya di puncak gunung yang berbeda. Sedangkan Nabi Ibrahim as sendiri berdiri di antara gunung-gunung tersebut sambil memegang keempat kepala burung yang sudah mati itu.

Pembuktian bahwa yang mati bisa dihiudpkan oleh Allah SWT.
Subhanallah....
Kemudian Nabi Ibrahim as berkata,
"Ya Allah, saya telah percaya kepadaMu, namun tunjukkanlah bagaimana menghidupkan orang yang telah mati untuk menambah ketatapan hatiku."

Mendengar permohon Nabi Ibrahim as tersebut, Allah SWT memberikan petunjuk kepada Nabi Ibrahim as untuk memanggil burung-burung yang mati tersebut.
Ajaib....Subhanallah...
Tak lama kemudian, daging-daging yang terpotong-potong dan dicampur aduk dan acak tersebut perlahan-lahan menyatu kembali membentuk burung yang utuh, dan tak lama berselanmg pula burng-burung itu hidup kembali dan bisa terbang seperti semula.

Begitu menyaksikan kejadian yang telah diperlihatkan oleh Yang Maha Kuasa tersebut, Nabi Ibrahim as langsung sujud dan memuji Allah SWT tiada hentinya. Makin mantaplah keimanan dan keyakinan Nabi Ibrahim bahwa yang berhak disembah adalah hanya satu, Allah SWT.

Pendeta Menagih Hutang kepada Rasulullah

Kisah islamiah sore ini dengan sedikit cerita saja, dan nanti akan dilanjutkan dengan kisah lain yang tak kalah menariknya. Ingin rasanya admin ini posting sebanyak mungkin tiap hari di Blog Kisah-Kisah Islami, bisa dijadikan teladan dan renungan.

Ada seroang pendeta yang sangat kasar nada bicaranya, menagih hutang kepada Baginda Rasululah SAW di hadapan Beliau serta para sahabat-sahabatnya termasuk Umar bin Khattab.
Merah padamlah raut muka Umar bin Khattab mendengar ucapan pendeta itu. Namun, Rasulullah SAW sungguh-sungguh sangat sabar hingga akhirnya persoalan terselesaikan dengan baik.

Kisahnya.
Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW tengah melayat salah seorang jenazah, datanglah seorang Yahudi bernama Zaid bin Su'nah. Said menemui Rasululah SAW untuk menuntut utangnya.

Yahudi itu menarik gamis dan selendang beliau sambil memandang dengan wajah yang bengis.
Dia berkata,
"Ya Muhammad, lunaskanlah hutangmu padaku!" dengan nada yang kasar sekali.




Melihat hal itu, Umar bin Khattab yang ada didekat Rasulullah SAW pun menjadi marah, ia menoleh ke arah Zaid dengan pandangan mata yang tajam bahkan agak mendelik.
Umar bin Khattab berkata,
"Hai musuh Allah, apakah engkau berani berkata dan berbuat tidak senonoh terhadap Rasulullah SAW di hadapanku?"

Si Yahudi Takut kepada Umar.
Seketika itu juga si Yahudi takutnya bukan main kepada Umar bin Khattab yang terkenal tegas itu. Dia mengalihkan pandangan seakan takut akan terjadi sesuatu yang bisa mencelakainya.

Rasulullah SAW yang ada diantara mereka memandangi kedua orang tersebut dengan tenangnya.
Kemudian Rasululah SAW berkata,
"Wahai Umar, saya dan dia lebih membutuhkan perkara yang lain (nasehat). yaitu engkau anjurkan kepadaku untuk menunaikan hutangnya dengan baik dan engkau perintahkan dia untuk menuntut hutangnya dengan cara yang baik pula. Wahai Umar, bawalah dia dan tunaikanlah haknya serta tambahkanlah dengan dua puluh sha' kurma."

Si Yahudi Masuk Islam.
Umar bin Khattab pun segera melaksanakan perintah Rasululah SAW.
Singkat cerita, Si Pendeta ini akhrinya masuk Islam karena telah membuktikan sendiri bagaimana kesabaran Rasululah SAW terhadapa makhluk lain.