Tuesday, December 1, 2015

Pertempuran Antara Iblis dan Umar bin Khattab

Semuanya pasti mengetahui bahwa keahlian dan hobinya Iblis adalah untuk menggoda manusia. Tapi, tahukah kalian bahwa ada seorang manusia digdaya yang paling ditakuti Iblis.

Sampai-sampai ketika namanya saja disebut, maka iblis akan lari tunggang langgang. Tak hanya itu, setiap kali adalah tulisan namanya, iblis lari terbirit-birit seakan tak mau lagi berpapasan dengannya.

Siapakah beliau?
Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab adalah salah satu orang yang mampu mengalahkan setan dalam pertempuran. Beliau adalah salah satu dari empat khalifah yang terkenal tegas, bijaksana dan ditakuti.

Bagaimaan bisa Jin takut dengan sosok Umar bin Khattab? Berikut ini kisahnya.





Kisahnya


Pada suatu hari, di sebuah jalan di kota Madinah, Umar bin Khattab bertemu dengan salah satu jin yang mengaku dirinya paling kuat diantara kawan-kawannya.

Tak berapa lama kemudian, perkelaian pun terjadilah antara Jin dan Umar bin Khattab. Dengan perlawanan yang singkat saja, jin bisa dikalahkan dengan mudah.
Meskipun sudah menerima kekalahan, namun iblis tersebut belum juga putus asa.

Ketika kembali bertemu dengan Umar bin Khattab lagi, Umar bertanya kepada lelaki jin tersebut.
"Kenapa lengan jin itu kurus mirip seperti lengan anjing?"

Jin menjawab,
"Aku adalah jin yang paling kuat diantara jin sebangsaku."

Kemudian jin tersebut menantang Umar bin Khattab karena pada pertarungan pertama, jin kalah dari Umar sehingga ia merasa tidak puas sama sekali.

Akan tetapi, Umar bin Khattab masih terlalu kuat dan tangguh untuk jin tersebut. Jin langsung terkapar setelah beberapa jurus saja.

Jin Dilepas dengan Syarat


Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khattab sangat geram dengan ulah jin ini. Sehingga Umar bin Khattab berkata,
"Aku tidak akan melepaskanmu kecuali kalian memberitahukan kepadaku sesuatu yang bisa melindungi dari kalian."



Dengan sangat ketakutan, jin menjawab dengan tegas dan pasti,
"Ayat Kursi."

Karena jin sudah memberitahukan bagaimana cara manusia untuk melindungi diri dari iblis, maka Umar bin Khattab pun melepaskannya.

Sungguh hebat sahabat Nabi SAW yang satu ini, selain disegani oleh manusia, namun juga disegani oleh bangsa jin.

Sunday, November 1, 2015

Dialog Nabi Khidir dan Raja yang Sombong

Khidir adalah salah satu nabi Allah SWT yang diperkirakan masih hidup sampai sekarang ini. Nabi Khidir telah banyak membantu menyadarkan manusia dari sifat-sifat yang dibenci Allah SWT.

Kisah yang terkenal dalam dunia Islam adalah kisahnya Nabi Khidir dan Nabi Musa as. Kala itu, Nabi Musa as agak terlupa bahwa di dunia ini masih ada banyak orang yang melebihi dia.

Maka didatangkanlah Nabi Khidir as.

Nabi Khidir as (ilustrasi)

Pada akhirnya, Nabi Musa as berguru kepada Nabi Khidir as dengan syarat harus bersabar ketika bersamanya dengan beliau. Namun apa yang terjadi, seorang nabi saja tak mampu memegang sifat sabar seperti Nabi Khidir as.

Sungguh hebat, Nabi Musa as akhirnya tak jadi berguru kepada Nabi Khidir as karena tidak kuasa menahan sepak terjang Nabi Khidir as yang telah dianggapnya tidak berperikemanusiaan.

Ada satu kisah lagi yang hebat, ketika Nabi Khidir menyadarkan seorang raja yang angkuh, hingga akhirnya raja tersebut menjadi manusia insan kamil yang disegani.



Bagaimana kisahnya?

Berikut Kisahnya


Kisah ini bersumber pada kitab Tazkirat Al Aulia, sebuah kitab hasil karya dari Syeikh Farid Ad Din Attar.

Dahulu kala sebelum Ibrahim bin Adham menjadi ulama sufi yang terkenal, beliau adalah seorang raja yang sangat luas kekuasaannya dan hingga tiba pertemuannya dengan Nabi Khidir as.

Dikisahkan pada suatu hari seperti biasanya, Ibrahim bin Adham berada di atas singgasananya, guna mendengarkan keluh kesah rakyatnya.

Namun, pada hari itu, lain dari biasanya karena para menteri dan rakyat melihat perubahan yang terjadi secara tiba-tiba pada diri raja mereka.

Perubahan terjadi karena ada seseorang yang misterius masuk ke pertemuan tersebut. Wajahnya begitu menakutkan sehingga tak ada seorang pun yang berani menegur dan menyakan keperluannya.




Dialog Nabi Khidir dan Ibrahim bin Adham


Kejadiannya begitu cepat dan tak ada yang berani mencegahnya untuk masuk pertemuan negara tersebut. Lelaki misterius tersebut kemudian langsung menghadap Raja Ibrahim bin Adham.

"Apakah yang engkau inginkan?" tanya Ibrahim.
"Aku baru saja sampai, berilah istirahat sejenak," jawab lelaki misterius itu.
"Wahai orang asing, ini bukanlah tempat persinggahan kafilah. Ini istanaku. Perilakumu itu seperti orang gila saja," cerca Ibrahim dengan nada tinggi.

Akan tetapi lelaki misterius itu tak mau tinggal diam. Ia malah balik bertanya,
"Siapa pemilik istana ini sebelum engkau?"
"Ayahku," jawab Ibrahim.
"Sebelum ayahmu?" tanya lelaki misterius itu lagi.
"Kakekku," jawab Ibrahim kesal.

"Sebelum kakekmu siapa pemiliknya?" tanya lelaki misterius itu.
"Ini warisan dari keluarga kakekku," jawab Ibrahim dengan nada emosi.

"Kemanakah mereka sekarang ini?" tanya lelaki misterius yang tak menunjukkan rasa takut sama sekali.
"Mereka telah meninggal dunia," jawab Ibrahim.
Lazada Indonesia
"Jika demikian, tidakkah ini sebuah persinggahan yang diduduki oleh seseorang kemudian ditinggalkannya dan diganti oleh yang lain pula?" jelas lelaki misterius tersebut.

Mendengar penjelasan tersebut, Ibrahim bin Adham tersentak kaget.

Namun sebelum Ibrahim sempat menjawab, lelaki misterius itu mundur ke belakang dan tiba-tiba saja gaib menghilang di tengah kerumunan orang-orang.

Ibrahim tak menyadari bahwa lelaki misterius tersebut adalah Nabi Khidir as karena pada pertemuan selanjutnya Nabi Khidir as mengakuinya.

Wallahu A'lam...

Friday, October 2, 2015

Betapa Riangnya Iblis Saat itu

Pada zaman Nabi Nuh as, Allah SWT memerintahkan Nabi untuk membuat sebuah perahu yang sangat besar. Bermula dari doa Nabi Nuh as kepada Allah SWT untuk menghukum orang-orang yang kafir.

Doanya Nabi Nuh as didengar Allah SWT dan dikabulkan. Rupanya Allah SWT ingin menenggelamkan seluruh umat manusia di dunia ini kecuali yang mau naik perahunya Nabi Nuh as.


Ketika membuat perahu, Nabi Nuh diolok-olok oleh kaumnya sendiri, namun tekad Nabi sangatlah kuat dalam menjalankan perintah Allah SWT. Terlihat khayal membuat perahu di kala sedang musim panas.




Benar terjadi.
Doa dan ucapan Nabi sangatlah makbul. Akhirnya banjir besar menjadi kenyataan. Semua orang kebingunan dengan suasana tersebut. Orang yang beriman,maka dia akan mau untuk menaiki perahu sedangkan yang kafir masih saja tidak percaya, malah tetap mengolok-olok.

Dikisahkan pula, anaknya yang amat disayanginya tak mau naik ke dalam erahu dan membangkang perintah ayahnya. Anaknya Nabi Nuh as besarta orang yang mengingkari ajakan Nabi as berencana naik ke gunung yang sangat tinggi untuk menghindari terjangan banjir.

Orang beriman yang jumlahnya hanya sedikit, naik ke perahu bersama dengan tiap pasang hewan yang sudah dikumpulkan oleh Nabi.

Akhirnya setelah banjir bandang reda, semuanya turun dari kapal. Pada saat itulah Iblis menghampiri Nabi Nuh as seraya berkata,
"Aku sangat berterima kasih padamu, lebih dari semua makhluk yang ada di bumi ini."




Nada Iblis sangat merdu sekali mengatakannya dan tersenyum riang.

"Terima kasih dari apa?" tanya Nabi Nuh as.
"Karena doa dan permohonmu agar orang-orang kafir itu dicelakakan telah dikabulkan Allah. Dengan cara itu, berarti engkau telah meringankan bebanku, "kata Iblis.

Betapa riangnya Iblis pada hari itu.

Sejurus kemudian, iblis berkata,
"Wahai Nabi Nuh, jangan sekali-kali engkau mendengki karena ia telah menghantar pada keadaan seperti ini. Dan jangan sekali-kali engkau serakah, karena ia telah mengantar Adam seperti yang dialaminya.

Monday, September 7, 2015

Kisah Orang Mati Hidup Lagi

Semua yang namanya makhluk pasti akan merasakan mati. Tapi hampir semua makhluk pasti takut akan datangnya mati. Bahkan bertemu malaikat maut pun merasa ketakutan.

Malaikat maut datang menjumpai makhluk untuk mencabut nyawa, semuanya atas perintah Allah SWT. Tak pernah sekalipun malaikat maut bertindak atas kemauaan sendiri.


Sering kita membaca berita yang heboh dan menghebohkan dimana ada orang yang mati, tapi bisa hidup kembali. Bukannya orang tersebut sakti, namun semua adalah sudah Kehendak Allah SWT.

Kisah orang mati lalu hidup lagi sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala, sebelum Nabi Musa as.

Ini ada kisah yang mengejutkan, orang ingin segera mati dengan tujuan agar lebih beriman kepada Allah SWT. Siapakah dia?
Dialah Nabi Idris as.

Kisahnya


Beliau, Nabi Idris as adalah seorang yang sanat alim dan dia senang bersahabat dengan malaikat Maut. Persahabatannya tersebut dilandaskan karena sama-sama iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada suatu hari, Nabi Idris as berkata kepada Malaikat Izrail,
"Wahai sahabatku, sebenarnya saya ingin sekali segera mati karena sayaingin merasakan bagaimana sakitnya ketika nyawa dicabut, agar keimanan saya bertambah."





"Wahai Nabiyullah, belum saatnya engkau mati, "ucap Malaikat Maut.

"Sesudah aku merasakan mati, kemudian berdoalah kepada Allah SWT agar saya diizinkan hidup kembali seperti sedia kala, "ujar Nabi Idris tanpa menghiraukan ucapan Malaikat Maut.

Mendengar penuturan Nabi Idris as tersebut, Malaikat Maut menjelaskan bahwa dirinya belum pernah mencabut nyawa sekakipun tanpa perintah Allah SWT.

Mati Hidup Lagi


Allah Maha Mendengar. Allah Maha Mengetahui.

Setelah itu, tiba-tiba saja turunlah wahyu dari Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Idris as.

Maka dicabutlah nyawa Nabi Idris as. Kematian Nabi Idris as telah membuat Malaikat Maut meraa amat sedih karena telah kehilangan sahabat karibnya itu.




Dalam kesedihannya, Malaikat Maut berdoa kepada Allah SWT agar Nabi Idris as dihidupkan kembali. Allah SWT mengabulkan doanya.

Dalam sekejap, Nabi Idris as hidup kembali.

Nabi Idris as kemudia berkata,
"Wahai sahabatku! Saya mengucapkan terima kasih kepadamu karena doamulah yang menyebabkan saya dihidupkan kembali oleh Allah SWT."

Demikianlah, Nabi Idris as bisa hidup kembali setelah mati.

Selang waktu berganti, beliau tetap alim dan menyebarkan agama Allah SWT di atas bumi. Dan pada waktunya nanti, beliau benar-benar dicabut nyawanya dan ditempatkan di surga.

Wallahu A'lam...