Sunday, November 1, 2015

Dialog Nabi Khidir dan Raja yang Sombong

Khidir adalah salah satu nabi Allah SWT yang diperkirakan masih hidup sampai sekarang ini. Nabi Khidir telah banyak membantu menyadarkan manusia dari sifat-sifat yang dibenci Allah SWT.

Kisah yang terkenal dalam dunia Islam adalah kisahnya Nabi Khidir dan Nabi Musa as. Kala itu, Nabi Musa as agak terlupa bahwa di dunia ini masih ada banyak orang yang melebihi dia.

Maka didatangkanlah Nabi Khidir as.

Nabi Khidir as (ilustrasi)

Pada akhirnya, Nabi Musa as berguru kepada Nabi Khidir as dengan syarat harus bersabar ketika bersamanya dengan beliau. Namun apa yang terjadi, seorang nabi saja tak mampu memegang sifat sabar seperti Nabi Khidir as.

Sungguh hebat, Nabi Musa as akhirnya tak jadi berguru kepada Nabi Khidir as karena tidak kuasa menahan sepak terjang Nabi Khidir as yang telah dianggapnya tidak berperikemanusiaan.

Ada satu kisah lagi yang hebat, ketika Nabi Khidir menyadarkan seorang raja yang angkuh, hingga akhirnya raja tersebut menjadi manusia insan kamil yang disegani.



Bagaimana kisahnya?

Berikut Kisahnya


Kisah ini bersumber pada kitab Tazkirat Al Aulia, sebuah kitab hasil karya dari Syeikh Farid Ad Din Attar.

Dahulu kala sebelum Ibrahim bin Adham menjadi ulama sufi yang terkenal, beliau adalah seorang raja yang sangat luas kekuasaannya dan hingga tiba pertemuannya dengan Nabi Khidir as.

Dikisahkan pada suatu hari seperti biasanya, Ibrahim bin Adham berada di atas singgasananya, guna mendengarkan keluh kesah rakyatnya.

Namun, pada hari itu, lain dari biasanya karena para menteri dan rakyat melihat perubahan yang terjadi secara tiba-tiba pada diri raja mereka.

Perubahan terjadi karena ada seseorang yang misterius masuk ke pertemuan tersebut. Wajahnya begitu menakutkan sehingga tak ada seorang pun yang berani menegur dan menyakan keperluannya.




Dialog Nabi Khidir dan Ibrahim bin Adham


Kejadiannya begitu cepat dan tak ada yang berani mencegahnya untuk masuk pertemuan negara tersebut. Lelaki misterius tersebut kemudian langsung menghadap Raja Ibrahim bin Adham.

"Apakah yang engkau inginkan?" tanya Ibrahim.
"Aku baru saja sampai, berilah istirahat sejenak," jawab lelaki misterius itu.
"Wahai orang asing, ini bukanlah tempat persinggahan kafilah. Ini istanaku. Perilakumu itu seperti orang gila saja," cerca Ibrahim dengan nada tinggi.

Akan tetapi lelaki misterius itu tak mau tinggal diam. Ia malah balik bertanya,
"Siapa pemilik istana ini sebelum engkau?"
"Ayahku," jawab Ibrahim.
"Sebelum ayahmu?" tanya lelaki misterius itu lagi.
"Kakekku," jawab Ibrahim kesal.

"Sebelum kakekmu siapa pemiliknya?" tanya lelaki misterius itu.
"Ini warisan dari keluarga kakekku," jawab Ibrahim dengan nada emosi.

"Kemanakah mereka sekarang ini?" tanya lelaki misterius yang tak menunjukkan rasa takut sama sekali.
"Mereka telah meninggal dunia," jawab Ibrahim.
Lazada Indonesia
"Jika demikian, tidakkah ini sebuah persinggahan yang diduduki oleh seseorang kemudian ditinggalkannya dan diganti oleh yang lain pula?" jelas lelaki misterius tersebut.

Mendengar penjelasan tersebut, Ibrahim bin Adham tersentak kaget.

Namun sebelum Ibrahim sempat menjawab, lelaki misterius itu mundur ke belakang dan tiba-tiba saja gaib menghilang di tengah kerumunan orang-orang.

Ibrahim tak menyadari bahwa lelaki misterius tersebut adalah Nabi Khidir as karena pada pertemuan selanjutnya Nabi Khidir as mengakuinya.

Wallahu A'lam...

Friday, October 2, 2015

Betapa Riangnya Iblis Saat itu

Pada zaman Nabi Nuh as, Allah SWT memerintahkan Nabi untuk membuat sebuah perahu yang sangat besar. Bermula dari doa Nabi Nuh as kepada Allah SWT untuk menghukum orang-orang yang kafir.

Doanya Nabi Nuh as didengar Allah SWT dan dikabulkan. Rupanya Allah SWT ingin menenggelamkan seluruh umat manusia di dunia ini kecuali yang mau naik perahunya Nabi Nuh as.


Ketika membuat perahu, Nabi Nuh diolok-olok oleh kaumnya sendiri, namun tekad Nabi sangatlah kuat dalam menjalankan perintah Allah SWT. Terlihat khayal membuat perahu di kala sedang musim panas.




Benar terjadi.
Doa dan ucapan Nabi sangatlah makbul. Akhirnya banjir besar menjadi kenyataan. Semua orang kebingunan dengan suasana tersebut. Orang yang beriman,maka dia akan mau untuk menaiki perahu sedangkan yang kafir masih saja tidak percaya, malah tetap mengolok-olok.

Dikisahkan pula, anaknya yang amat disayanginya tak mau naik ke dalam erahu dan membangkang perintah ayahnya. Anaknya Nabi Nuh as besarta orang yang mengingkari ajakan Nabi as berencana naik ke gunung yang sangat tinggi untuk menghindari terjangan banjir.

Orang beriman yang jumlahnya hanya sedikit, naik ke perahu bersama dengan tiap pasang hewan yang sudah dikumpulkan oleh Nabi.

Akhirnya setelah banjir bandang reda, semuanya turun dari kapal. Pada saat itulah Iblis menghampiri Nabi Nuh as seraya berkata,
"Aku sangat berterima kasih padamu, lebih dari semua makhluk yang ada di bumi ini."




Nada Iblis sangat merdu sekali mengatakannya dan tersenyum riang.

"Terima kasih dari apa?" tanya Nabi Nuh as.
"Karena doa dan permohonmu agar orang-orang kafir itu dicelakakan telah dikabulkan Allah. Dengan cara itu, berarti engkau telah meringankan bebanku, "kata Iblis.

Betapa riangnya Iblis pada hari itu.

Sejurus kemudian, iblis berkata,
"Wahai Nabi Nuh, jangan sekali-kali engkau mendengki karena ia telah menghantar pada keadaan seperti ini. Dan jangan sekali-kali engkau serakah, karena ia telah mengantar Adam seperti yang dialaminya.

Monday, September 7, 2015

Kisah Orang Mati Hidup Lagi

Semua yang namanya makhluk pasti akan merasakan mati. Tapi hampir semua makhluk pasti takut akan datangnya mati. Bahkan bertemu malaikat maut pun merasa ketakutan.

Malaikat maut datang menjumpai makhluk untuk mencabut nyawa, semuanya atas perintah Allah SWT. Tak pernah sekalipun malaikat maut bertindak atas kemauaan sendiri.


Sering kita membaca berita yang heboh dan menghebohkan dimana ada orang yang mati, tapi bisa hidup kembali. Bukannya orang tersebut sakti, namun semua adalah sudah Kehendak Allah SWT.

Kisah orang mati lalu hidup lagi sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala, sebelum Nabi Musa as.

Ini ada kisah yang mengejutkan, orang ingin segera mati dengan tujuan agar lebih beriman kepada Allah SWT. Siapakah dia?
Dialah Nabi Idris as.

Kisahnya


Beliau, Nabi Idris as adalah seorang yang sanat alim dan dia senang bersahabat dengan malaikat Maut. Persahabatannya tersebut dilandaskan karena sama-sama iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada suatu hari, Nabi Idris as berkata kepada Malaikat Izrail,
"Wahai sahabatku, sebenarnya saya ingin sekali segera mati karena sayaingin merasakan bagaimana sakitnya ketika nyawa dicabut, agar keimanan saya bertambah."





"Wahai Nabiyullah, belum saatnya engkau mati, "ucap Malaikat Maut.

"Sesudah aku merasakan mati, kemudian berdoalah kepada Allah SWT agar saya diizinkan hidup kembali seperti sedia kala, "ujar Nabi Idris tanpa menghiraukan ucapan Malaikat Maut.

Mendengar penuturan Nabi Idris as tersebut, Malaikat Maut menjelaskan bahwa dirinya belum pernah mencabut nyawa sekakipun tanpa perintah Allah SWT.

Mati Hidup Lagi


Allah Maha Mendengar. Allah Maha Mengetahui.

Setelah itu, tiba-tiba saja turunlah wahyu dari Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Idris as.

Maka dicabutlah nyawa Nabi Idris as. Kematian Nabi Idris as telah membuat Malaikat Maut meraa amat sedih karena telah kehilangan sahabat karibnya itu.




Dalam kesedihannya, Malaikat Maut berdoa kepada Allah SWT agar Nabi Idris as dihidupkan kembali. Allah SWT mengabulkan doanya.

Dalam sekejap, Nabi Idris as hidup kembali.

Nabi Idris as kemudia berkata,
"Wahai sahabatku! Saya mengucapkan terima kasih kepadamu karena doamulah yang menyebabkan saya dihidupkan kembali oleh Allah SWT."

Demikianlah, Nabi Idris as bisa hidup kembali setelah mati.

Selang waktu berganti, beliau tetap alim dan menyebarkan agama Allah SWT di atas bumi. Dan pada waktunya nanti, beliau benar-benar dicabut nyawanya dan ditempatkan di surga.

Wallahu A'lam...

Monday, August 3, 2015

Kisah Sang Raja Menantang Mukjizat

Sahabat kisah, Nabi Muhammad SAW adalah Rasul terakhir yang diutus ke dunia. Begitu banyaknya mukjizat yang ada pada diri Rasulullah SAW ini.

Mukjizat yang diberikan kepada Beliau bukanlah ajang pamer, melainkan ada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Al Qur'an Al Karim adalah mukjizat yang terbesar Nabi.

Kisahnya

Pada zaman Rasulullah SAW dahulu, ada seorang raja yang sangat bengis dan zalim, raja tersebut bernama Raja Habib. Entah kenapa sang raja ini ingin bertemu langsung dengan nabi.

Maka diundanglah Rasul ke istana Raja Habib. Beliau memakai jubah warna merah dan surban yang hitam. Tak tahu juga entah kenapa ketika bertemu Rasulullah, Raja Habib hatinya lemah lembut, padahal dia ini terkenal sangat keras perangainya.


Nabi pun dipersilahkan duduk di sebelah raja, lalu mereka mengobrol sejenak. Rupanya raja ingin mengetahui kebenaran akan desas desus soal Nabi Muhammad yang mengaku Utusan Tuhan.

Raja Habib bertanya,
"Wahai Muhammad, benarkah berita yang aku dengar bahwa kamu mengaku sebagai utusan Tuhan?"
"Benar, " jawab Nabi SAW.

"Sekiranya kamu memang benar utusan Tuhan, tentu kamu juga memiliki mukjizat seperti nabi-nabi lain sebelummu, "ujar Raja Habib.
"Apa yang Raja inginkan?" tanya Rasulullah SAW.
"Saya ingin melihat kejadian yang belum pernah terkadi sebelumnya, yaitu melihat matahari terbenam sebelum waktunya, kemudian bulan terbit, lalu turun ke bumi. Setelah itu bulan terbelah menjadi dua, lalu masuk pakaianmu, selanjutnya bulan itu akan keluar dari lengan bajumu yang kanan dan kiri. Kemudian bulan itu kembali utuh di atas kepalamu dan bulan itu membenarkan kenabianmu, "kata Raja Habib.





"Sekiranya aku bisa melakukannya, apakah Anda akan beriman kepada Allah SWT? "tanya Rasulullah SAW.
"Iya..., saya akan percaya bahwa kamu adalah utusan Tuhan, "jawab Raja Habib.

Untuk meyakinkan kepada sang raja, Rasulullah SAW pun mendaki bukit yang bermana "KUBAI" , kemudia berdoa kepada Tuhan.

Kemudian di luar penglihatan sanga raja, Malaikat Jibril turun ke bumi untuk menyampaikan jawaban dari doa Nabi. Setelah malaikat membaca ayat-ayat Allah SWT, maka terjadilah suatu peristiwa yang tidak masuk akal dan saksi hingga sekarang ini yang masih adalah bukit Kubai.

Fenomena Ganjil.

Matahari perlahan bergerak menuju barat sebelum waktunya, siang bergantu malam dengan cepat. Lalu bulan pun terbit dan terbelah menjadi dua. Bulan kemudian turun menghampiri Nabi SAW dan masuk jke dalam jubah beliau.



Kemudian bulan perlahan keluar dari lengan baju Nabi yang kanan dan yang kiri, setelah itu bulan tersebut menyatu kembali tepat di atas Rasulullah SAW sambil mengucapkan syahadat. Kemudian bulan kembali ke tempatnya, dan matahari muncul kembali.

Subhanallah...

Sang raja saja tertegun dan hanya bisa bengong saja melihat pemandangan tersebut. Bagaimana bisa hal itu terjadi, padahal secara nalar hal itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh siapapun termasuk tukang sihit. Hanya Tuhan saja yang mampu memperlihatkan kejadian yang sangat menakjubkan ini pikirnya.

Begitu tersadar dari terpananya, sang raja langsung mengakui kenabian Nabi dan membaca syahadat.

Tentu ada yang bertanya-tanya, bagaimana bisa membelah bulan, bagaimana bisa matahari bergeser tenggelam sebelum waktunya, bagaimana bulan bisa masuk ke dalam jubah? Bukankah bulan itu besar bentuknya? Apa bulannya mengecil?

Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang tak mampu manusia menjawabnya. Itulah kekuatan Allah SWT, tak ada satu pun yang menandinginya. Allah Sungguh Maha Besar.

Saksinya adalah Bukit Kubai....

Subhanallah..
Allah Maha Besar.