Thursday, July 14, 2011

Meninggalnya Makmum Shalat

Kematian memang menjadi rahasia Allah SWT. Jika disuruh memilih, semua orang pasti memilih mati dalam kondisi Khusnul Khatimah, akhir yang baik.
Seperti yang dialami oleh sahabat Amir bin Abdillah bin Zubair, ia menghembuskan nafas terakhirnya pada saat menjadi makmum shalat.

Kisahnya.
Dalam kitab Taarikh Al-Islaam disebutkan bahwa Mush'ab bin Abdillah bercerita tentang Amir bin Abdillah bin Zubair, yang merupakan pemuda yang ahli ibadah. Betapa tidak, setiap kali terdengar kumandang azan, dirinya langsung meninggalkan semua pekerjaan saat itu dan bergegas menuju masjid untuk menunaikan ibadah shalat berjamaah.

Bahkan, dalam kondisi sakit parah sekalipun, dirinya masih istikhamah untuk menjalankan shalat secara berjamaah di masjid terdekat. Amir lebih senang menunaikan shalat secara berjamaah dibandingkan harus menjalankannya seorang diri di rumah karena nilai pahalanya lebih sedikit bila di rumah.

Terserang Penyakit.
Sungguh sikapnya ini patut dijadikan teladan bagi setiap pemuda yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Seperti halnya pemuda lain di tempat tinggalnya, Amir pun juga seorang pemuda yang mempunyai cita-cita untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Oleh karena itu, selain belajar, dirinya pun mendapat pelajaran banyak dari cara berdagang yang dilakukan oleh orang tuanya.

Hanya saja, perjalanan kehidupan Amir tak sebahagia yang dibayangkan.
Dalam usia yang masih cukup muda, dirinya sudah terserang suatu penyakit yang cukup aneh. Bahkan penyakit itu membuatnya tak mampu menjalankan rutinitasnya sehari-hari. Amir pun tergolek lemah tak berdaya di atas tempat tidurnya.

Namun demikian, semangat ibadah Amir pantas diacungi jempol dan patutu dicontoh.
Dalam kondisi sedang sakit yang sangat parah, ia yang mendengar muazin mengumandangkan azan utnuk shalat maghrib langsung meminta untuk dibawa ke masjid.
"Pegang tanganku dan antarkan aku menuju masjid," ujar Amir kepada sahabatnya.
"Wahai Amir, engkau dalam kondisi sakit, shalatlah di rumah saja," kata sahabatnya.
"Aku mendengar muazin mengumandangkan azan, sedangkan aku tidak menjawab panggilan-Nya? pegang tanganku dan antarkan aku ke masjid," tutur Amir.

Shalat Maghrib Berjamaah.
"Allah SWT pasti tahu akan keadaanmu saat ini dan memakluminya, shalatlah di rumah saja sehingga engkau tak perlu berjalan jauh ke masjid," kata sahabatnya lagi.

Namun Amir bersikeras meminta diantarkan ke masjid. Maka sahabatnya pun memapahnya ke masjid, kemudian Amir shalat maghrib bersama imam secara berjamaah.
Tak lama berselang, setelah satu rakaat, Amir menghembuskan nafas terakhirnya lalu meninggal dunia dalam keadaan suci.

Seusai shalat, para jamaah saling berebut untuk memuliakan jenazah Amir. Mereka sungguh sangat mengagumi keistikhamahan Amir untuk melakukan shalat berjamaah meskipun dalam kondisi sakit sekalipun.

Amir merupakan seorang alim dan senantiasa mengisi kehidupannya dengan beribadah sesegera mungkin. Bahkan dalam kondisi sekarat tetap ingin segera bisa shalat berjamaah.
Subhanallah...