Thursday, December 29, 2011

Engkau Benar-benar Ayahku | Kisah Tobat si Penjahat

Kisah islamiah siang deng kisah tobat.
Seorang ayah telah bertobat, menangis, dirangkul oleh anaknya.

Tersebut nama Ali bin Baswad, seorang penjahat yang paling ditakuti.

Kisahnya.
Pada suatu malam, ada seorang ibu mengeluh dan kesal karena anaknya terus menerus menangis. Karena sudah putus asa melihat anaknya rewel terus, ditakut-takutinya anak itu.

"Diam! Kalau engkau tak mau diam, akan aku panggilkan Ali bin Baswad kemari," gertak ibunya.
Seketika itu juga, anaknya diam dari tangisnya.

Sementara itu, secara kebetulan, Ali bin Baswad tengah lewat di depan rumah si ibu itu dan sekaligus mendengar gertakan ibu anak itu.
"Celakalah aku. Demikian terkenalnya aku sebagai penjahat, hingga namaku digunakan untuk menakut-nakuti anak kecil," guman Ali bin Baswad.

Sesaat setelah itu, tiba-tiba saja badan Ali bin Baswad gemetar, tubuhnya terasa lemas karena tersentuh perasaannya. Seketika, luruhlah hatinya dan ingin bertobat malam itu juga. Maka, dibuanglah goloknya dan diurungkan niatnya untuk melakukan pekerjahat jahatnya.

Segera bergegas dia pulang ke rumahnya.
Ketika Ali bin Baswad mengetuk pintu rumah, anaknya yang masih kecil menyahut dari dalam.
"Siapa itu di luar?" tanya anaknya.
"Aku, ayahmu," jawab Ali.
"Engkau bukan ayahku. Suara ayahku tak selembut itu," sahut anaknya.
"Memang anakku, yang datang sekarang bukanlah ayahmu yang keluar tadi sore. Bukalah pintunya, nak," pinta Ali.

Anak Ali kemudian membukakan pintu dan ia sangat terkejut ketika melihat ayahnya tengah menundukkan kepala dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Anak itu kemudian merangkul ayahnya.

"Ada apa ayah?" tanya anaknya.
"Anakku, besok ikatlah leher ayahmu ini kemudian tuntun dan araklah berkeliling kampung. Katakan pada teman-temanmu, bila ingin mengetahui penjahat yang banyak dosanya, katakan ayahmu inilah orangnya. Tapi malam ini, orang yang jahat ini telah insyaf dan bertobat," kata Ali bin Baswad sambil menangis dan menciumi pipi anaknya.

Karena merasa terharu, anak itu pun ikut menangis.
Ia gembira karena ayahnya sekarang telah insyaf dan menyesali segala perbuatannya.

"Engkau sekarang benar-benar ayahku," kata anak itu sambil menuntun ayahnya masuk ke dalam rumah.

(NB: Akulah ayahmu nak, jangan lupakan ayahmu ini ya meski jarang bertemu.
Terucap untuk belahan jiwaku di sana.)

Friday, December 23, 2011

Pemimpin yang Dijamin Masuk Surga

Kisah Islamiah sore dengan Kisah Sahabat, seorang pemimpin yang tidak mau digaji meskipun jabatannya tergolong tinggi di Madinah. Untuk memenuhi kesehariannya, beliau menjual keranjang yang dianyam dari daun kurma.

Penghasilan tiap harinya hanya 3 dirham saja, yang satu dirham untuk modal lagi besoknya, yang 1 dirham untuk nafkah keluarganya dan yang 1 dirham disedekahkan.
Subhanallah...

Beliaulah Salma Al Farisi, seorang sahabat rasululah SAW yang terpaksa menerima jabatan sebagai pemimpin Madinah.
Karena amanah dan kejujurannya, ia salah satu sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW.
Sebuah kisah yang menyentuh hati.


Kisahnya.
Pada suatu hari, usai shalat subuh berjamaah di sebuah masjid, Rasulullah SAW memanggil sahabat-sahabatnya yang ikut berjamaah shalat subuh.
Rasulullah SAW berpesan,
"Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengembara."

Mendengar Sabda Rasulullah SAW tersebut, Salma Al Farisi duduk termenung, memikirkan apa yang telah dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Salma berharap bisa memenuhi pesan itu sebaik-baiknya. namun, perasaannya masih saja khawatir kalau ia telah melampui batas yang telah ditetapkan.

Padahal kalau dipikir, di dalam rumah Salman tak ada satu pun barang berharga yang dimilikinya. Salman hanya memiliki sebuah piring tempat dia makan dan baskom untuk tempat minum dan wudhu.

Meskipun demikian, Salman menganggap bahwa dirinya telah berlaku boros. Ketika hendak mendirikan rumah saja, ia takut sekali bila bangunan rumahnya tergolong bagus.
Salman berkata kepada tukang batu yang membangun rumahnya.
"Tolong untuk membangun rumah saya jangan terlalu mewah, cukup yang sederhana saja," pesan Salman kepada tukang batunya.

Mencari Rezeki Halal.
Beberapa saat berlalu, akhirnya Salman Al farisi dipaksa harus menerima jabatan sebagai Amir atau Kepala Daerah di Madinah.
Ia menerima jabatan itu, namun ia menolak untuk menerima gajinya, meski hanya satu dirham sekalipun.

Meskipun Salam sudah menjadi seorang Amir, ia tak malu-malu menganyam daun kurma untuk dijadikan bakul atau keranjang, kemudian dijualnya. Dari pekerjaan itulah Salman mendapatkan nafkahnya.

Dengan memakai pakaian yang sangat sederhana, tidak lebih dari sehelai baju luar yang agak usang, hari-harinya disibukkan oleh kegiatannya.
Untuk bahan membuat keranjang, dibelinya satu dirham dan kemudian keranjang yang sudah jadi dijualnya 3 dirham. Yang satu dirham untuk modal, satu dirham lagi untuk nafkah keluarganya, sedangkan satu dirham sisanya untuk sedekah.

Pernah suatu ketika sahabatnya menanyakan tentang kegiatannya yang sederhana itu padahal bisa saja dia menerima upah yang tinggi dan hidupnya berkecukupan. Malah Salman Al Farisi berkata,
"Seandainya Umar bin Khattab pun melarangku berbuat demikian, aku tidak akan menghentikannya."
Begitulah salah satu watak sahabat Rasulullah SAW. Kepercayaan dan keimanannya sangat tinggi, hingga Sabda Rasul pun bisa dilakukan dengan baik.

Bertemu dengan orang Syria.
Pada suatu hari ketika Salman sedang berjalan di tengah keramaian, ia didatangi oleh seorang laki-laki Syria yang membawa sepikul buah Tin dan Kurma. Rupanya barang itu terlalu berat dan melelehkan jika dipikul terus.

Melihat ada seorang laki-laki yang tampak seperti orang biasa dan dari golongan orang yang tak mampu, maka orang syria itu bermaksud menyuruhnya mengangkat buah-buahan itu dengan diberi imbalan atas jerih payahnya bila telah sampai di tempat tujuan.

Orang Syria itu memberi isyarat agar Salman mendatanginya,
"Tolong bawakan barang-barangku ini," kata orang Syria.

Pemimpin Bijaksana.
Tanpa bicara, Salman langsung mengangkat barang itu, kemudian mereka berjalan bersama di tengah keramaian.

Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan sekelompok orang.
Salman memberi salam kepada mereka dan orang-orang itu berhenti sambil menjawab salamnya.
"Wa'alaikum Salam wahai Amir," kata orang-orang itu.

Mendengar jawaban salam dari orang-orang itu, orang Syria itu kaget sekaligus bingung, sebenarnya siapakah yang dipanggil dengan Amir itu.
Rasa heran kian bertambah kala berpapasan dengan sekelompok orang lagi.
"Berikan kepada kami, Wahai Amir," kata salah seorang dari mereka.

Sekarang baru tahulah orang Syria itu, bahwa yang disuruh mengangkat barangnya itu adalah Salman Al Farisi, Amir Kota Madinah.
Orang Syria itu gugup, kata-kata penyesalan dan maaf segera terlontar dari mulutnya berkali-kali. Dengan sigapnya, orang Syria itu akan mengambil barang yang dibawa Amir Madinah itu.

Namun, Salman menolaknya dengan halus.
"Tidak, sebelum aku antarkan sampai ke tujuannya," kata Salman sambil menggelengkan kepala.

Itulah Salama Al Farisi, salah seorang sahabat Rasululah SAW yang kehidupannya sangat bersahaja. tak lebih dari satu dirham setiap harinya yang diperoleh dari jerih payahnya sendiri. Dia tidak mau menerima tunjangan dari jabatan yang telah dia emban.

Akan tetapi dia lebih senang mencari nafkah sendiri dengan cara yang halal dari hasil kedua tangannya. Demikian jujur dan adilnya dalam melaksanakan amanah, akhirnya Salman Al Farisi menjadi salah satu sahabat nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga.

Bagaimanakah dengan pemimpin negeri ini?
Seperti Salman Al Farisi kah?

Thursday, December 22, 2011

Anak Jadi Nabi Berkat Doa Ayah

Kisah Islamiah sore dengan kisah kisah Nabi.
Karena telah menjadi seorang anak yang berbakti, maka seorang ayah mendoakan anaknya tersebut agar dikarunia banyak keturunan yang menjadi Nabi nantinya.
Doa yang tulus tersebut dikabulkan oleh Allah SWT.

Sebelumnya mari kita lihat ayat suci Al Qur'an berikut ini, Surat Maryam ayat 49.
فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَكُلا جَعَلْنَا نَبِيًّا
Artinya:
"Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya'qub. dan masing-masingnya Kami angkat menjadi Nabi."
(QS. Maryam: 49).


Kisahnya.
Kisah ini terjadi pada zaman Nabi Ishaq as, yang merupakan keturunan dari nabi Ibrahim. Dan banyak yang bilang bahwa abi Ibrahim as adalah bapaknya para Nabi. Kenapa bisa begitu kita ikuti kisahnya.

Nabi ishaq memiliki 2 orang anak yaitu Ish dan Ya'qub.
Ish sehari-hari mengurus keperluan Nabi Ishaq ketika ia telah berusia tua dan penglihatannya tidak baik lagi. Dialah yang menyiapkan segala keerluan ayahnya sehari-hari.

Entah kenapa pada suatu hari, bukan Ish yang disuruh ibunya, Rifqah, untuk meyiapkan hidangan ke ayahnya, namun justru Ya'qub. Mungkin sudah menjadi kehendak Allah SWT.
Padahal tugas itu biasanya dilakukan oleh Ish.

Akhirnya, Ya'qub pun melakukannya dengan ikhlas dan tulus. baginya, melayani orang tua merupakan pekerjaan mulia serta wujud rasa baktinya sebagai seorang anak.

Karena pelayanannya baik, Nabi Ishaq as sangat gembira. Dengan hati yang diliputi rasa gembira dan bahagia, Nabi Ishaq as kemudian mendoakan Ya'qub,
"Wahai anakku, semoga engkau menurunkan para nabi dan raja," doa Nabi Ishaq.


Doa Ayah.
Namun, rupanya doa Nabi Ishaq itu didengar oleh Ish, saudara Ya'qub. Ish sangat marah dan sedih hati. menurutnya, doa ayahnya itu seharusnya ditujukan untuk dirinya karena dia yang mengurus keperluan ayahnya sehari-hari.

Ish mengatakan kepada saudarnya bahwa Ya'qub telah lancang dengan menyiapkan hidangan makanan untuk ayahnya yang sudah biasa menjadi tugasnya. Rasa marah itu akhirnya menjadi dendam kesumat kepada Ya'qub. Ish kemudian mengancam akan membunuh Ya'qub agar doa ayahnya tidak menjadi kenyataan.

Karena yang berdoa adalah seorang kekasih Allah SWT, banyak kemungkinan diterima dan ternyata memang benar diterima Allah SWT doa Nabi Ishaq ini. Meski ada hambatan di sana-sini, namun Allah tetap akan meujudkannya.

Nah, rupanya rencana pembunuhan terhadap Ya'qub itu diketahui oleh istri Nabi Ishaq, Ibu Rifqah. Agar kejadian buruk itu tidak terjadi, kemudian Rifqah menyuruh Ya'qub menuju Aram, yaitu daerah yang termasuk Babilonia. Di Fadam Aram itu, Ya'qub tinggal bersama pamannya yang bernama Laban bin Batwih.




Ya'qub segera berangkat menuju Aram. Perjalanannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari saudaranya. Ya'qub memilih berjalan pada malam hari dan sembunyi ketika siangnya dipakai untuk beristirahat.
Karena kebiasaan dalam perjalanan tersebut, anak keturunan Ya'qub disebut Israil yang berarti BERJALAN DI MALAM HARI.

Setibanya di Fadam Aram, Laban bin Batwih menerima Ya'qub dengan baik. Laban bin Batwih merasa senang dengan perilaku dan sikap Ya'qub yang baik dan jujur sehingga mengangkatnya sebagai anak.


Ya'qub Dinikahkan.
Laban bin Batwih memiliki dua orang anak perempuan yang bernama Lai'ah dan Rahil.
Keduanya kemudian dinikahkan dengan Ya'qub yang ketika itu menikahi saudara kabdung belum diharamkan oleh Allah SWT.

Dalam perjalanan selanjutnya, Ya'qub juga menikahi Zulfa, seorang budak perempuan Lai'ah, serta Balha, buda perempuan Rahil. Dari keempat istrinya itu, Ya'qub dikarunia 12 anal laki-laki.


Anak Turun Nabi.
Rupanya doa ayahnya, Nabi Ishaq as sebelum Ya'qub menuju Fadam Aram menjadi kenyataan. Di kemudian hari, dari keturunannya telah lahir Nabi perkasa, yaitu Nabi Sulaiman as dan Nabi Musa as.

Berikut ini silsilah garis Turun Nabi Ishaq as dengan garis Nabi Ya'qub as.

NONama IstriNama Anak
1RahilYusuf, Bunyamin
2Lai'ahRa-ubin (Rabil), Syam'un, Lawi, Yahudza, Yasakir, Zabulun
3BalhaDaan, Naftali
4ZulfaZaad, Asyir



Dari anak turun Lawi terlahir:
Nabi Musa as.
Nabi Harun as.
Nabi Ilyas as.
Nabi Ilyasa as.

Dari anak turun Yahudza terlahir:
Nabi Daud as.
Nabi Sulaiman as.
Nabi Yahya as.
Nabi Isa as.

Dari anak turun Bunyamin terlahir:
Nabi Yunus as.

Wednesday, December 21, 2011

Unta Betina Nabi Shaleh Dibunuh

Kisah islamiah pada pagi hari ini tentang mukjizat Nabi Shaleh as.
Sedikit kisah ini dicuplik dari kitab Aqoiqul Akbar Fii Dzikril Jannati Wan-Nar.


Sudah pada tahu kan tentang kisahnya Nabi Shaleh as.
Dikisahkan bahwa Nabi Shaleh as ditantang oleh kaum Tsamud sebagai tanda kenabiannya.

Nabi Shaleh as kemudian berdoa kepada Allah SWT dan doanya dikabulkan.
Seekor unta betina yang sangat luar biasa indahnya muncul dari puncak bukit. Belum pernah ada unta seindah itu di permukaan bumi ini.

Unta itu memiliki air susu yang tidak ada habis-habisnya.
Setiap orang boleh mengambil air susu dari unta betina tersebut. Akan tetapi, unta itu harus dibiarkan bebas berkeliaran.

Unta betina itu tidak boleh diganggu.
Namun, kaum Tsamud malah membunuh unta tersebut. Sebagai balasannya, Allah SWT menurunkan azab kepada kaum Tsamud