Sabtu, 10 September 2011

Melihat Wujud Asli Malaikat Jibril

Kisah islamiah hadir kembali dengan sajian tentang Rasulullah SAW yang melihat wujud asli Malaikat Jibril.
Bacaan islami, khusus untuk kaum muslimin dan muslimat, agar makin meningkat rasa iman dan takwa kita semua kepada Allah SWT.

Perasaan takut, cemas dan bahagia, mungkin itulah yang dirasakan Rasululah SAW di Gua Hira setelah melihat Malaikat Jibril dan menerima wahyu.
Sesampainya di rumah pun beliau tetap gemetar. Namun itulah amanat Allah SWT. Tugas dakwahpun dimulai.


Kisahnya.
Sebelum menerima wahyu, Nabi SAW sering bermunajat kepada Allah SWT dan menjauhi keramaian, dan Gua Hira lah yang selalu beliau kunjungi pada malam hari. Dan di gua itu pula Rasul akhirnya menerima wahyu yang pertama. Setelah menerima wahyu, beliau memutuskan untuk kembali ke Makkah. Ketika itu, saat perjalanan pulang, suasana alam sekitarnya begitu berbeda. Nabi Muhammad SAW merasakan bahwa semua makhluk berbicara dan mengucapkan selamat kepada beliau karena menjadi nabi yang terakhir.

Sungguh luar biasa, diluar nalar, diluar pikiran manusia biasa, bahwa ada seseorang yang mampu mendengar pembicaraan makhluk lain selain manusia.
Contoh mukjizat Rasulullah SAW adalah pada postingan beberapa bulan yang lalu dengan judul Dialog Rasulullah SAW dengan Gunung.
Hal yang demikian bukanlah hal sulit bagi Allah dan Rasulnya untuk berbicara dengan benda mati seperti gunung itu.

lanjut lagi..
Badan Gemetar. 
Rasulullah dibuat terkejut dengan apa yang dilihat dan didengar dan juga terdengar gemuruh suara dari langit.
Malaikat Jibril yang menampakkan dirinya dalam bentuk aslinya berkata kepada Rasululah SAW,
"Muhammad! Engkau adalah utusan Allah dan aku adalah Malaikat Jibril!"
Setelah menampakkan diri, malaikat itu kemudian menghilang dari pandangan Rasulullah SAW. Beliaupun bergegas menuruni gunung dan langsung menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah, Khadijah sangat terkejut telah mendapati suaminya dalam keadaan ketakutan dan gelisah seperti itu. Suaminya terlihat tidak mampu berbicara dan bergemetar. Rasulullah berulangkali berkata kepada istrinya,
"Selimuti aku! Selimuti aku!"
Khadijah pun membantu beliau ke tempat tidur dan menyelimutinya. Rasulullah memutuskan untuk beristirahat sejenak.




Ketika sudah merasa tenang, beliau menceritakan apa yang terjadi kepada istrinya satu persatu.
Beliau menambahkan,
"Aku takut Khadijah! Aku takut sesuatu yang berbahaya akan menimpaku."
Sebagai istri, Khadijah berusaha menenangkan suaminya.
"Apa yang perlu ditakutkan?" Jamgan khawatir, Allah SWT tidak akan pernah mempermalukan seorang hamba sepertimu," ucap Khadijah.
Sungguh Khadijah itu seorang istri yang sangat luhur budi pekertinya serta taat suami.

Dukungan Istri.
Rasulullah SAW baru saja diberi tugas berat. Jadi, ketakutan yang beliau rasakan itu adalah wajar dan bisa dimengerti. Melihat suaminya sudah tenang, Khadijah bertutur lagi,
"Engkau selalu menyampaikan kebenaran, semua orang mempercayaimu. Engkau bersikap baik kepada semua orang. Dari hal itu, aku mengharapkan engkaulah nabi yang ditunggu-tunggu itu," ucap Khadijah menenangkan suaminya.
Rasulullah pun menjadi lebih tenang hatinya. Dukungan dari Khadijah membuatnya merasa jauh lebih baik.

Khadijah selalu yakin suaminya akan menjadi seorang nabi. Ia pun memikirkan siapa orang yang tepat untuk mendapatkan berita itu pertama kali. Pada saat itulah nama Waraqah yang muncul pertama di benak Khadijah.
Waraqah adalah seorang yang sudah tua, penglihatannya pun terganggu, tapi Waraqah masih bisa menerjemahkan berbagai kejadian dengan baik.
Khadijah dan Rasulullah SAW akhirnya menemui Waraqah. Mereka hanya bisa berbagi rahasia semacam itu dengan orang bijak seperti Waraqah.

Dukungan Waraqah.
Nabi pun menceritakan semua peristiwa yang dialami.
Waraqah mendengarkan dengan penuh perhatian dan kebahagiaan pun terpancar dari raut wajah laki-laki bijak itu. Ketika Rasulullah SAW selesai bercerita, Waraqah berkata,
"Malaikat yang kau lihat itu adalah Jibril. Dan kaulah nabi yang ditunggu-tunggu itu."
Nabi pun dengan tenang mendengarnya, sebab ucapan Waraqah memang berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya dari kitab-kitab yang pernah dibacanya.

"Aku berharap bisa menjadi muda saat kau mengajak orang-orang ke ajaran yang benar ini. Dan aku berharap, bisa bersamamu serta membantumu saat orang-orang mengusirmu dari Makkah," tutur Waraqah dengan lembut.
Rasulullah pun terkejut dan bertanya,
"Mengapa mereka akan mengusirku dari Makkah?" tanya Rasulullah SAW.

Dengan bijak Waraqah menjawab,
"Dalam setiap masa selalu ada orang jahat. Mereka akan memperlakukanmu dengan buruk. Mereka akan menuduhmu sebagai tukang sihir dan mereka akan mengusirmu dari Makkah. Kalau saat itu akau masih diberi umur panjang, aku pasti akan membantumu dan mendukungmu," jelas Waraqah.

Setelah menjawab pertanyaan Nabi Muhammad SAW, Waraqah kemudian berdiri dan membungkukkan badan lalu mencium kening Rasulullah SAW, Ia begitu sangat bahagia karena bisa bertemu dengan nabi akhir zaman yang akan mengajarkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.
Dukungan, kasih sayang dari istrinya Khadijah dan seorang ahli kitab Waraqah sangat menentramkan hatinya. Dakwah pun dimulai, hingga saat ini ajaran Nabi Muhammad masih langgeng, kita imani kerasulannya, dialah utusan Allah, Nabi terakhir yang diturunkan.