Thursday, July 12, 2012

Jenazah Rasulullah akan Dicuri Nasrani

Kisah Islamiah dengan Kisah Nabi Muhammad SAW.
Sungguh Rasulullah ini dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, semasa hidup maupun sesudah meninggalnya.
Terbukti, meski ada orang yang akan menggali makan beliau, namun tetap dilindungi.


Kisahnya.
Sumber cerita adalah dari Ali Hafidz yang merupakan sejarawan islam dalam kitabnya Fusul min Tarikhi Al Madinah Al Munawarah. Peristiwanya terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H.
Secara diam-diam, pemerintah Eropa Kristiani telah menyusun rencana untuk mencuri jenazah Nabi Muhammad SAW.

Mereka kemudian mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan aksi keji mereka.
Bertepatan pada musim haji, orang-orang tersenut menyamar sebagai jamaah haji.

Keduanya ditugaskan untuk melakukan pengintaian terlebih dahulu, mencari kesempatan yang baik untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW. Setelah melakukan pengintaian, keduanya memberanikan dirinya untuk menyewa sebuah penginapan di dekat makam Nabi Muhammad SAW.

Mereka membuat lubang dari kamar dalam kamar penginapan tersebut menuju ke makam Rasulullah SAW. Belum sampai pada akhir penggalian, rencana tersebut digagalkan.

Petunjuk Mimpi.
Pada suatu hari, Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki yang merupakan penguasa Islam saat itu telah mendapat petunjuk melalui mimpi. Sang Sultan bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW sambil menunjuk dua orang lelaki bermambut pirang dan berjambang.

"Wahai Mahmud, selamatkanlah jasadku dari maksud jahat kedua orang ini," tutur Rasulullah SAW.

Sultan Mahmud lantas terbangun dalam keadaan gelisah tiada tara. Ia kemudian melaksanakan shalat malam dan kemudian kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW dengan maksud sama sebanyak tiga kali dalam semalam.

Pada malam itu juga Sultan melakukan perjalanan dari Damsyik ke kota Madinah. Sesampainya di Madinah, Sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah ke makam Nabi SAW.

Pagi harinya Sultan berkoordinasi dengan penguasa Madinah.
Saat yang tepatpun datang, ketika Menteri jamaluddin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah untuk menerima sembako.
Kesempatan itu digunakan Sultan untuk mencermati, mencari orang yang ada di lihatnya dalam mimpi. Namun Sultan tak menemukan orang yang ada dalam mimpinya itu.

Menteri Jamaluddin bertanya kepada penduduk,
"Apakah di antara kalian ada yang belum mendapatkan sembako dan hadiah dari Sultan?"
"Ada dua orang dari Maghribi yang belum mendapatkan jatah, keduanya selalu berjamah di Masjid Nabawi," ujar salah seorang penduduk.



Dihukum Mati.
Kemudian Sultan memrintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Alangkah terkejutnya Sultan ini begitu melihat kedua orang tadi, ternyata merekalah yang dilihatnya dalam mimpi.
Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia, Spanyol. Mesli Sultan mendesak bertanya tentang kegiatan meraka di Madinah, namun mereka tetak mau mengaku.

Kemudian Sultan bersama menteri dan pengawal pergi menuju ke penginapan dua orang jamaah dari Andalusia itu. Sesampainya di rumah, mereka menemukan sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf Al Qur'an. Pada saat itulah Allah SWT memberi ilham, Sultan Mahmud tiba-tiba membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut.

Masya Allah...
Sultan menemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang yang menuju ke makam Nabi SAW. Seketika itu juga Sultan menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya.

Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus Raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, pada keesokan harinya mereka berdua dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi Muhammad saw kemudian mayatnya di bakar.

Thursday, June 21, 2012

Beberapa Nama Khidir dan Kelebihannya

Kisah Islamiah malam dengan Kisah Nabi Khidir as.
Siapa yang tak pernah dengar tentang keunikan Nabi Khidir as, pastinya semua pernah mendengarnya kan.

Nabi Khidir as

Kisahnya.
Asal nama Khidir dan beberapa kelebihannya.
Ada orang yang memanggilnya Khadir, Al-Khadir atau Al-Khidir.
Sesungguhnya nama ini diidentikkan dengan nama Allah SWT yang menyerupai malaikat. Bisa diungkapkan sebagian orang kalau ia berkenan, walaupun tidak semudah siapa yang menginginkan pertemuan dengannya.




Untuk itu, mari kita lihat beberapa riwayat yang menceritakan tentang Nabi Khidir as berikut ini.

Sementara itu, Ibnu Asakir dan sahabat-sahabatnya meriwayatkan, bahwa hamba Allah yang satu ini digelari "Khidir" karena perubahan warna di sekitarnya menjadi kehijauan bila ia sedang shalat di suatu tempat.

Sahabat Nabi yang bernama Ikrimah meriwayatkan yang serupa kepada Ibnu Abi Hatim.
Berkata Ikrimah,
"Dia digelari Khidir karena bila dia duduk di suatu tempat maka cahaya di sekitar tempat itu akan berubah menjadi kehijauan. Mungkin karena pakaiannya yang berwarna hijau."



Berkata As-Sayyidi,
"Apabila Khidir berdiri di atas suatu tanah lapang yan gersang, maka dimana kakinya berpijak akan ditumbuhi rumput yang masih hijau hingga menutupi kedua telapak kakinya. Hal ini terjadi karena kebaikan pribadinya."

Hal serupa diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Rasulullah SAW bahwa jika Khidir duduk di atas tumpukan jerami yang telah kering, maka jerami tersebut akan menjadi hijau kembali.

Bukan main kepribadian yang beliau miliki ini.
Wallahu A'lam..

Sunday, June 17, 2012

Awal Pertemuan Nabi Khidir dan Tirmidzi

Kisah islamiah sore dengan Kisah Nabi Khidir as.
Nabi Khidir as merupakan salah seorang nabi yang memiliki rahasia yang hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya secara persis.

Pada kesempatan kali ini, admin kisah islamiah akan sedikit menceritakan bagaimana sebenarnya awal pertemuan antara Nabi Khidir as dan ulama terkenal at-Tirmidzi.


Kisahnya.
Pada suatu kesempatan, Muhammad bin Ali at-Tirmidzi bersama dengan dua orang lainnya bertekad untuk melakukan pengembaraan mencari ilmu. Namun, ketika mereka hendak berangkat, jadi sedihlah hati ibunya.




"Wahai buah hati ibu," kata sang ibu.
"Aku adalah seorang perempuan yang sudah tua dan lemah. Bila ananda pergi, maka tak ada lagi seorang pun yang ibunda punyai di atas dunia ini. Selama ini anandalah tempat ibu bersandar, kepada siapakah ananda menitipkan ibunda yang sebatang kara dan lemah ini?" tutur ibundanya.

Kata-kata itu menggoyahkan semangat Tirmidzi, dan akhirnya ia membatalkan niatnya. Sementara kedua sahabatnya tetap berangkat mengembara mencari ilmu.

Pada suatu hari, Tirmidzi duduk di sebuah pemakaman meratapi nasibnya.
"Di sinilah aku, tak ada yang peduli kepadku yang bodoh ini," guman Tirmidzi.
Sedangkan dua sahabtanya tadi hanya akan kembali sebagai orang-orang yang terpelajar dan berbeda dari sebelumnya.



Bertemu Orang Tua di Pemakaman.
Tiba-tiba saja muncullah seorang tua dengan wajah berseri menegur Tirmidzi.
"Nak...mengapakah engkau menangis?" tanya orang tua itu.
Akhirnya Tirmidzi menceritakan segala keluh kesahnya selama ini.

"Maukah engkau menerima pelajaran dariku setiap hari sehingga engkau dapat melampau batas kedua sahabatmu itu dalam waktu yang singkat?" tanya orang tua itu.
"Aku bersedia," jawab Tirmidzi.

Maka setiap haru orang tua itu memberikan pelajaran kepada Tirmidzi.
Setelah 3 tahun berlalu, barulah Tirmidzi menyadari bahwa sesungguhnya orang tua itu adalah Nabi Khidir as.
Tirmidzi memperoleh keberuntungan yang seperti itu karena telah berbakti kepada ibundanya.

Itulah sedikit kisahnya, bayangkan kawand dalam waktu tempo tiga tahun barulah disadari Syeikh Tirmidzi kalau sebenarnya orang tua tersebut adalah Nabi Khidir as.

Saturday, June 9, 2012

Meninggal Tubuhnya Dikafani Malaikat

Kisah Islamiah malam dengan kisah Sakaratul Maut,kisah yang menceritakan tentang dicabutnya roh seorang manusia pecinta Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Kisahnya.
Semasa hidupnya Abu Abdillah adalah seorang yang sangat mencintai Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Apapun yang dikatakan oleh Rasulullah SAW, dia selalu mentaatinya.
Subhanallah....
Ketika meninggal dunia tubuhnya dikafani sendiri oleh Malaikat.

Sungguh sangat beruntung apa yang dialami oleh Abu Abdillah tersebut.
Dia manusia yang mati dalam kondisi yang baik atau Khusnul Khatimah.

Cerita ini bersumber dari Kitab Al Husayn ibn Sa'id Al Ahwani.
Diceritakan bahwa pada suatu saat Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib ra, Malaikat Jibril, Malaikat Mikail dan malaikat Isroil sedang berada di suatu tempat.
Di hadapan mereka terdapat seorang sahabat Nabi SAW, Abu Abdillah yang tengah sakit keras.

"Demi Allah, amalmu akan diterima dan dosamu akan diampuni oleh Allah," ujar Rasulullah SAW kepada Abu.

Pada saat itu Abu tidak dapat berbuat apa-apa, ia hanya terbaring lemah di hadapan mereka. Kemudian Malaikat Jibril mendekati Abu dan berkata kepada Rasulullah SAW,
"Orang ini mencintaimu, maka sayangilah ia."

Mencintai Rasulullah SAW.
Rasul SAW berkata kepada Malaikat Jibril,
"Wahai Jibril, sesungguhnya orang ini telah mencintai Allah, RasulNya, dan aku juga menyayanginya."

Begitu mendengar penuturan Rasulullah yang demikian, maka Malaikat Jibril kemudian mendekati Malaikat Maut,
"Wahai Malaikat maut, orang ini telah mencintai Allah, RasulNya selama hidupnya, maka sayangi dia dan lemah lembutlah terhadapanya."

Kemudian Malaikat Maut tersebut mendekat ke tubuh Abu yang lemah lunglai dan berbisik kepadanya,
"Wahai makhluk Allah, apakah kamu telah mendapatkan kebebasanmu, keselamatanmu dan ampunanmu?"
Terasa aneh, meskipun Abu yang sebelumnya tidak mampu berbicara karena tubuhnya lemah, mendadak saja ia mampu berbicara.
"Ya," jawab Abu.
"Apakah engkau berpegangan pada pegangan besar dalam kehidupan di dunia?" tanya Malaikat Maut lagi.
"Benar," jawab Abu lirih.

Tubuh berbau Harum.
"Siapakah mereka," tanya Malaikat Maut.
"Mereka adalah Nabi Muhammad SAW kekasihku dan Ali bin Abi Thalib," jawab Abu.

Kemudian Malaikat Maut berkata,
"Kamu telah berkata dengan benar. Allah SWT telah menganugerahimu keselamatan dari apa yang menakutkanmu dan kamu telah menerima apa yang kamu dambakan. Terimalah berita baik ini bahwa kamu telah bersama dengan para pendahulumu yang lurus."

Kemudaian Malaikat Maut menarik roh dari Abu dan menurunkan kain kafan serta minyak kasturi dari surga. Tak hanya itu, tubuh Abu dilumuri dengan minyak kasturi dari surga.
"Tidurlah seperti tidurnya seorang pengantin di ranjangnya. Terimalah berita gembira, kesegaran, keharuman dan kenikmatan dari Allah SWT," ujar Malaikat Maut.